Bab 12 : Raka's Graduation

1.8K 139 7
                                        

"Tu anak kenapa? Perasaan kemarin-kemarin masih ngejar-ngejar lo??" tanya Dito kepada Raka.

Raka menoleh ke belakang melihat Mala yang sudah jauh melewatinya.

"Baguslah!" jawab Raka yang tidak peduli dan kembali berjalan diikuti keduanya.

Tiga hari telah berlalu.

Kini saatnya ujian dimulai. Mala yang merasa sudah siap yakin dapat mengerjakan semaksimal mungkin.

Mala mengerjakan ujiannya dengan serius dan terus fokus untuk tidak memikirkan hal lain.

Hari berganti hari.

Saat-saat yang menegangkan bagi seluruh siswa yakni hari pengumuman nilai dan peringkat dari seluruh kelas yang akan terpajang di mading sekolah.

Mala dan Dewi menelusup masuk ke antara kumpulan siswa siswi yang telah berada di depan mading untuk melihat nilai mereka dari dekat.

Betapa kagetnya Mala saat melihat namannya berada di peringkat satu dengan rata-rata nilai 93,45 yang disusul dengan nama Dewi di peringkat ke tiga.

Keduanya merasa senang dan langsung saling merangkul sambil tersenyum bahagia meninggalkan mading.

Senyumnya perlahan pudar saat ia harus bertemu Raka dengan kedua temannya yang juga hendak melihat kelulusan mereka yang terpajang di mading.

"Selamat Mala" ucap Vano yang menghampirinya sehabis melihat mading.

"Makasih" jawab Mala yang kemudian meninggalkan Vano, Raka dan kedua temannya itu.

Mala kini sudah menyerah mengejar Raka dan terus menghindarinya saat bertemu. Meski begitu sebenarnya Mala masih mencintai Raka, akan lama untuk dirinya benar-benar melupakan Raka.

.....................

Hari kelulusan tiba saat dimana anak-anak harus berpisah untuk melanjutkan mengapai impian masing-masing.

Satu per satu nama dipanggil untuk prosesi wisuda yang disaksikan orang tua murid kelas 12 dan seluruh siswa.

Setelah prosesi wisuda selesai Dito naik ke podium untuk memberikan sambutan selaku ketua osis SMA Pelita Bangsa.

"Selamat pagi semua.
Kepada yang terhormat bapak kepala sekolah SMA Pelita Bangsa.
Yang kami hormati, bapak ibu guru beserta staff karyawan SMA Pelita Bangsa.
Dan teman-teman sekalian yang saya sayangi dan saya banggakan.
Bapak ibu guru beserta hadirin yang berbahagia, perkenalkan saya Dito Ranjaya mewakili teman-teman kelas 12 untuk menyampaikan sepatah dua patah kata untuk acara pelepasan siswa kelas 12 SMA Pelita Bangsa.

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat kemarin rasanya saya baru saja menginjakkan kaki di sekolah ini, belajar dan berkenalan dengan teman-teman semua. Tapi sekarang kami sudah harus berpisah dari sekolah ini untuk melangkah keluar megejar masa depan dan cita-cita kami.

Mohon maaf atas segala kesalahan yang kami perbuat kepada bapak ibu guru. Semoga kesabaran bapak ibu guru sekalian dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa dan dapat menjadi amal kebaikan. Kami memohon doa restu kepada bapak ibu guru untuk menuntut ilmu dan mengejar cita-cita kami.

Jutaan kata terima kasih kami ucapkan kepada bapak ibu guru. Kami akan selalu mengingat jasa bapak ibu guru dimanapun kami berada.

Begitupula kepada teman-temanku, terima kasih untuk waktu tiga tahunnya saling memberi semangat dan support.
Semoga cita-cita kalian bisa tercapai.
Cukup sekian dari saya dan terima kasih"

Terdengar suara gemuruh tepuk tangan memenuhi aula wisuda. Terlihat pula ayah Dito bertepung tangan dengan semangat merasa bangga kepada anaknya.

"Selanjutnya mari kita panggilkan wisudawan terbaik tahun ini" ucap seorang MC menggunakan mikrofonnya.

"Untuk nama-nama yang kami panggil dimohon untuk naik ke atas panggung bersama orang tua masing-masing" lanjut MC.

"Wisudawan terbaik ke tiga atas nama Amanda Mahendra putri Branden Mahendra" gadis yang biasa dipanggil Manda itu pun naik ke atas panggung bersama ayahnya.

"Wisudawan terbaik ke dua atas nama Kalendra Raka Bimantara putra Anton Bimantara" Raka yang nampak gagah dengan balutan jas berwarna hitam naik ke atas panggung bersama ayahnya.
Saat naik ke atas panggung terlihat Raka saling melempar senyum kepada Manda.

"Yang terakhir wisudawan terbaik pertama atas nama Dito Ranjaya putra Kalvin Ranjaya" tak bisa dipungkiri bila Dito berada di peringkat pertama karena ia sering sekali menjadi perwakilan sekolahnya. Dito naik bersama ayahnya yang terlihat dari wajahnya sangat-sangat bangga kepada putranya.

Semuanya disambut dengan tepukan-tepukan yang meriah.

"Baiklah untuk wisudawan terbaik beserta orang tuanya dapat saling mendekat untuk sesi foto bersama"

Saat berfoto Raka terlihat sangat dekat dengan Manda. Mala yang melihatnya kemudian mengajak Dewi untuk pulang toh sebentar lagi acara wisuda akan selesai.

Mala dan Dewi sampai di parkiran sekolah.

"Dew gue bareng lo boleh ga??" ucap Mala.

"Boleh. Tapi gue ke rumah sakit dulu sebentar buat jenguk nenek gue" jawab Dewi.

"Ga jadi deh Dew gue takut ganggu momen kalian berdua"

"Serius ga jadi La? Gapapa kalo lo mau ikut"

"Ga lah Dew salamin aja ke nenek lo semoga cepet sembuh"

"Makasih doanya, kalo gitu gue duluan ya La"

"Iya ati-ati Dew" Mala melambaikan tangannya kepada Dewi yang telah melajukan motornya.

Bersambung...

AMALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang