"Selamat pagi, Oma" sapa Raka dan Mala bersamaan.
"Selamat pagi, ayo duduk kita sarapan bersama" Raka dan Mala ikut duduk di meja makan yang telah tersaji makanan. Saat Mala akan mengambilkan makanan Raka, Bella yang telah lebih dulu mengambilkan makanan untuk Raka.
"Makasih Bella"
"Sama-sama kak"
Mala terdiam dan duduk kembali ditempatnya. "Makan yang banyak nak" ucap Oma Atlana menaruh makanan dipiring Mala.
"Terimakasih Oma"
Mala sedikit kesal, tapi ia teringat janjinya kepada Raka untuk tidak cemburu terhadap Bella.
"Makan yang banyak sayang" ucap Raka mengelus perut Mala sembari tersenyum kepadanya.
***
Sampai di rumah Mala hanya sedikit bicara, ia merasa sangat lelah duduk terlalu lama didalam mobil.
"Sayang aku berangkat ya"
"Emang harus sekarang banget ya berangkat kerjanya, besok aja ya" Mala masih bergelayut manja enggan untuk ditinggal.
"Sayang" Raka sedikit menekankan suaranya yang membuat Mala melepaskan lengan Raka.
"Iya, hati-hati" ketus Mala tanpa menoleh kepada Raka.
"Hari ini kerjaan aku banyak di kantor sayang, jadi harus ke kantor hari ini juga" sebisa mungkin Raka membujuk dan menjelaskan kepada istrinya itu.
"Jangan marah lagi ya, aku janji pulang cepet biar kamu bisa bermanja sepuasnya. Okey" Mala mengangguk patuh.
"Aku berangkat dulu ya" pamit Raka sembari menyugar anak rambut Mala ke belakang telinga.
"Iya, hati-hati dijalan" jawab Mala merapikan dasi Raka.
Setelah mencium kening, kini berganti mencium perut Mala. "Papa berangkat dulu ya, kamu jangan nakal diperut Mama" setelah berbicara dengan mengelus perut Mala. Raka berangkat ke kantornya.
***
"Selamat pagi Pak"
"Pagi Pak Raka"
Deretan sapaan terus Raka dengar sejak kakinya melangkah masuk kedalam kantor. Sudah pukul sembilan, wajar saja para karyawannya sudah datang. Sapaan yang Raka dapat, hanya direspon dengan anggukan kepala. Setelah cuti istirahat beberapa hari, kini Raka kembali beraktifitas seperti semula.
"Roy, bawakan semua berkas yang perlu saya cek. Dan jangan lupa materi meeting hari ini" ucap Raka yang tak sengaja berpapasan dengan sang asisten. Anggukan Roy membuat Raka tak menunggu jawaban dan langsung berlalu pergi.
Langkah kaki Raka masuk kedalam ruang pribadinya. Tanpa berlama-lama, ia langsung duduk dikursi kebanggaannya. Sembari menunggu Roy, Raka membuka email dengan cukup banyak pesan yang belum sempat ia lihat.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu terdengar, yang langsung mendapat sahutan dari Raka. Tatapannya tak beralih karena mengetahui yang datang pasti asistennya.
"Ini semua yang bapak minta sudah saya siapkan, ada beberapa berkas yang perlu ditandatangani dan ada beberapa tawaran kontrak, namun belum saya berikan jawaban" Roy meletakkan tiga dokumen yang ia bawa, lalu mundur satu langkah.
Raka mengambil dokumen-dokumen itu. Dibacanya dengan teliti, seksama. Lalu tanpa ragu memberikan tandatangan diatasnya.
"Sudah saya tandatangani semua, kamu bisa membawanya kembali"
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Teen FictionNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
