"Sayang hari ini kita keluar yuk!" ajak Raka yang tengah bersantai.
"Kemana?"
"Ketemu anak-anak" anak-anak yang Raka maksud adalah anggota black moon.
"Engga ah, bosen nanti nunggu kamu ngobrol sama mereka" tolak Mala karena ia merasa akan menjadi satu-satunya wanita disana.
"Kan ada pacarnya Vano sayang, ada juga pacarnya anak-anak yang lain. Kamu nanti bisa ngobrol sama mereka" bujuk Raka sembari mengelur rambut Mala. Sebenarnya lama Raka tidak berkumpul dengan teman-temannya, tapi jika Mala tidak mau pergi tentu saja ia tidak akan pergi.
"Ya udah aku siap-siap dulu" jawab Mala mengiyakan, jujur saja ia bosan terus-terusan berada dirumah.
"Iya sayang" senyum Raka sumringah ia pikir Mala akan menolak.
****
"Boss! Disini!" lambai Dito memberitahu Raka.
Raka menghampiri meja mereka, memegang pinggang Mala dengan posesif.
"Makin lengket aja bos kaya perangko" goda Reksa si bocah konyol yang mendapat tatapan tajam dari Raka.
"Eh..bu boss, apa kabar?" Reksa mengalihkan pandangan mengulurkan tangan kepada Mala. Namun langsung ditepis Raka masih dengan tatapan tajamnya.
"Ga usah pegang-pegang istri gue, lo ya!!"
"I-iya bos ga dipegang cuma nanyain kabar" ucap Reksa yang kembali ke tempat duduknya.
"Duduk aja Rak, ga usah dengerin bocah gila!" kali ini Arga yang bersuara.
"Apa kabar Mal, udah sehat lo?" tanya Vano, tanpa menyapa Raka terlebih dahulu. Kali ini Vano yang mendapatkan tatapan tajam.
"Udah kok"
"Kenalin nih cewek gue Lily!" ucap Vano memperkenalkan kekasihnya dengan bangga. Tentu saja ia bangga karena mendapatkan wanita cantik, mukanya seolah sedang pamer.
"Anjir songong lo!!" teriak Edo dari meja sebelah.
"Biar! Daripada lo masih jomblo!" Vano membalas dengan mengejek.
"Hai! Gue Mala!" sapa Mala mengulurkan tangannya.
"Gue Lily!" balas Lily sembari tersenyum.
Mala, Lily dan wanita lainnya duduk dimeja yang berbeda mereka asik membicarakan hal-hal random layaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
"Gue permisi dulu ya udah sore banget ternyata" ucap Mala berpamitan yang diiyakan oleh semuanya.
"Raka!" panggil Mala menghampirinya.
"Apa sayang?"
"Ayo pulang udah sore!" ajak Mala yang langsung disetujui oleh Raka.
"Gue sama Mala duluan. Kapan-kapan kita kumpul dimarkas" pamit Raka kepada yang lainnya.
"Siap boss" balas mereka serentak.
"Nurut banget tuh bocah sekarang sama istrinya" ucap Arga terkekeh.
"Jadi bos bucin sekarang" sambung Reksa yang membuat semuanya tertawa.
****
Sampai dirumah Mala langsung merebahkan tubuhnya di sofa.
"Hari ini kamu ga usah masak, ya sayang" kata Raka.
Mala langsung terduduk, memandang Raka dengan wajah bingung.
"Loh! Kenapa?"
"Ada pesta, Vano pengen kita dateng"
"Ohh gitu, ya udah aku mandi dulu, habis itu siap-siap" ucap Mala girang sudah lama ia tidak menghadiri pesta.
Mala sudah selesai mandi, begitupun Raka.
"Kok masih pakai handuk sayang?" tanya Raka melihat Mala.
"Aku bingung harus pakai baju apa" kata Mala sambil memilih-milih baju yang ada dilemari.
"Pakai yang mana aja, yang penting nyaman di kamu. Lagian kamu pakai baju apa pun tetap cantik kok!"
"Ga membantu sama sekali jawabannya!" ucap Mala cuek, tapi sedang menahan salting.
Raka mendekat ke arah lemari. Memakai kaos hitam polosnya yang dibalut jas hitam juga jeans hitam.
"Acaranya semi formal, jadi kamu bisa pakai yang mana aja!"
"Aku pakai yang ini aja kalo gitu"
Mala mengenakan gaun malam berwarna putih dengan riasan sederhana yang tidak bisa menyembunyikan kecantikan alaminya, serta memakai beberapa perhiasan yang menambah karismanya.
"Cantik banget istri aku!" puji Raka menoel hidung mancung Mala.
Blush...
Lagi-lagi Mala dibuat salting, ia langsung menarik Raka untuk segera berangkat.
***
Pesta peresmian butik keluarga Vano itu diadakan di Lucia Hotel, hotel eksklusif dan dikenal sebagai hotel bintang tujuh.
Digandengnya Mala dengan romantis memasuki ruangan. Badan tinggi nan tampan, meski wajahnya selalu terlihat dingin Raka tetap seperti sebuah magnet. Kemana pun ia pergi, ia akan selalu menjadi pusat perhatian.
"Pak Raka"
"Pak Raka"
Raka berjalan dan mendengar beberapa salam hormat. Para pengusaha besar menyambut dan menyapanya secara langsung.
Raka mengangguk sopan sebagai jawaban atas sapaan semua orang. Ia juga tak lupa memperkenalkan Mala sebagai istrinya. Banyak pujian yang Mala dapatkan, yang kemudian dibalasnya dengan senyuman.
Setelah menyapa keluarga Vano dan keluarga konglomerat lainnya, Raka dan Mala duduk disalah satu meja VIP yang telah disediakan dan menikmati acarnya.
"Kamu tunggu sebentar ya sayang, aku ambilin minum!"
Mala mengangguk sambil menikmati beberapa hidangan. Tempat itu begitu ramai dan tak ada orang yang Mala kenal, sehingga ia hanya duduk diam.
"Istrinya Raka ya?" sapa seorang wanita yang jika dilihat-lihat usianya sama dengan usia mama Mala.
Bersambung...
Banyak yg vote kita lanjut..
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Novela JuvenilNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
