Bonchap - Doa ijab qabul

699 40 0
                                        

Nih yang minta bonchap
Maaf kalo nggak sesuai bayangan kalian
Pokokna happy reading
Dan bonchap ini isinya waktu pernikahan om Kevin okey
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*.*

Besok adalah hari yang membahagiakan bagi Kevin dan juga Risa. Mereka akan meresmikan hubungan mereka dan menjalin janji suci pernikahan.

Malam ini Kevin tak bisa tidur. Dia terus duduk di sofa ruang keluarganya dengan gusar. Gugup menanti hari esok. Satria dan ketujuh anaknya juga berada dirumah Kevin atau lebih tepatnya rumah nenek ketujuh saudara.

Mahen pun ikut serta walaupun harus duduk di atas kursi roda mengingat luka di kakinya dan dia yang sudah tak berjalan selama dua tahun. Membuat Mahen seakan lupa cara berjalan saja.

Haikal dan Nathan melihat om nya yang sedari tadi nampak gugup pun memilih mendekat.

"Kenapa sih om? Kok kayaknya gugup banget?" Tanya Haikal.

"Namanya mau nikah kal. Om gugup takut nggak hafal ijab qabul besok," jawab Kevin.

"Oh ijab qabul? Bilang dong. Bang Ikal hafal lho," ucap Nathan sambil menatap Haikal.

"Masa? Serius kamu hafal?" Kevin menatap tak yakin pada Haikal.

"Yeee...ngremehin. Ikal tuh gini-gini suka diem-diem ngafalin doa-doa lho," Haikal memukul dadanya bangga.

"Nggak percaya om. Coba gimana?" Tantang Kevin.

"Okey...nih dengerin. Ekhem!" Haikal berdehem sebelum melanjutkan aksinya.

"Qabiltu nikakhaha wa tazwijaha e...siapa ya?" Haikal berhenti sejenak mencari contoh.

"Maria aja bang! Abang kan cinta banget sama Maria xixixi...." Nathan terkikik. Haikal sukses melotot pada Nathan. Masih kesel aja dia sama mariadi yang udah ngerjain dia.

"Ah nggak jadi gue males," Haikal ngambek dah.

"Yah gimana sih? Belum selesai itu," protes Kevin.

"Bodo," ketus Haikal kemudian pergi. Nathan juga ikut pergi takut disuruh ngafalin juga.

"Ye...punya ponakan nggak ada yang waras. Eh ada ding. Rey sama Mahen pengecualian lah. Si Ciko soalnya bakal-bakal rese juga kaya abang-abangnya," monolog Kevin.

Dia pun memutuskan pergi ke kamar tamu dimana Sean berada. Sean tengah duduk bersantai bermain ponsel. Istrinya menemani Risa sementara anaknya tidur sama Johan. Jadilah ia macam bujang kesepian lagi.

"Oi,ajarin bacaan ijab dong," pinta Kevin sambil memukul paha Sean.

"Dih nggak hafal lo?" Tanya Sean mengejek.

"Alah takut salah gue. Buruan lah baikan dikit ama gue," pinta Kevin lagi. Sebuah seringai muncul di wajah Sean tanpa Kevin ketahui.

Seven Brothers Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang