Pemeriksaan sudah berlangsung selama 15 menit. Selama itu pula, Mala menangkap raut wajah serta senyum lebar dari dokter yang kini sedang menyentuh perutnya. Sebelum melakukan USG, Mala sudah lebih dulu melakukan tes darah serta urin. Mala tak menyangka tes kehamilan akan sepanjang ini.
Setelah serangkaian tes pemeriksaan selesai, Mala dibantu Raka turun dari atas kasur. Jujur saja Mala saat ini sangat penasaran apa yang akan dokter katakan, sehingga sejak tadi dokter itu terus mengumbar senyum manis. Kini Mala dan Raka duduk menghadap dokter yang sedang menulis sesuatu dikertas, seperti resep obat dan vitamin untuk Mala. Selagi menunggu, Raka tidak melepaskan genggamannya pada tangan Mala. Raka yakin jika buah hatinya akan baik-baik saja.
"Baik Ibu dan Bapak, janinnya baik-baik saja dan juga sangat sehat" Mala, terutama Raka dapat bernapas lega setelah mendengar penuturan dari sang dokter.
"Kalo untuk jenis kelaminnya Dok?" tanya Raka yang juga mendapat anggukan antusias dari Mala.
"Untuk jenis kelaminnya tadi belum dapat terlihat, karena sepertinya janin masih malu-malu, enggan menunjukan kepada Ibu dan Bapak" jelas dokter tersenyum.
Baik Raka dan Mala sebenarnya ingin sekali mulai membelikan barang-barang untuk anak mereka dan mulai mendekor tema kamar bayi mereka, tapi apalah daya karena bayi mereka belum mau menunjukkannya.
"Baik Dok"
"Mungkin dipemeriksaan selanjutnya, kalian bisa melihat jenis kelamin janin. Serta untuk Ibu Mala jangan lupa selalu meminum vitamin dan saya sarankan sering-sering berolahraga, untuk memperlancar proses persalinan nantinya"
Mala mengangguk paham "Baik Dok, terimakasih" setelah mengucapkan itu mereka beranjak pergi dari ruangan sang dokter.
****
"Mama mau ajak kita makan bareng sekarang"
"Dimana sayang?" tanya Raka yang sedang fokus menyetir.
"Vendoria Restaurant, kamu ikut kan?"
"Aku nyusul aja ya sayang, aku ke kantor sebentar ada klient penting"
"Ya udah deh"
Setelah mengantarkan Mala, Raka langsung pamit pergi ke kantornya.
"Mama udah dari tadi?" sapa Mala melihat ibunya yang sudah memesan meja.
"Baru aja nak. Mantu mama mana?" tanya Tari tak melihat kehadiran Raka.
"Mas Raka ke kantor sebentar Ma, katanya ada urusan penting, nanti nyusul"
"Oh gitu ya. Ngomong-ngomong gimana tadi pemeriksaannya nak, cucu mama baik-baik aja kan"
"Baik Ma, cucu mama sehat"
"Cewe atau cowo?"
Mala menggeleng "Belum tau Ma, dia masih belum mau nunjukin"
"Ya udah gapapa yang penting kamu sama bayi kamu sehat. Ya udah kamu makan yang banyak, mama udah pesenin makanan kesukaan kamu"
Restoran itu merupakan tempat langanan keluarga Mala, setiap minggunya keluarga mereka akan berkunjung dan makan disana, selain menunya yang enak-enak, mereka juga kenal pemilik tempat itu yang kebetulan sahabat dekat Papa Brayn.
Sudah hampir 30 menit menunggu, tapi Raka tak kunjung datang juga.
Mas Raka🤍
Sayang maaf mas ga bisa kesitu,
nanti kalo kamu udah selesai
makannya, langsung ke kantor ya
mas tunggu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Novela JuvenilNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
