Happy reading
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Tapi si pengantin pria masih nyaman bergelung dibawah selimutnya. Dia kelelahan setelah semalam berlarian mengejar Sean terus menghafal lafadz ijab dengan bantuan Satria. Dia baru tidur pukul dua dini hari saking gugupnya. Berakhirlah dia belum bangun sampai saat ini. Padahal keluarga yang lain sudah mulai bersiap. Bahkan Nathan dan si kembar mikro yang biasanya ngaret pun kini sudah bersiap-siap.
"Nih manten belum bangun ya?" Tanya Ibu Kevin,nenek tujuh bersaudara yang tengah menata sarapan diatas meja.
"Belum bu kayaknya," jawab Satria. Dia sudah duduk manis dengan setelan batiknya. Menikmati nasi panas dengan lauk rendang sapi.
Satria sudah memulai sarapan bersama kedua mertuanya serta Sean dan Ciko. Reyhan datang sambil mendorong kursi roda Mahen. Mereka nampak begitu tampan dalam setelan batik dan celana bahan.
"Om Kevin belum bangun pi?" Tanya Mahen. Reyhan mengarahkan kursi roda Mahen disamping Satria.
"Belum kayaknya. Oh iya adek-adek udah bangun belum?" Satria balik nanya.
"Udah kok pi. Mereka lagi siap-siap," jawab Reyhan.
"Rey,Mahen,sarapan dulu sayang," ucap Ibu Kevin.
"Baik oma," sahut Reyhan dan Mahen bersama.
Acaranya memang mulai pukul 9 nanti. Tapi kan mereka juga butuh persiapan dulu sebelum menghadapi hari yang cukup melelahkan ini. Pernikahan Kevin akan dilakukan di hotel milik Satria. Dan Kevin juga baru akan bertemu Risa nanti disaat akad. Zifa sedari semalam telah menemani Risa dan menyerahkan putranya sepenuhnya kepada sang suami.
"SELAMAT PAGI!!" Sapa duo kembar dan Nathan yang baru saja turun. Mereka sudah rapi dengan setelan masing-masing.
"Pagi juga. Ayo sarapan semuanya," ajak Ayah Kevin.
"Baik opa!" Sahut kelima remaja itu serempak. Mereka mendudukkan diri dikursi yang masih kosong dan mulai mengambil makanan yang nampak menggiurkan itu.
"Om Kevin belum bangun ya?" Tanya Candra yang mulai melahap rendang sapi.
"Belum. Nanti biar papi bangunin," jawab Satria yang hendak beranjak.
"Eitss!! Papi tunggu! Biar kita aja yang bangunin. Kita udah bilang bakal jadi alarmnya om Kevin kalau sampe bangun kesiangan," cegah Haikal. Satria menatap curiga pada kelima anaknya itu.
"Jangan aneh-aneh lho kalian. Om kevin hari ini nikah," pesan Satria kembali mendudukkan diri.
"Ah papi suudzon amat dah sama anak sendiri. Nggak lah. Justru kita tuh niatnya baik mau bangunin Om Kevin biar nggak telat nanti akadnya," Kata Nathan sambil memutar bola mata malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Brothers
Fanfiction"Kita itu saudara...jadi kita harus jadi penguat satu sama lain..." Kisah tujuh bersaudara yang ditinggal sang papi traveling katanya biar nggak cari mami baru dan anak anaknya jadi mandiri Kehidupan yang semula tenang perlahan terusik. Bahaya mende...
