"Kerja bagus untuk hari ini Bella dan semoga kamu betah bekerja diperusahaan ini"
"Terima kasih juga telah menerima saya bekerja disini pak" jawabnya formal menjabat tangan Raka.
Bisa dikatakan Bella wanita yang pintar, sopan dan tau cara memposisikan diri. Seperti saat dikantor ia akan memanggil Raka dengan sebutan Pak karena bagaimanapun Raka adalah atasannya berbeda saat ia diluar kantor.
"Kalo gitu saya pergi duluan" ucap Raka yang akan pulang karena pekerjaannya sudah selesai hari ini.
"Tunggu kak"
Raka ingin segera pulang untuk menyelesaikan kesalahpahaman dengan istrinya, tapi Bella malah mengajaknya pergi ke restoran. Sebenarnya Raka ingin menolak tapi Bella terus memohon memintanya untuk makan malam bersama sebagai ucapan terimaksih kepada Raka yang telah mengijinkannya bekerja di kantor. Oleh karena itu Raka menyetujuinya.
"Apa kakak bahagia?" tanya Bella spontan.
"Maksudnya?" Raka mengernyitkan dahinya sembari tersenyum tipis.
"Aku dengar kakak menikah karena perjodohan, oleh karena itu Bella tanya apa kakak bahagia?"
"Tentu saja kakak bahagia"
"Kakak yakin? Bukankah pernikahan itu terpaksa dan seingat Bella dulu kakak akan menikahi kekasih kakak waktu SMA"
"Bukan hanya bahagia tapi sangat bahagia. Awalnya memang sulit menerima kehadiran Mala tapi kakak rasa saat ini kakak benar-benar sangat mencintainya" jelas Raka tersenyum sembari membayangkan wajah Mala.
Meskipun terlihat senyum tapi sebenarnya Bella sedikit kesal ia mengepalkan tangannya kuat.
"Lalu kekasih SMA kakak?"
Raka menggeleng acuh sebagai jawaban. Senyumnya pudar mendengar nama dan membayangkan wajahnya saja begitu menjijikkan baginya. Memang benar ia pernah sangat mencintainya tapi bukankah itu hanya di masa lalu?untuk sekarang ia hanya akan fokus dengan rumah tangganya dan Raka rasa kini hatinya terisi full dengan Mala.
Raka melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 20.05 "Oh ya, udah jam segini kakak pulang duluan, kamu gapapa kan pulang sendiri?"
"Iya gapapa" Raka bergegas meninggalkan restoran.
Sekitar 15 menit berlalu...
Raka baru sampai di rumah. Ia sangat lelah mengikuti semua permintaan Bella. Entah kenapa juga ia tidak bisa menolak jika tentang Bella dan hanya bisa menurutinya. Mungkin karena rasa sayang terhadap adiknya itu.
Saat sampai di kamar ia kebingungan dan panik, karena sang istri tidak ada.
"Mala! Mala!!" panggil Raka.
"Sayang kamu dimana?"
Raka memanggil nama Mala sembari mengecek kamar mandi, tapi tidak ada juga. Ia turun kebawah menyusuri hingga kepenjuru ruangan, namun tidak didapati istrinya itu dimana-mana.
"Malaa..."
Raka sangat panik karena tidak menemukan sang istri. Ia sangat takut jika terjadi sesuatu hal buruk dengan istri dan anaknya.
"Sayang. Ayo angkat telponnya" Raka mondar-mandir sembari terus menghubungi nomor Mala. Namun nihil ponsel Mala tidak dapat dihubungi.
"Kamu dimana sayang?" gumam Raka fokus dengan hpnya mencari nomor sang mertua.
Tut..tut..
"Hallo ma, Mala ada dirumah mama?"
"Iya nak, Mala ada dirumah mama" mendengar itu Raka menghembuskan napas lega.
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Teen FictionNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
