Happy reading
🐱
🐱
"Uhuk...uhukk..."
Mahen yang berniat membangunkan adik-adiknya berhenti di depan kamar Reyhan saat mendengar suara batuk Reyhan.
"Rey..."Mahen membuka pintu dan mendapati Reyhan yang tidur membelakangi pintu. Mahen mendekat dan duduk di samping Reyhan. Melihat Reyhan menggigil membuat Mahen segera meletakkan tangannya di dahi Reyhan.
"Lah anget. Demam pasti,nih. Rey,bangun shalat subuh. Kuat berdiri nggak?" Mahen mengguncang pelan tubuh Reyhan. Reyhan membuka mata dan menatap sayu Mahen.
"Bang..."
"Demam ya? Apa yang sakit?" Tanya Mahen.
"Pusing doang kok bang. Mungkin gue kecapekan abis jalan-jalan kemarin minggu seninnya gue begadang ngerjain tugas...uhuk..."jawab Reyhan dengan suara serak.
"Kuat berdiri nggak?" Tanya Mahen yang di balas anggukan Reyhan.
"Shalat dulu. Nanti abang ambil kompres,ya," lagi-lagi Reyhan hanya mengangguk.
Mahen keluar dari kamar Reyhan setelah memastikan Reyhan baik-baik saja di kamar mandi. Baru saja menutup pintu,Mahen dikejutkan dengan Candra yang menghampirinya sambil merengek. Tangannya terus menggaruk leher dan tangannya yang nampak kemerahan.
"Abang...hiks..." Candra segera menghambur memeluk Mahen.
"Candra kenapa? Kok merah gini? Badannya juga panas banget," Tanya Mahen cemas.
"Nggak tau. Bangun tidur tadi udah gini. Panas bang...hiks..." Jawab Candra sambil terus menangis. Mahen segera membawa Candra ke kamar. Nampak Jefran tengah melipat sarungnya abis shalat.
"Jefran,Candra kenapa?" Tanya Mahen.
"Kayaknya cacar bang. Dari semalem wajahnya merah terus banyak bentol-bentol kecil gitu," jawab Jefran membantu menyiapkan kasurnya untuk Candra. Dari pada harus naik ke atas.
"Nanti izinin Candra,ya," pinta Mahen yang diangguki Jefran.
"Bang panas...hiks...gatel...hiks..." Mahen memegang tangan Candra agar tak menggaruk terus. Si kembar titan yang mendengar tangisan Candra datang menghampiri.
"Kenapa,bang?" Tanya Haikal.
"Kayaknya cacar," jawab Mahen.
"Bang Rey juga sakit,ya?" Tanya Johan.
"Iya kecapekan. Nathan mana?" Mahen celingukan mencari Nathan.
"Nemenin bang Rey. Tadi muntah, terus di temenin Nathan," Jawab Haikal.
"Jagain bentar. Abang mau ngambil kompresan dulu," Mahen segera turun ke dapur dan tak lama kemudian kembali dengan baskom berisi air hangat dan dua buah handuk kecil. Mula-mula ia pergi mengompres Reyhan yang ditunggui Nathan dan Haikal. Selanjutnya ia pergi mengompres Candra yang ditunggui Johan dan Jefran. Johan mencekal tangan Candra agar tak terus menggaruk bentolnya. Jefran mengipasi Candra dengan portabel fannya.
"Sana gantian mandinya. Kalian harus tetep sekolah. Abang telfon bi Uti dulu minta di masakin," Jefran membiarkan Johan mandi lebih dulu. Sedangkan Mahen menelfon bi Uti yang biasanya datang hanya untuk bersih-bersih. Walaupun sang papi lebih dari mampu untuk sekedar membayar pembantu,tapi atas keinginan Reyhan dan Mahen yang tidak menginginkan adanya orang lain dirumah mereka sehingga hanya bi Uti saja yang datang untuk bersih-bersih. Bi Uti sendiri adalah pekerja di rumah utama keluarga Satria yang telah diberi kepercayaan penuh oleh Satria.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Brothers
Fanfiction"Kita itu saudara...jadi kita harus jadi penguat satu sama lain..." Kisah tujuh bersaudara yang ditinggal sang papi traveling katanya biar nggak cari mami baru dan anak anaknya jadi mandiri Kehidupan yang semula tenang perlahan terusik. Bahaya mende...
