Setiap kaki-kaki itu berlari dengan tidak sabar menuju tempat tinggal mereka selama ini. Satu orang yang sangat ingin mereka temui membuat rasa tidak sabar menjadi semakin besar, bahkan anak-anak dream juga ikut kembali ke tempat ini.
CKLEK
"Hm, lampunya gelap! Apa mungkin tidak ada orang?" ujar Renjun dengan nada heran seraya menatap sekeliling.
Doyoung bergegas menyalakan lampu dan menatap sekitar, mereka juga dengan cepat menuju salah satu kamar untuk mencari orang yang ingin mereka temui.
"Sepertinya dia tidak jadi pulang" ujar Jungwoo pada akhirnya saat melihat bahwa kamar tempat orang yang mereka cari tidak ada. Ekspresi menggebu yang tadinya masih ada kini hilang begitu saja.
Namun Taeyong mengerutkan keningnya bingung saat melihat lampu dapur yang menyala. "Ada seseorang di dapur" ujar Taeyong yang kini membuat semua orang serentak menuju dapur.
"Ssssstttt" ujar Taeyong saat melihat ada yang tertidur di dapur.
"Astaga, pulang-pulang dia malah memasak" ujar Jaehyun pelan. Mereka semua mendekati Haechan dengan langkah perlahan.
"Makanannya sudah dingin, ia pasti menunggu lama sekali" ujar Jeno merasa bersalah.
Meski mereka berbicara dengan suara lirih, namun tetap saja itu mengusik Haechan. Ia akhirnya membuka matanya dan tersenyum pada mereka semua. "Sudah pulang" ujar Haechan antusias, "ayo makan" ajak Haechan bersemangat namun hanya sesaat sebelum akhirnya ia menatap sedih makanannya yang sudah dingin.
"Sudah dingin" decak Haechan kecewa.
Tuk
Jungwoo menjawil hidung Haechan, "kan bisa dipanaskan, lagipula kami belum mandi" jawab Jungwoo yang membuat Haechan tersenyum senang.
"Okey kalian mandi, dan aku akan panaskan lagi makanannya" sahut Haechan bersemangat. Semuanya mengangguk sebelum berjalan pergi, sedangkan Haechan menatap pada Jaemin yang masih terdiam menatap dirinya.
"Wae?" Tanya Haechan bingung.
Namun Jaemin tidak mengatakan apapun dan hanya menempelkan keningnya dan kening Haechan. "Aku senang kau sudah baik-baik saja" jawab Jaemin sebelum akhirnya berbalik pergi meninggalkan Haechan yang tengah menatapnya dengan bingung.
Dua puluh menit setiap member sudah kembali dan duduk di area dapur dimanapun mereka bisa duduk. "Silahkan makan" ujar Haechan. Mereka semua lalu mengambil mangkok masing-masing namun baru disuapan pertama mereka menyadari bahwa Haechan tidak makan.
"Kenapa tidak makan?". Tanya Renjun.
"Kalian saja, ini nanti tidak akan cukup" jawab Haechan sembari tersenyum.
"Kau sudah makan?" Tanya Yuta dan Haechan mengangguk seraya menatap pada Johnny.
Yuta dan yang lain tersenyum kecil melihat tingkah menggemaskan Haechan yang tengaj berbohong tapi tidak mau menatap pada lawan bicaranya. "Ambil mangkuk mu dan makan, atau kau mau hyung yang suapi" sahut Yuta yang membuat bibir Haechan mencebik kesal.
"Makan Lee Donghyuck, jangan membuatku mengulang perkataan ku" sahut Yuta dengan nada tegas yang membuat Haechan pada akhirnya mengalah. "Tapi makanannya tidak akan cukup" sahut Haechan lirih.
Johnny mengusak rambut Haechan, "akan cukup tenang saja" jawab Johnny.
"Aku bisa pesan cemilan malam kalau memang kita belum kenyang nanti" sahut Chenle seraya mengangguk pada Haechan yang langsung tersenyum.
"Setelah makan maka kita akan bicarakan kejadian kau sampai harus absen selama ini" ujar Taeyong dengan nada tegas yang membuat Haechan berdecih dalam hati, padahal ia berpikir Taeyong tidak akan membahasnya kalau ia mau memasak dan menunggu mereka pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
FanfictionHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
