Prolog

117K 2.8K 9
                                        

"Kasih saya alasan yang tepat, Sava. Alasan kamu yang ingin fokus kuliah dan mengejar karier sama sekali gak masuk akal," kata Afkari menatap Sava tajam.

Sementara gadis yang ditatap, menunduk tak berani menatap Afkari. Afkari sudah berbulan-bulan menahan amarahnya dan kini pria itu mencoba mengeluarkan semuanya.

"Sava," panggil Afkari agar Sava mau merespons perkataannya.

Sava menghela napasnya, lalu mendongak menatap Afkari.

"Apanya yang kurang jelas?—"

"Alasan kamu," potong Afkari.

Bagaimana bisa Sava mengatakan bahwasannya alasannya sudah jelas? Padahal jelas-jelas saat mereka tengah persiapan pernikahan, Sava dan Afkari sudah setuju kalau Sava akan tetap menyelesaikan studinya juga mengejar kariernya. Namun, di tengah-tengah mereka mempersiapkan pernikahan, Sava tiba-tiba meminta untuk membatalkan pernikahan dengan alasan ingin fokus kuliah dan mengejar karier.

"Alasannya udah jelas, gak ada lagi yang perlu dijelaskan."

***

Halooooo

Cerita baru aku yang judulnya Choice.

Semoga suka. Jangan lupa tinggalkan jejak yah

Bye bye

Choice (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang