Langkah kaki Haechan terasa sangat berat ketika ia melangkah keluar, dibelakang sana adalah pintu ruangan dari pemimpin Haneul grup yang baru saja ditemuinya. Seraya menyandarkan tubuhnya di dinding Haechan berusaha menghirup nafas dalam-dalam.
Informasi yang baru di dengarnya membuat Haechan seolah tidak percaya, namun bukti yang baru dilihatnya membuat Haechan mau tidak mau percaya bahwa hal keji itu dilakukan oleh membernya.
"Tuan Donghyuck anda baik-baik saja?" Pertanyaan dari arah depannya yang Haechan tahu sebagai sekretaris dari lelaki yang adalah pamannya.
Haechan dengan cepat menggelengkan kepalanya, "aku baik" jawab Haechan pelan sebelum berjalan pergi, membuat lelaki di belakang sana merasa kasihan akan kondisi Haechan sebenarnya. Bukan apa, hanya saja ia tahu bos-nya pasti memanipulasi semuanya dan membohongi Haechan.
Sedangkan Haechan masih nampak berpikir dalam dengan informasi yang baru saja ia terima. "Paman ingin sekali bertemu denganmu sejak dulu, tapi keluarga Park Si Hoo menghalangi paman, sejak dulu mereka selalu mengincar posisi sebagai pemilik Haneul grup". Haechan sebenarnya tidak seratus persen percaya, namun kata-kata pamannya setelah itu yang membuat dia akhirnya ragu akan Jihoon.
"Kau sejak kecil sudah hilang, sedangkan paman tengah sakit dan selalu berobat keluar negeri, pencarian terhadap mu selalu paman amanah kan pada keluarga Jihoon, tapi... sepertinya pesan paman tidak mereka laksanakan dengan baik" Doyeon mengatakannya seraya menatap Haechan dengan ekspresi menyesal.
Benar! Kalau mereka mencari Haechan lebih cepat maka sudah pasti Haechan tidak akan menderita sekian lama. Itulah pemikiran Haechan, ia mulai merasa kecewa pada Jihoon, imo dan samchonnya.
"Nak, paman pada akhirnya bisa menemukan dirimu saat paman pulang dari berobat, kini paman senang kau dan aku akan saling melengkapi kedepannya" ujar Doyeon seraya membelai kepala Haechan dengan sayang.
Selain tentang fakta ini Haechan juga menemukan fakta yang lainnya yaitu saat Doyeon mengatakan bahwa bisa saja Haejoon, orang yang sempat menjadi kekasihnya itu hilang karena dibunuh.
"Member Mu, benarkah kau sudah mengenal mereka dengan baik" ujar Doyeon seraya memperlihatkan adegan di mana Johnny menarik dia dan melemparkannya ke lantai bawah.
"Ini tidak mungkin Johnny hyung, ia bukan orang sekasar itu" sahut Haechan menyangkal, namun saat video itu juga memperlihatkan member NCT yang lainnya, kecuali dia Winwin, dan Jaemin.
"Apa ini terjadi saat aku tidak ada di Korea?" Tanya Haechan cepat dan Doyeon pun mengangguk, ingatannya berputar pada seluruh lebam di tubuh Jaehyun.
"Kenapa mereka melakukan hal ini pada anda?" Tanya Haechan.
Doyeon menatap Haechan dengan ekspresi sedih, "itu karena aku bilang pada Jihoon, kalau aku akan menjemputmu dan membawa mu pulang kemari, serta membuatmu mewarisi Haneul grup, semua luka-luka di tubuhku tidak ada artinya saat aku akhirnya bisa melihat mu" jawab Doyeon.
"Kalau dia mengatakannya padaku, tentu saja aku akan memberikan semuanya padanya" jawab Haechan lirih, "lagipula, aku tidak perlu semua harta ini" lanjut Haechan.
"Kau tidak curiga dengan pernikahan mu yang diatur dadakan" pertanyaan Doyeon membuat Haechan terdiam, "kau bisa bertanya pada imo-mu, apa benar ia meminta pada mereka yang kini menadi pasangan mu agar menikahimu, Haechan itu hanya demi segala mahar yang nantinya kau terima akan menjadi milik mereka" jawab Doyeon.
"Imo tidak pernah menyinggung mahar apapun padaku" sangkal Haechan cepat.
Doyeon tersenyum maklum, "kau sudah terlalu mempercayai mereka rupanya, tapi paman tidak akan menyalahkan mu nak" jawab Doyeon. "Paman selalu hidup sebatang kara, dan jika akhirnya paman juga kehilangan dirimu lagi, maka paman akan merasa sangat sedih" sahut Doyeon kemudian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
FanfictionHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
