Happy reading
Maaf kalo ngecewain ya
😊😊
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Dengan jantung dag dig dug,Kevin duduk dihadapan ayah Risa. Semoga dia tak membuat kesalahan saat mengucapkan ijab qabulnya.
"Ananda siap?" Tanya pak penghulu.
"Si-siap pak," jawab Kevin gugup.
Risa duduk dibelakang Kevin dengan kebayanya. Ditemani Zifa dan ibu serta mertuanya,dia sama gugupnya dengan Kevin.
"Baik kita bisa mulai sekarang," ucap Pak penghulu.
Kevin menarik nafas panjang. Menjabat tangan ayah Risa dengan sedikit gemetar. Bersiap mengucapkan lafadz qabul. Dia bahkan menahan nafas saat ayah Risa mengucapkan lafadz ijab. Dan kini keringat makin mengucur dari pelipisnya saat tiba waktunya untuk mengucapkan lafadz qabul.
"Qa-qabiltu....jannibna..."
"Pfftttt" Sean berusaha sekuat tenaga menahan tawanya. Para hadirin terkikik membuat Kevin makin gugup.
"Santai saja nak Kevin. Coba kita ulang lagi," ucap pak penghulu sembari mengulum senyumnya.
Kevin mengangguk dengan gugup. Candra tiba-tiba sudah duduk disampingnya dan mengelap peluh yang mengalir di pelipis Kevin.
"Nggak usah buru-buru om. Pasti udah nggak sabar mau 'anu' ya? Sampai salah baca begitu," bisik Candra sambil terkikik.
Kevin makin gugup saja kalau begini. Candra ngibrit ke arah Jefran saat menyadari tatapan tajam Satria. Anak-anaknya memang tak punya urat malu sepertinya. Lihatlah! Sekarang si kembar mikro bahkan sudah ngacir ke meja prasmanan bersama si kembar titan. Mereka kembali dengan sepiring penuh makanan. Tentu saja hal itu menyita perhatian para hadirin yang lain.
Kembali pada prosesi ijab qabul. Kevin mengatur nafas dan menenangkan hatinya. Diambilnya nafas yang banyak sebelum akhirnya mengucapkan lafadz qabul dengan cepat,ala rapper.
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq," ucap Kevin dalam satu tarikan nafas dengan mata terpejam.
"Bagaimana para saksi sah?"
"SAAAAHHHHHHHHHH!!!" Sahut para hadirin. Dan tentu saja ketujuh saudara lah yang paling bersemangat mengucapkannya. Kevin membuka mata tak percaya ia berhasil mengucapkan lafadz qabul dengan benar.
Kevin terlampau gembira sampai lupa daratan,belum juga dibacain doa,eh dianya udah noleh aja ke Risa bersiap mencium keningnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Brothers
Fanfiction"Kita itu saudara...jadi kita harus jadi penguat satu sama lain..." Kisah tujuh bersaudara yang ditinggal sang papi traveling katanya biar nggak cari mami baru dan anak anaknya jadi mandiri Kehidupan yang semula tenang perlahan terusik. Bahaya mende...
