Happy reading
*
*
*
*
Setelah insiden Haikal yang patah hati pagi ini,semua telah kembali normal. Walaupun Haikal masih dendam pada si 'Maria' itu dan bahkan berjanji jika dia bertemu dengan orang itu tak akan segan memberinya pelajaran.
Haikal menonton TV dengan mulut yang penuh dengan donat yang Satria beli tadi. Semuanya juga fokus pada TV,menikmati weekend bersama tanpa kesibukan yang selalu membebani kecuali Mahen yang tetap sibuk pada laptopnya.
"Abang,nanti lagi laptopnya. Ini waktunya libur. Jangan dirusak waktu liburan kamu," tegur Satria melihat Mahen yang sibuk mengamati layar laptopnya di meja makan. Kacamata yang bertengger dihidungnya sedikit merosot saking fokusnya.
"Iya pi,bentar Mahen selesain ini dulu. Mahen lagi meriksa proposal baru," Mahen bahkan tak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Satria bangga pada putra sulungnya yang sangat tekun ini.
"Ish,abang! Ini tuh waktunya family time tunda dulu,ih," Candra yang baru saja mengambil susu kotak langsung merebut laptop Mahen dan menjauhkannya dari sang kakak yang tengah menghela nafas.
"Candra,balikin dulu itu laptopnya. Dikit lagi selesai kok," pinta Mahen.
"Beneran bentar lho," Candra menatap tajam Mahen sambil meletakkan laptop Mahen kembali.
"Iya iya," Mahen bergegas menyelesaikan pekerjaannya. Apalagi Candra terus duduk mengawasinya sambil menyedot susu coklatnya hingga tandas.
"Tuh udah. Nggak usah ngliatin abang begitu," ucap Mahen sambil melepas kacamatanya jengah dengan Candra yang terus menatapnya tajam. Candra tersenyum senang. Tanpa aba-aba dia naik ke punggung Mahen yang baru saja berdiri hingga membuat pria itu sedikit oleng ke belakang.
"SEPPYYY GOOO!!!" Seru Candra dengan girang. Satria tertawa melihat wajah kesal Mahen yang kontras dengan wajah riang Candra. Meski begitu,Mahen tetap menggendong Candra dan membawanya bergabung di depan TV. Candra duduk di samping Jefran dan langsung merebahkan kepalanya ke paha kembarannya.
Ruangan menjadi hening hanya didominasi suara Kartun dua bocil kembar. Nggak ada bosennya mereka melihat dua botak itu bersekolah di TK.
Saking fokusnya menonton,mereka sampai tak mendengar suara mobil berhenti di halaman rumah mereka.
"ASSALAMU'ALAIKUM YA DUDA!" Kevin menyelonong masuk sambil berteriak.
"WAALAIKUM SALAM YA BUJANG LAPUK!" Sahut Satria tak terima. Enak aja ngatain duda,ya emang duda sih.
Ketujuh saudara itu mah bodo amat. Dari pada ngurusin si bujang lapuk mending nonton si kembar botak yang tengah makan durian itu. Membuat Haikal sampai ngiler pengen durian juga.
"Ngapain kesini? Nyari makan?" Tanya Satria saat Kevin duduk disampingnya dan langsung mencomot potongan pizza di meja.
"Mwau ngwasih iwni," jawab Kevin sambil memberikan sebuah kertas pada Satria. Satria mengrenyit heran dan langsung membuka kertas itu. Matanya membulat seketika.
"Bang Haikal,adek Jefran," panggil Satria dengan nada gemas.
"Ha" jawab yang dipanggil tanpa menoleh ke arah papinya.
"Ck hadap sini," decak Satria.
Dengan malas si kembar titan dan mikro itu langsung menatap papinya. Detik kemudian mereka melotot melihat dua kertas di tangan papinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Brothers
Fanfiction"Kita itu saudara...jadi kita harus jadi penguat satu sama lain..." Kisah tujuh bersaudara yang ditinggal sang papi traveling katanya biar nggak cari mami baru dan anak anaknya jadi mandiri Kehidupan yang semula tenang perlahan terusik. Bahaya mende...
