Sudah dua hari hubungan Haechan dan member dream memburuk, sebenarnya Haechan yang merasakannya. Lebih pada member Dream sekarang bersikap acuh, tidak pernah bertanya macam-macam, tidak pernah memperingatkan dia untuk tidak keluyuran dan yang pasti sudah tidak pernah menggodanya lagi.
Bahkan tidak ada satu pesan pun dari mereka yang Haechan terima saat ini. Tapi anehnya ia justru sering sekali mendapatkan pesan dari Hyunjin dua hari belakangan.
Bahkan pemuda itu terus mendesaknya untuk merayakan ulangtahun bersama dengan teman-teman mereka yang lain. Seperti saat ini Hyunjin sekali lagi memintanya.
Hyunjin
Ayolah Haechan, kudengar kau libur hari itu! Tidak ada salahnya kau ikut dengan kami bukan, kami hanya ingin merayakan ulang tahunmu.
Haechan
Ok
Hanya itu yang akhirnya ia balas pada pesan Hyunjin, lagipula ini juga yang menjadi pertengkarannya dengan member dream bukan. Tapi jujur saja perasaannya sama sekali tidak merasa senang.
"Jadi kau akan merayakan ulangtahun mu dengan Hyunjin dan teman-teman mu yang lainnya?" Tanya Yuta seraya meminum kopinya.
"Hm, dan aku...."
"Pergilah" ujar Yuta sebelum bangun dari duduknya, "semoga kau bersenang-senang" lanjut Yuta sebelum benar-benar pergi dari hadapan Haechan yang menggigit bibirnya.
"Aku tidak akan pergi kalau kau bilang tidak hyung, itu yang mau aku katakan" bisik Haechan lirih seraya menatap Yuta dengan pandangan terluka.
"Sepertinya member Ilichil juga terkesan menjaga jarak, meski mereka masih perhatian dan tidak mendiamkan ku tapi mereka tidak lagi melarangku melakukan apapun" bisik Haechan lirih.
Lalu Haechan melihat handphonenya dan menghubungi Winwin,
Haechan
Hyung, besok aku pergi dan berkumpul dengan teman-temanku
Haechan menanti tidak sabar pesan balasan dari Winwin, ia berharap lelaki itu akan melarangnya sehingga dia bisa beralasan pada Hyunjin.
Winwin
Ok
Senyum di wajah Haechan langsung luruh saat melihat balasan dari Winwin, ia meletakkan handphonenya dan duduk dengan lesu.
"Mau minum" tawar Jaehyun seraya menawarkan segelas jus.
Haechan menerima pemberian Jaehyun, keduanya lalu duduk dalam diam. "Hyung pasti juga marah padaku" ujar Haechan dengan nada pelan.
Namun Jaehyun hanya diam membuat Haechan lalu menatap pada lelaki di sampingnya yang tengah tersenyum lembut. "Kalau hyung marah maka hyung tidak akan menatap mu dengan senyum lebar seperti ini" ujar Jaehyun.
"Tapi kalian tiba-tiba berubah" cicit Haechan pelan.
Jaehyun meletakkan gelasnya disamping sebelum membawa Haechan dalam pelukannya. "Kau bilang ingin berteman bukan, kami hanya memberimu ruang" ujar Jaehyun seraya mengusap punggung Haechan dengan lembut.
"Tapi...."
"Haechan" potong Jaehyun cepat yang membuat Haechan terdiam, "kau mungkin terbiasa kami atur karena itu sekarang kau merasa tidak nyaman, perlahan-lahan kau pasti akan terbiasa" lanjut Jaehyun menjelaskan.
"Kalian pasti benci padaku" ujar Haechan pelan.
Jaehyun melepaskan pelukannya dan mengecup bibir Haechan pelan, membuat Haechan terdiam. "Dalam sebuah hubungan terkadang kebebasan itu perlu, asal kau janji pada hyung kepercayaan yang hyung beri jangan kau hancurkan, Karena Hyung mencintai mu, ani karena kami mencintai mu maka kami memberikan apapun yang kau mau sayang" penjelasan Jaehyun membuat Haechan menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
FanfictionHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
