Part 11

6.3K 651 35
                                        

Malam sudah larut saat Jihoon pulang dari pemakaman kerabatnya, ia memang tidak pergi sendiri namun entah kenapa perasaannya begitu gelisah sejak tadi. "Daniel, coba cari minimarket yang masih buka dan belikan aku bir" ujar Jihoon pada orang yang saat ini sedang menyetir.

"Kau gelisah lagi" ujar Daniel seraya memegang satu tangan kekasihnya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk memegang stir.

"Daniel perasaan ku benar-benar tidak enak, aku yakin hal buruk pasti akan terjadi" ujar Jihoon yang membuat Daniel mengusak sayang surai kekasihnya.

"Percayalah tidak akan terjadi apapun, semuanya akan baik-baik saja" ujar Daniel pada Jihoon. "Kau hanya terlalu khawatir saat ini, bibimu meninggal dan ahli warisnya belum bisa ditentukan" lanjut Daniel yang membuat Jihoon terdiam seraya menatap keluar jendela.

"Imo bilang Dongho masih hidup, kira-kira dia dimana sekarang" bisik Jihoon lirih.

"Kita pasti akan menemukannya" ujar Daniel.

Jihoon melihat pada Daniel, "saingan imo terlalu banyak, ia juga sudah hilang selama belasan tahun. Seseorang pasti menyembunyikan keberadaannya agar kami tidak bisa melacaknya" ujar Jihoon.

"Kalau begitu pasang iklan di televisi, umumkan kalau kau kehilangan adik sepupumu, kau bilang dia hilang di taman bermain bukan?" ujar Daniel yang membuat Jihoon terdiam, kalau dulu hal seperti ini bisa di manipulasi namun saat ini dunia entertainment adalah dunianya bekerja banyak media yang bisa digunakannya.

"Kau benar" ujar Jihoon dengan nada senang seraya menatap pada Daniel.

"DANIEL AWAS" teriak Jihoon saat ia melihat ada orang yang tiba-tiba lewat di depan mobil mereka.

Bruak/Ckiittt

Jihoon menatap ngeri pada apa yang terjadi barusan. Daniel yang sudah lebih bisa mengendalikan diri langsung keluar dari mobil. "Aku akan keluar untuk melihatnya" ujar Daniel yang mendapat anggukan pelan oleh Jihoon.

Orang yang ditabraknya menatap dengan pandangan lemah sebelum Daniel mendengar orang itu berkata, "to-long a-ku je-bal" membuat Daniel langsung berjongkok dan akan membantu.

Namun Daniel kalah cepat dengan seorang pria paruh baya yang tiba-tiba datang dan menarik orang yang ditabraknya dengan kasar. "DIA SEDANG TERLUKA APA YANG KAU LAKUKAN" ujar Daniel dengan nada marah.

"TIDAK USAH IKUT CAMPUR, DIA ADALAH ORANGKU" sahut pria itu seraya menarik korban kecelakaan itu dengan paksa.

"Daniel-ssi tolong aku" ujar Haechan yang mengenali sosok Daniel.

Daniel lalu menatap orang itu dengan seksama, "HAECHAN-SSI" pekik Daniel keras yang membuat Jihoon yang sejak tadi masih ada di dalam mobil terkejut dan langsung cepat keluar.

"KANG TAEHO" ujar Jihoon penuh nada penekanan.

"Ah Park kecil ternyata, jangan ikut campur ini bukan urusanmu" ujar lelaki tua itu sembari menarik Haechan, hati Jihoon terasa teriris melihat Haechan yang harus ditarik paksa ketika jalan saja tidak bisa.

"Daniel kita harus selamatkan dia" ujar Jihoon yang disetujui oleh Daniel.

"HAECHAN" panggil Jihoon seraya mendekati Haechan. Tuan Kang sebenarnya ingin menarik Haechan pergi, namun melihat dua orang dihadapannya nampaknya mengenal Haechan membuat ia terpaksa memanggil anak buahnya.

"Singkirkan mereka" Daniel dan Jihoon tersenyum sinis melihat orang-orang yang mengepungnya. "Sayang, kau masih bisa menghajar para tikus ini bukan?" Tanya Daniel yang sudah mulai dalam posisi kuda-kuda.

Sedangkan Jihoon yang mendengar pertanyaan kekasihnya justru mengikat rambutnya sebelum mengepalkan tangannya. "Akan aku kirim mereka menuju dewa kematian, setelahnya baru akan kubereskan lelaki menjijikan itu" jawab Jihoon.

Crazy Relationship Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang