Malam sudah larut dan Haechan baru tiba di korea, perjalanan yang cukup melelahkan karena ia harus berjam-jam ada di pesawat. Dalam perjalanan kembali ia hanya kembali bersama dengan Jaemin, sedangkan Winwin sudah harus melaksanakan pekerjaannya. Ada drama yang akan ia bintangi, sebuah drama romansa yang behind the scene nya bahkan sudah banyak beredar di media sosial.
Cemburu! Jelas itu yang Haechan rasakan saat melihat pasangan hidupnya beradegan mesra dengan wanita lain. Seraya memandang tab miliknya dengan ekspresi sinis, Haechan lebih memilih untuk mematikan tab-nya.
Sedangkan Jaemin yang duduk di samping Haechan hanya tersenyum kecil melihat itu, 'grep' ia peluk pinggang Haechan dari samping seraya meletakkan kepalanya di dagu Haechan.
"Itu hanya pekerjaan jangan diambil hati" bisik Jaemin yang membuat Haechan menoleh dan menatapnya. "Tapi tetap saja..." Bisik Haechan lirih.
"Kalau kau tidak sanggup jangan kau lihat video-video dan drama kami, kami hanya bekerja Haechan bukan berniat menyakiti mu" jawab Jaemin.
Haechan menutup matanya sejenak, "maaf, aku bertingkah kekanakan lagi" ujar Haechan lirih.
Jaemin mengarahkan kepala Haechan untuk menatapnya, sebelum ia kulum dengan lembut bibir atas Haechan. Haechan sendiri hanya tersenyum seraya menutup matanya, menikmati perlakuan Jaemin padanya. Hanya sebentar Jaemin melakukannya karena ia juga sadar ada dimana ia sekarang.
"Tidak ada yang melarang mu untuk cemburu, itu tandanya nama kami perlahan sudah tertulis di dalam hatimu sebagai sosok spesial" ujar Jaemin. "Saranghae Haechan-ah" bisik Jaemin di telinga Haechan yang langsung tersenyum lembut.
"Hm, nado saranghae" jawab Haechan seraya mengecup pucuk hidung Jaemin, Jaemin tersenyum lebar seraya mendusel-dusel kepalanya di ceruk leher Haechan.
"Kau kembali ke dorm Ilichil atau dorm Dream?" Tanya Jaemin.
"Bukannya aku besok pagi ada syuting dengan member Ilichil, jadi harusnya aku kembali kesana bukan?" Tanya Haechan yang disetujui oleh Jaemin.
*
Jaemin memeluk Haechan dengan erat, "hidup memang begini ya, kita baru menikah bukannya sekamar dan melakukan hal-hal menyenangkan tapi malah sudah dipisahkan" omel Jaemin yang membuat Haechan tersenyum geli.
"Sejak kapan kau jadi tidak mau pisah dengan ku seperti ini?" Tanya Haechan heran.
Jaemin menatap Haechan dengan wajah memberengut, "kau berbicara seolah aku bisa pisah darimu, tapi sebenarnya sejak apa yang kita lakukan semalam aku jadi tidak ingin jauh-jauh darimu" jawab Jaemin seraya tersenyum.
Plak
"DASAR MESUM" pekik Haechan seraya memukul punggung Jaemin.
"Yang ku mesumi pasangan hidupku kok, jangan katakan kau tidak suka! Kau yang paling bersemangat semalam" jawab Jaemin yang membuat Haechan menatapnya dengan ekspresi kesal.
"Pergi sana" sahut Haechan kesal.
Grep
Pinggang Haechan ditarik pelan ke arah Jaemin, membuat tubuh mereka saling menempel tanpa jarak. Haechan menggeliat sedikit tidak nyaman, namun belum juga ia mengatakan apapun Jaemin sudah memagut bibirnya dalam. Haechan tidak memberontak ia terima saja perlakuan dari Jaemin, sambil menikmatinya juga sih.
"Istirahatlah, besok kau akan mulai sibuk lagi" pesan Jaemin yang membuat Haechan mengangguk, "akan ku kabari saat aku sudah sampai di dorm" lanjut Jaemin.
"Oke, hati-hati" jawab Haechan.
"Bye chagi" ujar Jaemin seraya berdada-dada dengan kedua tangannya. "Dia bertingkah menggemaskan lagi" bisik Haechan seraya menunggu sampai Jaemin masuk ke dalam lift.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
FanficHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
