Bab 51 : Bak Pengantin Baru

1K 72 13
                                        

   Mala terbangun ditengah malam karena perutnya yang kelaparan. Mala teringat dirinya tidak makan malam. Tangannya terulur berniat untuk membangunkan Raka.

"Kasian juga kalo bangunin Raka, keliatannya dia capek banget hari ini" gumam Mala mengurungkan niat dan lebih memilih menahan rasa laparnya.

15 menit kemudian. Raka terusik dari tidurnya merasakan pergerakan-pergerakan Mala.

"Kamu kenapa sayang? Ada yang sakit?!" tanya Raka membalikkan tubuh Mala yang membelakanginya.

"Engga kok"

"Terus kenapa?" tanya Raka kembali.

"Aku laper Rak" jawab Mala lirih karena terlalu lapar.

"Kenapa ga bilang sayang, kamu kan bisa bangunin aku terus kita cari makan diluar!"

"Ayo sayang" ajak Raka.

"Tapi aku pengen makan makanan rumah aja" ucap Mala sedikit manja.

   Tanpa aba-aba Raka langsung mengendongnya.

"Turunin..kita mau kemana Rakaa?!" protes Mala namun hanya senyuman Raka sebagai jawaban.

Raka menurunkan Mala di atas kursi setelah sampai dapur. Raka membuka kulkas, tapi tidak ada makanan apapun yang bisa dihangatkan.

"Tunggu sebentar ya sayang" pinta Raka.

"Apa yang mau CEO muda ini lakukan?" batin Mala.

Raka mengeluarkan beberapa sayuran dan ayam fillet, juga telur dari dalam kulkas. Tangannya mulai mengiris semua bahan dengan lihai layaknya seorang chef yang ahli dengan bahan makanan.

"Mau aku bantu?" Mala menawarkan bantuan.

"Duduk aja sayang, kamu hanya perlu menyemangatiku dengan senyuman manis, oke!"

Raka mulai memasukkan bawang putih yang sudah ia cincang kedalam wajan yang sudah panas, lalu disusul dengan bahan-bahan lainnya. Aroma masakan Raka yang menguar dalam ruangan begitu menggugah selera. Masakan yang Raka masak sudah siap dan ia juga sudah menyajikan masakannya di atas meja.

"Emmm..apa ini?" tanya Mala penasaran.

"Karena cuaca hari ini lumayan dingin, jadi aku masak tumis sayuran dan daging buat kamu. Apa aku sudah seperti chef handal?!" tanya Raka penuh harap mendapatkan pujian dari Mala atau setidaknya ucapan terimakasih.

"Biasa aja!" jawab Mala cuek mengerjai Raka.

"Kamu ini yaa..."

"Gimana rasanya? Enak?!" Mala memasukkan sendok sayuran ke dalam mulut Raka, sebelum Raka benar-benar akan menerkamnya.

"Masakanku sungguh enak!" Raka mulai menyombongkan bakatnya.

"Biasa aja!" Mala sangat ingin mengakui kemampuan masakan Raka, tapi melihat Raka yang mudah menyombongkan diri, Mala memilih menilainya dengan ucapan biasa saja. Kalo tidak yang ada nanti Raka besar kepala mendapat pujian dari Mala.

Mala terus menyuapkan makanan kemulutnya, sedang Raka tersenyum memandangi Mala yang lahap menyantap masakannya.

"Pelan-pelan makannya!" Raka mengambil sayuran yang menempel dipinggir bibir Mala, bukan dengan tangan melainkan dengan bibirnya secara langsung.

"Ha? Ap...ap...apa yang kamu lakuin Raka?!" karena terkejut Mala refleks menjauhkan wajahnya.

"Mencium istriku" jawab Raka tanpa bersalah.

Detik berikutnya Raka sudah mengangkat tubuh Mala untuk duduk dipangkuannya dengan paksa.

"Turunin Raka!" pinta Mala dengan manja.

"Suapin aku lagi sayangg" Raka membalas dengan sebuah syarat.

"Gimana caranya?!"

"Caranya seperti ini" Raka membalik tubuh Mala untuk tetap duduk dipangkuannya, tapi kali ini dengan Mala menghadap ke arahnya.

"Kalo posisinya begini susah! Kan masih banyak kursi yang lain juga!!" protes Mala dengan wajah memerah karena malu.

Mereka terlihat begitu intim untuk ruangan yang terbuka. Untung saja mereka di rumah hanya berdua karena pembantunya tentu saja sudah pulang, sedangkan satpam rumahnya tidak berani masuk ke rumah utama jika tidak ada perintah. Jadi mereka bebas melakukan apa saja haha.

Cup...

Cup...

Cup...

Kecupan-kecupan berjeda singkat mendarat dibibir Mala. Mala hanya bisa memejamkan mata ketika Raka merubah kecupan itu menjadi ciuman panjang. Cukup lama mereka hanyut dalam perasaan satu sama lain, hingga Mala harus menghentikan Raka karena mulai kehabisan oksigen.

"Cukup Rak!" Raka menghentikan aksinya tersenyum lebar menatap Mala.

"Ya sudah. Ayo kita tidur lagi sayang" Mala membalas dengan anggukan yang kemudian digendong Raka kembali menuju kamar.

Untuk adegan selanjutnya, entahlah hanya mereka yang tau hehe.

Bersambung...

Haii🤗 aku kembali! Lama bgt nih cerita ini ga update. Semoga masih ada yang mau baca cerita ini yaa...
Jangan lupa komen dan votenya buat semangat aku.

Terimagaji! Ehhh Terimakasih😙

AMALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang