"Mamaa" teriak Mala menghampiri sang ibu. Pulang dari rumah sakit Mala meminta kerumah ibunya.
"Pelan-pelan sayang" peringat Raka melihat Mala yang berlari.
"Tumben anak mama kesini ga ngabarin"
"Mala punya kejutan buat mama!" potong Mala.
Mala menuntun tangan Tari ke perutnya yang membuat Tari bertambah bingung.
"Kamu hamil?!" tanya Tari tau maksud Mala.
Mala mengangguk "Selamat mama akan jadi nenek"
Tari terkejut langsung memeluk Mala erat. Terharu bahagia membuat Tari meneteskan air matanya kini artinya rumah tangga anaknya baik-baik saja dan Raka benar-benar menepati ucapannya.
"Awsss..." rintih Mala.
"Kenapa nak?"
"Kenapa sayang?" tanya mereka sama khawatirnya.
"Mala laper..." Mala menanpilkan sedikit giginya.
"Kamu bikin khawatir mama" lega Tari "Ayo makan, kebetulan mama masak banyak" sambung Tari mengajak anak dan menantunya masuk.
Mereka duduk dimeja makan bersama, Mala begitu lahap memakan makanannya.
"Makannya pelan-pelan" ucap Raka sembari menaruh sayur dipiring Mala.
"Oh iya, Papa kemana ma?" tanya Mala melihat sekeliling.
"Papa ke luar negeri nak, tadi mama udah ngabarin, papa seneng banget dan katanya pengen cepet-cepet ketemu cucunya"
"Mala juga pengen cepet ketemu papa" tak heran papa Bryan yang sering bolak-balik ke luar negeri sejak dulu membuat Mala juga sering merindukan ayahnya.
"Kalo gitu Raka sama Mala pamit pulang ma" Raka menyalami tangan Tari, begitu juga dengan Mala.
"Jangan lupa kabari Papa dan Mama kamu" ucap Tari yang membuat Raka merubah ekspresinya tapi tetap dianggukinya.
"Iya ma" jujur Raka malas jika harus kerumah papanya, apalagi ia akan bertemu ibu sambungnya, melihatnya saja membuatnya kembali marah. Raka masih membenci Dara.
"Hati-hati ya nak, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya!" imbuh Tari.
"Iya ma, kita pamit" jawab Raka yang kemudian menuntun Mala menuju mobil. "Pelan-pelan" tuntun Raka mengandeng tangan Mala.
Tak hentinya Tari tersenyum melihat kebahagiaan putrinya. Raka benar-benar berubah dan impian Mala terwujud untuk memiliki keluarga yang bahagia. Semoga.
****
"Sayang"
"Apa sayang" tunggu dulu sayang? Mala memanggilnya sayang?
"Akhirnya!" gemas Raka mencium pipi Mala.
"Ihh...udah, aku pengen sesuatu" sebal Mala dengan tingkah Raka yang terus menciumnya.
"Pengen apa sayang?" tanya Raka mendengarkan.
"Pengen mangga.."
"Ya udah aku ambilin sekarang!" potong Raka tak sabaran beranjak dari kamarnya.
"Denger dulu, aku pengennya mangga muda yang dipetik langsung dari pohonnya" ucap Mala menahan pergerakan Raka.
"Ini udah malem sayang, mau cari dimana malam-malam begini?" tutur Raka lembut.
"Kamu ga mau?" mata Mala berkaca-kaca, hormonnya yang membuat Mala begini.
"Iya, iya sayang. Aku carikan" Raka menenangkan Mala yang sebentar lagi akan menanggis.
"Beneran?" mata Mala berbinar.
"Iya sayang, kamu tunggu sebentar ya" Mala mengangguk patuh. Ia tak sabar menunggu Raka kembali dengan membawa mangga muda, memikirkannya saja sudah membuat mala meneguk air liurnya.
Raka menyalakan ponselnya.
Dito🦅
"To, pohon mangga lo ada buahnya?"
"Ada, kenapa?"
"Kerumah gue, bawa tu buah mangganya,
jangan lupa yang masih muda!"
"Buat apaan anjir!"
"Buat istri gue"
"Lah, bini lo ngidam?"
"Iya. Banyak tanya lo,
buruan kerumah gue!"
"Ogah, udah malem"
"2 juta!"
"Susah ngambilnya malem-malem gini Rak"
"5 juta!"
"Oke, gue kerumah lo sekarang!"
Dito langsung mengambil kunci motornya.
Tak sampai 20 menit, ia sudah berada di pekarangan rumah Raka.
"Selamat ya bro" ucap Dito melihat Raka sudah didepan pintu "jangan lupa 5 juta gue" imbuh Dito menyodorkan plastik berisi buah mangga.
Raka langsung mengambilnya dan memberikan sejumlah uang kepada Dito. Dan langsung menutup pintu rumahnya tanpa berucap.
"Woy Rak, gue ga disuruh masuk dulu gitu?" teriak Dito, tapi tidak ada jawaban dari pemilik rumah.
"Gini amat punya bos sedingin kulkas. Tapi gapapa yang penting gue dapet duit cuma-cuma" ucap Dito girang meninggalkan rumah Raka.
Cklek...
"Ini mangganya sayang" Mala tak sabar melihat Raka membawa sepiring mangga yang telah dipotong.
"Makasihhh" Mala menerimanya dan langsung mencicipinya.
"Emm..."
"Enak sayang?" tanya Raka melihat ekspresi gemas Mala.
"Enak. Kamu mau?" tawar Mala menyodorkan sepotong mangga.
"Engga, buat kamu aja ya" melihatnya saja Raka sudah tau bagaimana rasa mangga pucat itu.
Raka terus memperhatikan Mala makan. Baru beberapa potong mangga masuk ke mulutnya, Mala sudah meletakkan piring itu dimeja.
"Udah?" tanya Raka diangguki Mala.
"Kalo gitu sekarang tidur ya?" setelah menaikkan selimut dan mengecup kening Mala, Raka mengambil piring itu untuk ditaruhnya di dapur.
"Mau kemana?" tanya Mala menahan tangan Raka.
"Aku kebawah dulu sebentar"
"Jangann! Aku mau tidur sambil dipuk-puk" pinta Mala manja.
Raka mengurungkan niatnya, berbaring disamping Mala.
"Tidur ya, selamat malam sayang" ucap Raka kembali mencium kening Mala.
Dengan posisi berpelukan mereka berdua memejamkan mata dan juga tangan Raka terus menepuk pelan punggung Mala.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Fiksi RemajaNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
