Pagi hari sudah tiba, namun semalaman ada beberapa member Ilichil yang tidak tertidur nyenyak apalagi bayang-bayang suara Haechan yang menggema di otak mereka membuat mereka benar-benar tidak bisa menutup mata.
Bruk
Kepala Jungwoo jatuh terkulai diatas meja makan, "HOAM" suara menguap Jungwoo begitu keras dengan mulutnya yang terbuka begitu lebar.
"Astaga aku mengantuk sekali" bisik Jungwoo lirih.
"Sama" ujar Doyoung.
Jungwoo menatap pada Doyoung, "kau tidak masak hyung?" Tanya Jungwoo.
"Sebentar lagi, astaga tubuhku rasanya lelah sekali" jawab Doyoung.
Tidak lama masuklah Jaehyun dan Mark, berbeda dengan Jungwoo dan Doyoung yang terlihat lemas. Kedua lelaki tampan itu malah terlihat lebih bugar.
"Hm, kalian baik-baik saja, tidak mengantuk" ujar Jungwoo heran.
"Hm, semalam telingaku aku tutup dengan headset baru aku bisa tidur" jawab Jaehyun, pandangan Jungwoo dan Doyoung berpindah pada Mark.
"Aku tidur di dorm dream yang dibeli Chenle" jawab Mark santai yang membuat Jungwoo dan Doyoung mengutuk diri mereka yang terlalu bodoh.
Lalu Taeyong, Johnny, dan Taeil tidak lama juga masuk. Taeyong memijat lehernya yang terasa pegal, demi mengalihkan perhatiannya dari bayang-bayang Haechan semalaman ia berada di ruang studio kerjanya untuk menggarap lagu.
Sedangkan Taeil ia bisa tertidur nyenyak karena ikut dengan Mark, lalu Johnny semalaman ia sibuk bermain game. Taeil bergegas membuat masakan untuk sarapan mereka, "Haechan belum bangun?" Tanya Taeil dan yang lainnya pun mengangguk.
"Ya sudah biarkan dia istirahat, melayani Yuta pasti tidak mudah untuknya" ujar Taeil sembari memulai untuk memasak.
"Hah, tapi suaranya semalam bahkan masih bergema di telingaku" ujar Jungwoo.
Pak
Pundak Jungwoo di pukul dengan keras oleh Doyoung, "JANGAN MEMBAHASNYA BODOH" teriak Doyoung marah.
"Aduh, iya-iya begitu saja marah" sahut Jungwoo sewot seraya mengelus pundaknya yang kesakitan.
"Aku sudah membeli obat anti nyeri untuk Haechanie, jika nanti ia membutuhkannya barangnya ada disini" ujar Jaehyun yang mendapat anggukan dari member yang lainnya.
Tidak butuh waktu lama makanan yang dimasak oleh Taeil pun telah siap. Mereka semua dengan cepat duduk dan bersiap untuk memakan masakan Taeil.
"Aaahhhh-Yuta Hyung"
Setiap member membeku di tempat, tanpa berkata setiap dari mereka langsung berdiri dari kursi masing-masing sebelum berlari keluar dari dorm.
Prang/brak/krek
*********
Sedangkan di dalam kamar Yuta, kegiatan panasnya dengan Haechan kembali berlanjut. Setelah yang terakhir mereka lakukan adalah pukul empat pagi, itu mungkin ronde ke empat.
Kini posisi Haechan tengah berbaring diatas tubuh Yuta seraya memanjakan milik dominannya, sedangkan bagian belakangnya tengah di manjakan oleh Yuta. Lidah Haechan memanjakan milik Yuta yang kini ada dihadapannya, Haechan menaik-turunkan kepalanya. Ia mengerang saat cairan precum mulai dapat dikecap lidahnya.
Sedangkan Yuta tidak kesulitan sama sekali untuk memanjakan bagian bawah Haechan. Namun ia harus mendongak karena proporsi tubuh Haechan yang lebih pendek darinya. Jari telunjuk dan jari tengah yang sebelumnya telah ia basahi dengan saliva sudah siap mempersiapkan lubang kenikmatan itu.
"Aaaaahhh-Yuta hyung, aaannghh-emmhh" desahan kenikmatan meluncur dari mulut kecil Haechan akibat perbuatan Yuta. Yyta memutar-mutar kedua jarinya didalam rektum Haechan dengan cepat hingga pinggul pemuda itu turut bergoyang. Erangan Haechan terdengar semakin keras, "Aaannnhhh-Aaahhh-hyyuuung".
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
FanfictionHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
