Hari senin waktu yang cukup membosankan bagi beberapa orang. Selain karena berakhirnya libur weekend juga karena hari senin adalah hari tersibuk selama seminggu menurut sebagian orang termasuk author:).
"Hoah....ngantuk banget gue..."keluh Haikal yang merebahkan kepalanya diatas meja makan.
"Salah sendiri tidur jam 1. Nyesel kan lo nggak dengerin gue?" Omel Mahen.
"Nathan tuh yang ngajakin main game," Haikal menyalahkan Nathan yang tengah fokus mengunyah nasi gorengnya.
"Salah sendiri mau gue ajak," lawan Nathan.
"Udah lah,pagi-pagi udah ribut aja. Eh iya btw,kerjaan diperusahaan aman?" Tanya Reyhan pada Mahen.
"Aman kok. Males sih aslinya gue. Mana nanti ada lima rapat lagi. Pengen bolos aja gue," jawab Mahen lesu. Mau tak mau dia harus melakukan pekerjaannya demi keenam adiknya.
"Ouh rupanya bang Mahen juga suka bolos rapat?" Tanya Candra dengan senyuman tengilnya.
"Ssstttt....beda keadaan kita. Jangan samakan bolos abang sama bolos kalian,"sanggah Mahen.
"Curang. Kan sama aja namanya tetep bolos," protes Haikal.
"Mau tukeran apa gimana?" Tanya Mahen menatap Haikal malas.
"Udah ayo selesaikan sarapannya. Nanti telat," ajak Reyhan menengahi.
Mereka segera menghabiskan sarapan pagi itu.
Mereka membereskan bekas makan masing-masing. Semua menyandang tas mereka siap berangkat ke tempat tujuan masing-masing. Melewati ruang tamu,ketujuh saudara itu berhenti dihadapan sebuah foto wanita yang sangat cantik yang bersanding bersama seorang pria tampan berukuran 2×1 meter.
"Kami berangkat dulu mami,papi. Assalamu'alaikum," ucap ketujuh saudara itu kompak sambil tersenyum kepada foto sang mami dan papi yang juga tersenyum hangat.
Ketujuh saudara itu berangkat menuju kegiatan masing-masing. Mahen pergi ke kantor. Reyhan yang pergi kuliah. Serta kelima adiknya yang pergi ke sekolah. Mahen dan Reyhan terlebih dulu mengantar kelima adiknya kesekolah.
"Belajar yang bener semuanya,"pesan Reyhan saat adiknya menyalaminya dan juga Mahen.
"Iya,bang. Bang Mahen sama Bang Reyhan juga hati-hati dijalan,"balas Jefran.
"Johan awasi Haikal biar nggak main-main mulu kalo lagi pelajaran,"pesan Mahen.
"Siap gue awasin 24 jam,"sahut Johan.
"Emang gue narapidana sampai diawasin segala?" Tanya Haikal tak terima.
"Intinya lo semua harus saling jaga dan mengawasi,understand all?" Pesan Mahen sekali lagi.
"YES SIRR!!" Sahut kelima remaja itu serempak.
Mahen dan Reyhan meninggalkan lingkungan sekolah. Kelima remaja itu masih berdiri di depan gerbang. Haikal,Nathan,dan Candra sudah memasang wajah tengil masing-masing. Johan yang paham langsung angkat tangan. Sedangkan Jefran hanya menatap dengan tatapan polosnya.
"Nggak mau ikut-ikutan gue,"ucap Johan.
"Gaya lo nggak mau ikut. Ayo lah gaskeun kita nyari euforia pagi ini,"paksa Nathan.
"Sumpah deh nggak lagi gue bolos ikut upacara. Lo semua nggak kapok diceramahin bang Mahen sama bang Reyhan dua jam? Kalo gue sih kapok. Pegel kuping gue," tutur Johan.
"Ah elah cuma gitu doang. Anggep aja suara angin lewat. Lagian bang Mahen juga suka bolos rapat.Udah yok mumpung belum mulai upacaranya," Haikal menarik tangan Johan. Mereka berlari kedalam sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Brothers
Fanfiction"Kita itu saudara...jadi kita harus jadi penguat satu sama lain..." Kisah tujuh bersaudara yang ditinggal sang papi traveling katanya biar nggak cari mami baru dan anak anaknya jadi mandiri Kehidupan yang semula tenang perlahan terusik. Bahaya mende...
