Banyaknya kendaraan yang berlalu lalang membuatnya susah untuk memastikan dan menyebrang. Saat kendaraan mulai sedikit Mala baru bisa melihat nya dengan jelas. Dan yap itu benar Raka, tapi dengan siapa? Seorang wanita?
Mala melangkah untuk memastikan siapa wanita yang bersama Raka.
"Mala, awas!" Mala tersentak kaget. Teriakan bersamaan dengan tarikan membuat dirinya hampir saja terjatuh. Entah apa yang barusan akan terjadi, otaknya belum dapat mencerna.
Dibantu oleh Arga, keduanya mundur untuk menepi. Selagi menghilangkan rasa kaget, Mala menoleh ke sebelah kiri.
"Mala, lo gapapa? Ada luka atau sakit?"
"Engga, aku gapapa kak. Tadi itu apa?"
"Lo hampir aja terserempet mobil" Mala mengangguk pelan sembari menetralkan pernapasannya.
Tidak ada rasa sakit atau luka apapun, nasib baik masih memihaknya. Mala tak tau bagaimana nasibnya, jika Arga terlambat beberapa detik saja untuk menarik tubuhnya. Mungkin hari ini menjadi hari terakhir dirinya dan bayinya bisa menghirup udara malam.
Merasa tidak ada masalah, pandangan Mala kembali tertuju pada cafe diseberang. Ia mengedarkan pandangannya yang sudah tak melihat Raka.
"Lo cari siapa?" tanya Arga memperhatikan Mala.
"Engga kok kak" sudahlah pikir Mala, mungkin itu hanya client nya.
"Lo sebenarnya mau kemana? Raka?" tanya Arga tak melihat adanya Raka disekitar Mala.
"Aku habis beli barang kak, mas Raka di rumah"
"Gila tuh anak biarin istrinya yang lagi hamil keluar sendirian malam-malam begini" omel Arga mengumpat.
"Kalo gitu aku duluan ya kak"
"Mau gue anter?"
"Ga usah kak, sekali lagi makasih udah nolongin"
Arga mengangguk "lain kali hati-hati" yang juga dibalas anggukan oleh Mala dan pergi meninggalkan Arga.
****
Saat Mala sampai, Raka belum juga kembali. Kenapa Raka tidak memberitahunya akan keluar. Tidak biasanya Raka seperti ini, apa ia begitu kecewa. Sampai jam 10 malam, Mala masih belum bisa tertidur, dirinya terus mencari posisi yang nyaman.
Suara pintu terbuka, membuat Mala langsung memejamkan matanya. Raka melepas jam tangannya untuk ditaruh dinakas. Terdapat kotak kecil yang terbuka berisi jam tangan dengan kartu ucapan disampingnya. Dibukanya surat itu oleh Raka.
💌 happy birthday Mas Raka. Maaf hadiahnya terlambat🤍
Raka tersenyum dan menoleh ke arah istrinya yang tertidur. Raka mengecup kening Mala. Setelah itu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Mala membuka matanya kembali, bersamaan dengan bunyi pesan masuk di hp Raka. Mala yang penasaran pun melihatnya.
Bella
Makasih kak untuk hari ini
Mala kembali meletakkan hp Raka ditempat semula. Ia bersandar memikirkan alasan apa yang membuat Raka tidak memberitahunya akan bertemu Bella. Sementara selama ini Raka selalu memberitahunya akan kemana meskipun hanya keluar gerbang. Ia tau hubungan mereka begitu dekat, tapi mengingat ucapan Bella kepadanya tadi sore, Mala rasa ada perasaan lain yang dimilik Bella terhadap suaminya.
Pintu kamar mandi terbuka, yang membuat Mala bergegas tidur kembali. Raka mengambil hp nya dan terlihat membalas pesan yang tentu saja dari Bella.
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Novela JuvenilNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
