"Kak Raka!" seorang gadis berlari dan langsung memeluk Raka. Tangan Raka terlepas dari pinggang Mala, yang membuat Mala sedikit menyingkir.
"Bella!" Raka membalas pelukan itu.
"Kak Raka apa kabar? Bella kangen banget sama kakak"
"Kakak baik, gimana kabar kamu?" tanya Raka mengelus kedua lengan Bella layaknya seorang kakak kepada adiknya. Umur mereka hanya terpaut satu tahun yang artinya Bella seumuran dengan Mala.
"Bella juga baik kak" atensi Bella beralih kepada Mala yang ada disamping Raka "Dan...ini siapa kak?" tanya Bella memperhatikan Mala dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
"Ini istri kakak" Raka kembali mendekatkan Mala.
"Loh kak Raka udah nikah?" yang dibalas anggukan oleh Raka.
"Hallo aku Mala"
"Bella" setelah bersalaman Bella buru-buru melepaskan tangan Mala dan mengandeng lengan Raka.
"Ayo kak!" seret Bella yang kemudian Raka mengandeng tangan istrinya.
"Selamat malam semuanya" semua orang menatap sumber suara. "Karena semuanya sudah hadir mari kita merayakan kejayaan keluarga Banuarta dan selamat menikmati makanannya!" Bagas yang bersuara selaku anak pertama dan lima bersaudara.
Seluruh pelayan mengeluarkan makanan dan menatanya di meja utama. Meja berbentuk lingkaran besar dengan kursi di sekelilingnya. Semua orang sibuk dengan makanannya masing-masing.
Hanya acara makan malam, namun penuh kehangantan yang membuat hati siapapun akan bahagia. Hal itu pula yang Mala rasakan. Berada ditengah keluarga Raka, membuat ia merasa jika dirinya benar-benar diterima. Ia menjadi salah satu wanita palinga bahagia didunia memiliki suami yang baik padanya meskipun awalnya tidak begitu dan dapat di terima di seluruh keluarga suaminya.
"Mau apa sayang?" tawar Raka melihat piring Mala yang masih kosong.
"Mau daging aja" Raka menaruhnya dipiring Mala.
Saat sedang makan, mata Mala tak sengaja menangkap sosok wanita yang pernah ia temui di pesta keluarga Vano.
"Raka, itu siapa?" bisik Mala yang membuat Raka ikut melihat seseorang yang Mala maksud.
"Ohh..itu tante Lia, kenapa sayang?" Mala mengeleng. Ia tidak ingin merubah suasana dengan meberitahu Raka di acara keluarga yang bahagia ini dengan mengacaukannya.
"Oma kedalam dulu, nikmati makananya Nak" pamit Oma yang persis duduk disamping Mala.
"Iya Oma" Mala membantu Oma Atlana berdiri dari duduknya.
Udara yang dingin dan semakin malam, membuat wanita tua itu harus sudah beristirahat, tubuhnya yang rentan membuatnya dituntun Bella untuk masuk kedalam rumah. Mala yang juga merasakan dingin mulai menyentuk kulitnya, mengelus lengannya sendiri. Raka melepaskan jaketnya dan dipakai kan ke tubuh Mala.
"Kita masuk aja ya sayang" Mala mengangguk, keduanya meninggalkan meja yang masih banyak orang berkumpul berbincang-bincang.
Satu per satu keluarga meninggalkan kediaman Banuarta, menyisakan sepasang suami istri dan juga Bella untuk menemani Oma Atlana.
"Lucu banget!" gemas Mala melihat-lihat album foto keluarga Raka.
"Ini minumnya sayang" Raka ikut duduk disamping Mala. Mereka memutuskan untuk bermalam disana, selain permintaan Omanya, Raka juga masih sangat rindu dengan sang Oma. Raka yang jarang-jarang berkunjung membuat keduanya saling merindu.
"Makasih sayang" Mala meminum susunya.
"Gimana hari ini capek sayang?" tanya Raka sembari memijat kaki istrinya.
Mala menggeleng "Engga, aku bahagia banget bisa kenal kelurga kamu" jawab Mala memeluk singkat Raka.
"Gimana anak papa?" tanya Raka beralih mengelus perut Mala.
"Senang sekali papa!" jawab Mala menirukan suara anak kecil. Raka mengecup kening Mala dan kembali melihat foto-foto itu bersama Mala.
Tangan Mala berhenti pada satu foto yang ditatapnya lekat. "Itu bunda" Mala terus memperhatikan wajah cantik didalam foto itu, jika diperhatikan wajah dan matanya persis seperti milik Raka.
"Cantik" Mala tersenyum.
Mala mulai membalik kembali album foto itu. Fokusnya teralih kembali melihat foto anak kecil yang kira-kira baru berusia 7 atau 8 tahun. Ia menebak foto anak laki-laki itu adalah Raka, tapi untuk gadis yang tersenyum manis disampingnya...
"Ini siapa?"
"Itu Bella" Mala menatap Raka.
"Ga usah cemburu sayang" Raka mencubit pipi Mala. Raka sebenarnya tau saat Mala bertemu Bella ada tatapan aneh antar keduanya, belum lagi saat makan malam, Mala dan Bella saling curi-curi pandang tanpa ekpresi.
"Engga, siapa yang cemburu" sewot Mala kembali membalik foto.
"Dia itu anak yatim piatu" Mala kembali menatap Raka, dari tatapannya Raka tau bahwa istrinya itu butuh penjelasan tentang kedekatannya dengan sang sepupu.
"Dari kecil dia diasuh sama Oma dan baru saja kembali dari Amerika, orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil saat akan mengantarkan Bella ke rumah sakit. Dari dulu dia deket banget sama aku juga kak Tania, maka dari itu dia aku anggap seperti adikku sendiri" Mala mengangguk, jujur saja ia tadi tidak suka dengan Bella, tapi sekarang dirinya merasa iba dengan kisah kelurga mereka.
"Jadi kedepannya kamu ga boleh cemburu, antara aku sama Bella hanya sebatas saudara tidak lebih"
"Iyaaa...."
"Kalo gitu sekarang tidur ya" Raka menutup buku album itu dan disimpannya kedalam laci meja.
Cup...
Seperti biasa Raka akan mengecup kening Mala dan setelahnya tidur sembari memeluknya.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Novela JuvenilNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
