"Kalo yang cowo kel...."
Belum sampai menyelesaikan bicaranya tiba-tiba pintu terbuka.
Seseorang mulai berjalan masuk dan akan menaiki tangga, yang kemudian terlihat oleh Anton dan dipanggilnya.
"Raka! Sini nak sebentar" panggil Anton melambaikan tangannya.
"Raka??" gumam Mala yang sempat berpikir Raka yang dipanggil Anton adalah cowo dingin di sekolahnya.
"Bukan lahh!" Mala kembali berbicara sendiri dan meyakinkan diri mungkin Raka yang dimaksud bukan Raka seperti yang ada dipikirannya, karena ada banyaknya nama Raka.
"Iya" jawab Raka sambil berjalan mendekat.
Tetapi dugaan Mala benar Raka yang datang adalah Raka cowo dingin sekolahnya.
Raka yang melihat tamu kemudian menyalami tangan mereka dan menyapanya "Om, tante" sapa Raka dengan khas muka datarnya.
"Cakep ya kaya Anton waktu muda" goda Brayn kepada Anton.
"Hehe bisa aja lo" Anton tertawa keras.
Mata Raka yang melihat-lihat orang disana terhenti pada Mala, kini keduanya saling bertatapan tanpa sapaan atau mengatakan apapun. Mereka hanya diam saling heran.
Om Anton adalah ayah dari kakak kelas yang pernah ditaksir Mala sewaktu SMP. Pria penuh kasih sayang, baik dan ramah yang pernah menolongnya di sekolah beberapa kali yang membuat Mala jatuh cinta pada pandangan pertamanya. Meski belum sempat menyatakan atau berbincang-bincang, karena waktu itu Mala harus pindah sekolah mengikuti keluarganya ke luar negeri. Ke Australia tepatnya.
Raka. Kakak kelas Mala sewaktu SMP yang kemudian menjadi cinta pertamanya. Mala mengetahui jika cinta pertamnaya adalah anak om Anton tapi tidak pernah tau namanya. Tapi Raka sekarang berbeda dari yang dulu, Raka telah berubah sepenuhnya hingga Mala tidak mengenalinya lagi.
Ternyata alasan dibalik perubahan Raka adalah ibunya.
Ibunya telah meninggal beberapa tahun yang lalu saat Raka masih duduk dibangku SMP. Kepergian ibunya membuat Raka terguncang hebat. Hanya ibunya yang mampu mengerti akan dirinya karena ayahnya terlalu sibuk bekerja.
Sementara Dara hanyalah ibu sambungnya yang belum sepenuhnya dapat diterima oleh Raka.
Dari situlah Raka mulai menjadi dirinya saat ini. Raka yang sangat misterius, Raka yang dingin tak berperasaan, Raka yang emosian dan Raka yang kejam.
Kini Mala akhirnya menemukan cinta pertamanya, yang sebenarnya masih Mala cintai hingga saat ini. Banyak lelaki yang datang mengincar dan menyatakan cinta, tapi selalu ia tolak karena masih mencintai cinta pertamanya yang belum sempat ia ajak bicara. Yang ternyata adalah Kalendra Raka Bimantara.
Raka kemudian meninggalkan mereka dan naik ke kamarnya.
Waktu telah menunjukkan pukul 21.03 yang kemudian membuat keluarga Brayn pamit untuk pulang.
"Duluan Ton udah malem soalnya" pamit Brayn di dalam mobil dengan keluarganya.
"Iya, hati-hati. Kapan-kapan makan malem bareng ya Ray" yang kemudian diacungi jempol oleh Brayn.
Mereka pun meninggalkan rumah besar keluarga Anton.
.........................
HARI SENIN
Drett...Drett...
Getar handphone Mala yang berbunyi membangunkan Mala dari tidurnya. Mala kemudian mengangkatnya dengan mata masih terpejam.
"Hallo" Mala mengawali.
"Hallo, lo udah di sekolah??" suara Dewi dari teleponnya berniat meminta tolong untuk mengijinkannya terlambat masuk kelas karena ia bangun kesiangan.
"Sekolah??" tanya Mala dengan suara lemas karena baru bangun tidur.
"Jangan bilang lo baru bangun!!" suara Dewi ngegas.
Mala langsung membuka mata dan melihat jam dilayar handphonenya.
Jam menunjukkan pukul 06.40 sementara sekolah dimulai pukul 07.00
Mala melototkan matanya kemudian duduk dengan telepon yang masih tersambung ditangannya.
Mala mengambil jam alarmnya yang tidak berbunyi.
"Siall!! Rusak!!" sambil membanting handphone juga jam alarm ditangannya ke kasur. Dan berlari ke kamar mandi.
"Hallo!!"
"Mala!!"
"La, Mala lo masih disana??"
Suara Dewi dari telepon yang masih tersambung dengan Mala.
Karena tidak ada sahutan dari Mala, Dewi kemudian memutuskan teleponnya dan mengirimi Mala pesan.
"Gue jemput lo" isi pesan yang dikirim Dewi.
Mala segera mandi dan memakai seragamnya.
Setelah selesai mala mengambil handphone dan tas lalu bergegas turun ke bawah.
Mala menuruni tangga sambil mengancingi seragamnya dan sadar dirinya belum memakai dasi.
"Dasi gue!!" geram Mala dan naik kembali mengambil dasinya.
Sampai didepan rumah, Mala kemudian membuka pintu mobil tapi terhenti karena suara klakson motor Dewi.
"La ayo!!" teriak Dewi didepan pintu gerbang.
Mala bergegas menghampiri Dewi dan menutup kembali pintu mobilnya.
Dewi melempar helm hitam kepada Mala yang untung dapat ia tangkap.
"Buruan naik!!" suruh Dewi.
Mala langsung memakai helm dan naik ke motor ninja Dewi. Mereka pun langsung berangkat.
Di sekolah semua siswa, guru dan karyawan berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera di halaman sekolah. Semua siswa mulai membentuk barisan sejajar dengan memakai seragam rapi dilengkapi atribut-atributnya.
Upacara berlangsung.
"Kepada sang merah putih hormat grak!"
Terdengar lagu indonesia raya sedang dinyanyikan.
Mala dan Dewi sampai didepan pintu gerbang sekolah.
"Pak bukain pak!!" teriak Mala sambil mengedor-gedor pintu gerbang.
"Percuma, ga bakal dibukain" jawab Dewi tenang seperti sudah terbiasa terlambat.
Hari ini pertama kalinya Mala terlambat masuk ke sekolah karena bangun kesiangan.
Tintt..
Suara klakson motor dibelakang mereka yang membuat Mala dan Dewi kemudian menoleh.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Ficção AdolescenteNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
