Part 13

7.1K 672 48
                                        

Member NCT masih menunggu diluar, dokter masih memastikan keadaan Haechan didalam pasca ia sadar. Setiap dari mereka kini merasa lega setidaknya Haechan sudah membuka matanya. Namun diantara orang-orang ini ada Jihoon perasaannya tengah gugup setengah mati.

Cklek

Saat Dokter keluar dan tersenyum serta mengangguk, "dia sudah boleh di jenguk, tapi tolong jangan sampai membuat keributan. Meski bisa di bilang setelah kejadian buruk yang dialaminya harusnya ada trauma yang membekas" penjelasan dokter membuat Taeyong dan yang lainnya merasa gusar.

"Terima kasih dokter" ujar member NCT.

Setelah dokter pergi satu persatu member NCT masuk, sedangkan Jihoon masih memilih untuk menunggu diluar saja. Ia hanya melihat dari kaca jendela kamar Haechan. "Aku belum sanggup menemuinya, aku takut" batin Jihoon sebelum berjalan pergi.

Sedangkan di dalam kamar Haechan menatap setiap member dengan pandangan sayu, ada kekhawatiran dalam hatinya bahwa mereka akan marah, namun jika benar ia akan terima akibat tindakan bodohnya ia hampir saja celaka.

Namun bukannya kemarahan mereka yang Haechan temui, justru usapan lembut di kepalanya yang Haechan dapat. "Syukurlah kau baik-baik saja, kau hampir membuat kami semua ketakutan setengah mati Lee Donghyuck" ujar Taeyong lembut.

"Benar untung saja kau tidak apa-apa, katakan kalau merasa tidak nyaman" sambung Kun yang berdiri di depan ranjang Haechan.

Haechan meneguk ludahnya dengan susah payah, air matanya jatuh begitu saja saat melihat member NCT. "Kenapa? Mana yang sakit?" Tanya Renjun seraya memegang tangan Haechan.

Namun Haechan menggelengkan kepalanya dengan pelan, "terima kasih karena kalian sudah datang, aku hampir berpikir jika kejadian buruk terjadi padaku, aku ingin mati saja" ujar Haechan lirih.

Jaehyun menghapus air mata Haechan dengan lembut, "jangan berpikiran seperti itu sayang, maafkan kami karena terlambat sampai-sampai kau harus terluka seperti ini" ucap Jaehyun yang disetujui oleh yang lain.

"Kalian tidak salah, aku yang salah pergi tanpa pamit dan masih begitu bodoh berpikir bahwa eommaku ....."Haechan terdiam seraya teringat apa yang sudah ia lakukan pada wanita tua itu.

"Aku melukainya! Aku memukul kepalanya dengan Vas! Aku-aku....."

"Ssssstttt, tenang sayang" bisik Doyoung seraya membelai kepala Haechan dengan sayang. Tanpa bisa di cegah Haechan meraih lengan Doyoung dan memeluknya.

"Hiks-dia ingin menjual ku, huks-dia bilang aku bukan anak kandungnya, huks-aku marah, marah sekali sampai tidak berpikir jadi kupukul kepalanya huks" tangis Haechan sedih.

"Itu bagus" ujar Yangyang yang membuat Haechan tertegun menatap pada Yangyang yang tersenyum pada Haechan.

"Seperti itu kau harusnya bersikap Haechanie, jangan beri ampun pada orang yang menyakiti mu" lanjut Yangyang yang membuat Haechan tertegun.

"Aku melakukan hal yang benar?" Tanya Haechan dan serempak mereka semua mengangguk, bahkan orang sebaik Taeil dan Jaehyun, serta Kun pun setuju dengan ucapan Yangyang.

"Kau bisa lakukan apapun yang kau mau hyung mulai sekarang, jangan khawatirkan apapun karena kami yang akan membantumu" janji Chenle yang membuat Haechan tertegun.

"Jangan bersikap baik lagi pada orang-orang seperti keluarga palsu mu itu hyung" yang membuat Haechan mengangguk patuh.

"Terima kasih kalian baik sekali padaku, aku tidak tahu bagaimana harus membalasnya" ujar Haechan.

"Hm, sebenarnya mudah" ujar Jungwoo.

Haechan menatap Jungwoo penuh minat, "hanya menjadi milik kami" jawab Jungwoo yang membuat Haechan mengerutkan keningnya dan menatap member NCT bingung.

Crazy Relationship Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang