Yuta awalnya ingin ke kamar mandi, namun saat mendengar suara berisik di dapur ia pun memutuskan untuk ke dapur. Yuta tertegun melihat Haechan yang sedang mencuci piring. "Dia pasti tidak bisa tidur lagi" batin Yuta seraya mendekati Haechan.
Puk
"AAKKKHHH" teriak Haechan yang mengejutkan Yuta, namun bukan itu yang menjadi fokusnya kini. Tapi Haechan yang nampak bergetar ketakutan, "kau baik-baik saja?" Tanya Yuta yang baru akan mendekati Haechan namun lelaki itu malah mundur seraya memejamkan matanya.
"Jangan mendekatiku aku mohon" lirih Haechan dengan nada takut.
Yuta tiba-tiba menyadari sesuatu, trauma! Haechan-nya trauma. "Donghyuck, ini hyung" panggil Yuta pelan. "Ini Yuta hyung" lanjut Yuta lagi saat Haechan belum merespon ucapannya.
"Haechan" panggil Yuta lembut yang membuat Haechan akhirnya membuka matanya dan melihat pada Yuta. "Hyung" panggil Haechan lirih, Yuta dengan cepat membawa Haechan ke dalam pelukannya.
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa sayang" bisik Yuta menenangkan, sedangkan Haechan sendiri berusaha untuk tidak menangis lagi, ia hanya memeluk punggung Yuta dengan erat.
Yuta melepaskan pelukannya dan menatap pada Haechan yang juga tengah menatapnya. "Kau tidak bisa tidur?" Tanya Yuta dan Haechan pun mengangguk.
"Bayangan buruk selalu hadir saat aku ingin memejamkan mataku" bisik Haechan lirih yang membuat Yuta mengepalkan tangannya tanpa sadar. Dia tiba-tiba ingat bahwa bajingan tua itu masih ada di tangan Jihoon dan belum sempat ia bereskan.
"Ayo tidur di kamar hyung" ajak Yuta yang membuat Haechan terdiam.
"Wae?" Tanya Yuta dan Haechan pun menggelengkan kepalanya pelan, "lebih baik selesaikan cuci piringnya dulu hyung" jawab Haechan yang membuat Yuta mengangguk.
"Tunggu disini, hyung akan bereskan" jawab Yuta.
"Tapi hyung.." bantah Haechan.
"Ssstttt" sahut Yuta yang tidak mau dibantah. Pada akhirnya Haechan pun memilih untuk diam dan menunggu hingga Yuta selesai.
Haechan langsung berdiri saat melihat Yuta sudah selesai, namun Haechan sempat berjengit kaget saat tiba-tiba tubuhnya diangkat dan dia sudah dalam gendongan Yuta.
"Pegangan" ujar Yuta yang membuat Haechan langsung memeluk leher Yuta.
Haechan tahu Yuta bukan clean freak seperti Taeyong, namun ia tidak tahu jika kamar lelaki itu bisa sama rapinya dengan kamar Taeyong. Saat ia dibaringkan di tempat tidur Haechan hanya duduk diam saat Yuta justru pergi ke kamar mandi.
Tidak lama Yuta berbaring di kasur yang diikuti oleh Haechan, saat tubuhnya di tarik lembut agar merapat pada Yuta pun dia tidak menolak. "Tidurlah, ada hyung disini" ujar Yuta berbisik membuat Haechan langsung memejamkan matanya.
Entah karena Haechan tengah lelah, atau memang alam bawah sadarnya mengetahui bahwa ia tengah aman hingga membuatnya cepat terlelap. Sedangkan Yuta masih belum memejamkan matanya, ia mencium pucuk kepala Haechan berulang kali, untuk meredakan perasaannya yang terasa tidak nyaman.
********
Sedangkan di tempat lain, dua preman yang tadi hampir merampok dan melecehkannya kini tengah terbaring tidak berdaya akibat dipukuli oleh belasan orang. Jeritan minta tolong serta meminta pengampunan sama sekali tidak digubris oleh orang-orang yang memukuli dua orang ini.
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki terdengar di gudang sepi, tempat dua orang ini dipukuli. "BOS" ujar belasan orang dengan nada sopan seraya membungkuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
FanfictionHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
