19. Years passed

222 7 0
                                        

3 tahun berlalu.

Kini Zea kelas 12 SMA. Tak ada yang berubah di hidupnya, kini ia semakin pintar dalam bidang apapun, ia mempunyai banyak sekali sertifikat dan piala sampai berdebu.

Bukan sebab masalah, tetapi mamanya tak menghiraukan nya.

Zea hanya pasrah, ia hanya berpikir positif thinking jika mamanya sibuk kerja saja.

Kini terlihat seoarang lelaki yang duduk termenung di atas rumput. Melihat pemandangan yang sangat indah, Danau Suteng.

Ya, Lelaki.

Lelaki yang menyukai senja, dan cuaca. Lelaki itu banyak berubah, dulu ia sangat banyak melontarkan kata kata yang unik, tetapi sekarang tidak lagi.

"Revan!"

Iya Revan, Lelaki yang beberapa tahun yang lalu pindah.

Lelaki itu tersenyum, dan kembali menatap langit langit biru serta kicauan burung yang berisik terbang kesana dan kemari. Revan telah pulang sejak 2 hari yang lalu, ia tak mengabari Ella jika ia akan datang.

"Ella.. sudah lama sekali kita tak bertemu."

"Bagaimana kabarmu?"

"Baik."

"Omong omong Zea mana, dan ceritakan apa yang terjadi di hidup Zea jangan berpikir aku menyukai tetapi aku merasa mengasihani, dia.. anak yang malang aku tak tega."

"Panjang ceritanya, tapi aku bisa ceritain singkat ke kamu."

"3 tahun yang lalu, Saat aku pulang ke Surabaya aku mempunyai inisiatif untu pergi ke kos Zea ternyata dia tak ada, malam nya aku pergi ke Danau Suteng aku duduk termenung. Tampa aku sadar ada yang mengucapkan Hai kepada ku setelah aku menoleh aku langsung bahagia bertemu dengan nya tetapi ia bilang tak mengenali ku, seperti nya ia banyak pikiran si.. Dan ada cerita lagi yang paling mengharukan bagi ku van."

"Apa itu?"

"Beberapa tahun yang lalu aku kan balik ke Surabaya, aku tinggal dengan nenek ku karena orang tua ku kecelakaan jadi aku merasa trauma dan bergetar setiap tangan ku, Disana ada Zea yang mengajak ku kenalan, Udah ya skip? soalnya ini panjang."

"Iya skip aja langsung ke intinya Ella Rizka."

"hehe maaf."

"Selama aku gaada ternyata Zea punya teman yang bernama Skala. Tahun demi tahun berlalu, Zea selalu merasakan hal aneh dalam dirinya entah mengapa, Katanya Skala pernah memberi tahu Zea alamat rumah Skala, dan ia pergi ke rumah itu waktu kelas 8 mau naik kelas 9, Ternyata.. Skala itu teman khayalannya Zea."

"Hah maksud mu?"

"Ia tak mempunyai teman, ia trauma dengan Lia mantan sahabat nya, makanya ia selalu terbayang bayang dengan masa lalunya dan masa lalu seseorang."

Revan yang mendengar ucapan Ella itu terdiam, ternyata Zea berubah ia tak tahu bagaimana asal usul Zea, ia hanya bertemu dan tertawa bersama, ternyata dibalik semua seperti ini."

Malam serta angin yang kencang, terdapat seorang gadis yang berdiri melamun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam serta angin yang kencang, terdapat seorang gadis yang berdiri melamun.

Gadis itu tak kelelahan akibat tak duduk, ia hanya lelah dengan hidupnya.

"Emm Zea.."

Suara itu, suara yang sangat Zea benci dalam hidupnya, mengapa suara itu lagi? padahal malam ini ia ingin moodnya bagus, tetapi di buat kacau oleh Lia mantan sahabat.

"A-aku mint-minta maaf ya?"

Zea hanya mengangguk dan melamun.

"Kabar mu gimana?"

"Baik."

"Zea.. sudah lama ya? kita tak berbincang-bincang."

"Menurut mu? kenapa kau sebut itu lama? itu sudah kuno."

"Heii!! jangan bilang begitu dasar Karet!"

"Apa? kau memanggilku karet? Dasar Lianting!"

"Dasar sapi bermuka hitam." Sambung Zea.

"Dasar kambing bau."

"Dasar Mop lantai."

Kini keduanya tertawa bareng. Sudah lama tak tertawa seperti ini, Zea hanya bernafas lega bisa tertawa seutuhnya.

Ketika mereka sedang tertawa tangan Lia di tarik oleh gadis yang sangat licik dan kejam, Siapa lagi? tentu saja Raisya dan teman temannya.

"Dasar kamu Lia! kau tak suka dengan kami!!?"

"B-bukan gitu sya.. aku cuma mau minta maaf dan mengalihkan pembicaraan dengan tertawa.."

"Halah lo gausah bela si anak b - r - o - k - e - n - h - o - m - e." Ucap Grace dengan menggengam tangan Lia sampai kemerahan.

"Grace! kamu gausah nyakitin Lia!"

"Kenapa masalah buat lo?"

"Dia itu sahabat lo! kalau lo sesayang itu sama sahabat lo, Lo pasti gabakal nyakitin dia!"

"Gue tau, dia udah bukan sahabat gue lagi, tapi cukup gue aja yang kalian maki maki, setelah ini jangan Lia, Lia itu sahabat sejati kalian.."

"BANYAK BACOT LO!"

Plakkk!

Gladys menampar Zea cukup kuat, Zea hanya meringis kesakitan ketika Gladys menampar nya dengan kuat, sakit sekali pipinya ingin sekali ia menampar balik tapi tak boleh, ia tak biasa menampar orang.

Tepat ada mobil yang melaju dengan kencang menuju kearah mereka segera Gladys mendorong Zea hingga terjatuh, Dan...

BRAKK

Lia yang melihat itu langsung mematung, Zea. Kecelakaan serta darah mengalir deras di pelipis nya dan di kepala nya, Kaki Lia melemas dan terduduk, melihat Zea terpapar lemas dan tak berdaya Bergeletak di aspal.

Bukannya mobil itu menolong nya, malah pergi meninggalkan Zea yang tergeletak di aspal.

"ZEAAAA!!!!" Pekik Ella dengan keras.

Segera ia lari dan meraih tubuh Zea yang sudah lemas.

"ZEA KAMU KENAPA BISA GINI KAMU DI APAIN SAMA MEREKA!!! JAWAB ZE!!" Bentak Revan dengan keras.

"Ak-Aku.. di d-d-dorong.."

Segera Revan meraih tangan Raisya dengan kasar, hingga membuat Raisya kesakitan.

"LO APAIN SAHABAT YANG UDAH GUE ANGGAP ADEK GUE SENDIRI JAWAB!"

"KENAPA KAMU BILANG AKU YANG DORONG JELAS TADI GLADYS YANG DORONG!"

Kini Ella meraih handphone nya dan menelfon ambulan untuk kemari.

"Lo anjing banget Raisya, Grace, Gladys, Terutama lo Lia." Ucapan dengan nada berat dan nafas tak beraturan.

Beberapa menit kemudian ambulan pun datang segera petugas mengangkat Zea dan meniduri Brankar.

Setelah semua selesai Revan dan Ella pun naik kedalam ambulan untuk mendampingi Zea, Dan meninggal kan Raisya, Grace, Gladys dan Lia yang masih terdiam disana.

Entah apakah ini kehidupan Zea yang terakhir? apakah ia akan diberi kesempatan untuk hidup lagi? Tuhan masih belum menentukan nya, Zea hanya pasrah jika Tuhan menakdirkan nya untuk pergi dari dunia ini.

___________

Ahay tinggal epilog.

Habis ini author mw buat lagi tp sebentar ya? ini author mw benerin tablet nya mamah, lg rewel minta benerin😅

Lope sekebon💚

Brokenhome [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang