"Cantik banget sih istri aku" puji Raka yang telah siap dengan pakaiannya.
"Aku gendutan ya?" tanya Mala melihat pantulan dirinya di cermin. Ia tidak percaya diri dengan dress putih yang dipakai, dress yang membentuk lekuk tubuhnya membuat perutnya sudah terlihat buncit.
"Engga sayang, kamu keliatan makin sexy" bisik Raka ditelinga Mala.
Mala bergidik ngeri "Ayo kita berangkat!" Mala menarik tangan Raka, karena ia tau apa yang akan terjadi setelahnya jika ia tidak buru-buru menarik Raka untuk keluar yang ada mereka tidak jadi pergi.
***
Turun dari mobil, Mala memandang kagum tanpa berkedip melihat rumah yang tak kalah megah dari rumah Nek Rumi, melihat rumah Nek Rumi yang menurutnya saja sudah megah, kali ini ia dibuat kagum dengan rumah yang dua kali lipat megahnya. Mereka benar-benar keluarga kaya raya.
Mala sedikit gugup melihat banyaknya mobil sudah berjejer rapi di halaman rumah itu. Bukan hanya kerabat terdekat, namun juga kerabat jauh Raka akan hadir disana. Mala akan bertemu keluarga Raka yang sama sekali belum ia kenal bahkan belum ia lihat.
Keputusan Papa Raka yang memilih menikah lagi dengan alasan 'Raka butuh seorang ibu di usianya yang baru akan beranjak remaja' membuat keluarga mendiang Alisa ibunda Raka, memutuskan hubungan dengan keluarga Bimantara.
Kedua keluarga termasyhur yang kala itu bersatu menjadi keluarga terkaya kini harus asing dan berseteru. Tapi tidak dengan Raka, bagaimanapun mereka tidak bisa memutuskan hubungan dengan anak yang bahkan wajah dan darah Alisa mengalir ditubuhnya.
"Jangan gugup sayang mereka sangat baik" Raka mengandeng tangan Mala untuk masuk kedalam rumah.
"Hallo oma" sapa Raka mencium pipi Oma Atlana yang tengah duduk bersama yang lainnya.
"Ehh..cucu Oma sudah datang!" kini Raka yang bergantian diciumi.
Meskipun Raka sudah dewasa, ia tak malu diperlakukan seperti itu. Kedekatannya dengan sang Oma membuat Raka sering bertingkah manja dan tak segan ia akan meminta sesuatu yang di mau kepada wanita tua itu, jika Papanya tak menurutinya. Seperti waktu itu dirinya meminta motor yang saat ini masih sering ia pakai.
"Mana istri kamu?" tanya Wanita itu mengedarkan pandangan.
"Itu Oma" tunjuk Raka kepada Mala yang berdiri jauh dari posisinya, bukan keinginan Raka tapi Mala lah yang memintanya, dengan alasan masih takut tidak diterima dikeluarga itu.
"Kemari nak.." sambut Oma Atlana sembari mengulurkan tangannya.
Mala perlahan mendekat dan meraih tangan orang tua itu untuk dikecupnya.
"H-hallo O-oma saya Mala"
"Tidak usah takut Nak, kita ini keluraga" sambut hangat Oma Atlana sembari menuntun Mala untuk duduk disampinya membuat Mala tersenyum. Mala menghela napas lega, mengelus perutnya yang tegang karena sepertinya anaknya juga ikut merasakan.
"Bagaimana kondisi mu Nak?" Oma Atlana ikut mengelus perut Mala. Tentu semua orang sudah mengetahui kabar kehamilan Mala, bahkan Oma lah yang pertama diberi kabar oleh Raka.
"Mala baik Oma. Gimana kabar Oma?" Raka berdiri disamping Mala mengelus lengan istrinya.
"Tidak pernah sebaik ini" ucapnya merasa bersemangat, sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini. "Ohh iya, ini semua Om Raka" Oma Atlana beralih memperkenalkan beberapa pria yang duduk dihadapannya. Pria yang terlihat hanya memakai kaos seperti Raka, tapi dari penampilannya Mala yakin mereka semua pengusaha.
"Hallo Om, saya Mala" ia kembali memperkenalkan diri sambil melemparkan senyuman. Yang juga dibalas dengan senyuman.
"Pinter kamu Rak, milih istri" puji Kalvin (Papa Arga) kepada Raka.
"Iya Om. Siapa dulu Raka" ia membanggakan diri atas pencapaiannya.
"Udah sampai, lo bro!" Arga ikut menimbrung ketika melihat Raka. Arga yang merupakan sepupu Raka juga hadir malam ini.
"Udah barusan"
"Oh iya Oma, Papa dan Om-om lainnya acara sudah akan dimulai" beritahu Arga kepada semua yang duduk disana.
"Ya sudah, mari" semua orang beranjak menuju taman belakang. Arga yang menuntun Oma Atlana sedang Raka merangkul pinggang istrinya berjalan dibelakang mereka.
Taman itu begitu indah di hiasi lampu-lampu kecil disekitarnya, banyak meja dengan berbagai makanan juga banyak anak kecil yang tengah berlarian, membuat malam begitu ramai.
"Kak Raka!" seorang gadis berlari dan langsung memeluk Raka.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
AMALA
Teen FictionNigista Amala Pradivtha merupakan gadis cantik jelita dan penuh keceriaan. Tapi kehidupannya harus berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia menikah dengan cinta pertamanya. Seorang pria bernama Kalendra Raka Bimantara. Raka, sosok pria yan...
