Bab 56 : Rewel

589 38 10
                                        

   Kehamilan Mala yang masih begitu muda membuat Raka semakin overprotektif menjaganya dan selalu melarang Mala melakukan ini itu. Buktinya saja pagi ini makanan telah tersusun di meja makan. Raka menuntun mala untuk duduk, ia juga mengambilkan makanan untuk Mala

"Dimakan sayang"
  
   Raka melihat Mala hanya mendiamkan makanan yang ada didepannya. Terlihat ia juga mengeser piring itu untuk menjauh. Ia kembali merasakan mual.

"Huek...huek..." Mala berlari menuju wastafel.

   Raka menyusul Mala, memijat tengkuk lehernya. Selesai membasuh mulutnya. Raka mengantar Mala kembali menuju kamar.

"Sekarang pengen makan apa hmm?" tanya Raka mengelus tangan Mala.

   Mala menggeleng ia benar-benar tidak berselera.

"Ga boleh gitu. Kamu harus makan, kasian bayinya laper" Raka beralih mengelus perut Mala.

   Tak lama bi Inah datang membawakan makanan.

"Sekarang makan ya? Aku suapin" Mala tetap menggeleng, menyingkirkan sendok yang akan masuk ke mulutnya.

"Sedikit aja" bujuk Raka masih berusaha menyuapkan makanan ke mulut Mala. Lagi-lagi Mala menyingkirkan sendok itu sedikit lebih kuat.

Prangg...

Sehingga sendok itu terlepas dari tangan Raka.

"Maaf..."

Raka hanya berekspresi dingin membersihkan nasi yang terjatuh dan langsung keluar meninggalkan kamar tanpa berucap sepatah kata pun.

"Hiks..hiks.." Mala mulai menangis, bukan sengaja ia melakukan itu. Ia takut Raka akan marah kepadanya tapi sungguh sikapnya ini diluar kendalinya.

Tak lama seseorang kembali masuk, Mala menghentikan tangisnya. Ia tidak percaya Raka yang kembali masuk ke kamar dengan membawa buah-buahan yang telah dipotong. Mala kira Raka sangat marah, terlihat dari ekspresi dingin yang tercetak diwajahnya saat meninggalkan kamar tadi.

"Kalo gitu makan buah ya" Mala mengangguk, menerima suapan Raka, sambil terus memperhatikan wajah Raka yang teduh dan kadang sulit diartiakan.

"Kenapa hm, mau sesuatu?" tanya Raka yang sadar sedang diperhatikan. Kini ia yang beralih menatap Mala.

"Mau ke rumah mama" Mala tertunduk.

"Sekarang?" Mala mengangguk.

"Ya udah ayo kita kerumah mama" Raka mengusap sisa air mata Mala.

****

"Mamaaaa" Mala menghamburkan pelukan kepada ibunya. Setelah menyalaminya, Mala berlalu begitu saja menuju arah dapur. Raka dan Tari sama bingungnya, mereka hanya mengikuti Mala.

"Bi, mama masak?" tanya Mala melihat bi Inah yang sedang beres-beres dapur.

"Masak non, ada ayam goreng sama sayur sop"

"Mala mau bi" ia langsung duduk dimeja makan.

"Kamu mau?" tanya Mala menawarkan makanannya.

Raka menggeleng "makan yang banyak sayang" sembari mengelus punggung istrinya.

   Raka kini paham, anaknya sedang ingin makan masakan neneknya. Ia menggeleng tak percaya melihat tingkah istrinya, tapi ia bahagia Mala bisa makan dengan lahap. Sama halnya dengan Raka, Tari juga hanya memperhatikan Mala. Raka telah menjelaskan kepada ibu mertuannya. Tari mengangguk paham dan tersenyum, putrinya ini tengah mengidam.

"Mau pulang" Mala yang sudah menghabiskan makanannya mengajak Raka untuk pulang.

   Hanya sekedar menunggu papanya dari kantor saja Mala sudah merengek meminta pulang.

"Ayo sayang" mereka berpamitan untuk pulang.

"Besok-besok kalo pengen makan masakan mama bilang, biar mama yang anter. Kasian kamu nanti kecapean, kasian suami kamu juga" sembari mengelus lengan putrinya.

"Makasih ma"

"Raka pamit ma" bergantian Raka yang menyalami mertuanya.

Tari masih tersenyum melihat mobil Raka telah meninggalkan rumah.

****

"Ini sayang" Raka ikut duduk disamping Mala memberikan segelas susu.

"Makasih"

"Besok ikut aku ya?"

"Kemana?"

"Ke rumah oma, besok ada acara disana"

"Oma?" tanya Mala mengingat-ingat.

"Iya, keluarga bunda" Mala mengangguk patuh, ia juga tak sabar bertemu keluarga mendiang ibu Raka yang belum pernah ia lihat, karena ketidak hadirannya di pernikahan mereka waktu itu.


Bersambung...

Jangan lupa votenya😇
Ternyata emang bener ya komenan kalian tentang cerita ini yg menambah semangat, jadi jangan lupa dikomen ttg cerita atau karakternya meskipun ga sebagus cerita lainnya🤗

AMALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang