Nathan,Jefran,dan Candra tengah menikmati makan siang di kantin. Cuaca hari ini cukup dingin. Bahkan matahari pun enggan menampakkan diri sejak pagi.
"Dingin banget ya bang," ucap Jefran sambil menggosok tangannya.
"Lo kalo dingin pake jaket. Bawa jaket nggak?" Tanya Nathan.
"Lupa bang. Tadi buru buru juga kan kita berangkatnya," jawab Jefran masih menggenggam tangannya.
"Jahe anget mau?" Tanya Nathan.
"M...mau deh," jawab Jefran.
Nathan beranjak untuk membeli segelas jahe hangat. Candra berpindah posisi kesamping Jefran.
"Pegang tangan gue nih. Tangan gue kan anget," ucap Candra. Jefran mengangguk dan mulai menggenggam tangan Candra. Memang benar tangan kembarannya itu selalu terasa hangat.
"Lo sampe menggigil begitu sakit?" Tanya Candra sedikit cemas.
"Rada pusing sih gue," jawab Jefran.
"Sejak kapan?" Tanya Candra.
"Sejak tadi malam. Kayaknya gara gara gue kaget si Lily tadi malem deh," jawab Jefran.
"Gue juga kaget. Ada ada aja tu macan. Malam malam bukannya tidur malah nyolong daging di dapur," gerutu Candra mengingat "adik angkat" mereka yang semalam mengusik tidur penghuni rumah dengan mengacaukan dapur.
Nathan kembali dengan segelas jahe hangat juga semangkuk bakso. Dia meletakkan gelas didepan Jefran.
"Minum biar anget," ucap Nathan.
"Makasih bang," ucap Jefran sambil meraih gelas didepannya,meneguknya perlahan.
"Lo beli bakso lagi bang? Semangkuk masih kurang?" Tanya Candra. Pasalnya mereka tadi sudah memesan bakso.
"Bukan punya gue. Itu punya bang Johan," jawab Nathan fokus pada HPnya.
"Terus bang Johan mana?" Tanya Candra lagi.
"Tuh," jawab Nathan sambil menunjuk dengan dagunya. Candra menoleh kebelakang dimana Johan dan Haikal tengah berjalan menghampiri mereka. Johan duduk disamping Nathan sementara Haikal duduk disamping Jefran.
"Kenapa Jef?" Tanya Haikal.
"Si Jefran pusing katanya bang. Dia kedinginan juga," jawab Candra. Haikal meletakkan tangannya pada kening Jefran.
"Lah anget. Sakit beneran lo Jef?" Tanya Haikal agak cemas.
"Kagak. Pusing doang kok bang. Ni udah dibeliin jahe anget sama bang Nathan. Nanti juga enakan," jawab Jefran.
"Kalo belum enakan bilang,ya. Kita ini abang abang lo. Bukan orang lain," kata Haikal.
"Iya bang. Gue nggak papa," ucap Jefran.
"Gue juga abang lo inget. Gue abang lima menit lo," celetuk Candra.
"Iya abang lima menit," ucap Jefran sambil tertawa.
"Guys,bentar lagi idul adha,kira kira abang mau kurban nggak ya?" Tanya Nathan sambil memasukkan HPnya kedalam saku.
"Paling sih kaya biasanya juga. Tapi kok gue tiba tiba punya pikiran mau kurbanin si Lily,ya," celetuk Haikal.
"Iya iya eh tapi,daging harimau haram nggak sih? Keknya haram deh waktu bang Reyhan jelasin waktu itu," kata Johan. Bakso dimangkuknya sudah ludes hanya tersisa kuahnya saja.
"Etdah,lo makan apa lari sprint? Cepet amat. Gue aja nggak tau lo mulai makannya," TanyaCandra takjub.
"Hehe...laper banget gue. Makanya tadi gue chat si Nathan buat beliin bakso biar kesini bisa langsung makan," jawab Johan sambil tersenyum hingga matanya tak terlihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Brothers
Fanfiction"Kita itu saudara...jadi kita harus jadi penguat satu sama lain..." Kisah tujuh bersaudara yang ditinggal sang papi traveling katanya biar nggak cari mami baru dan anak anaknya jadi mandiri Kehidupan yang semula tenang perlahan terusik. Bahaya mende...
