BAB 94.Aurel?

400 20 0
                                        

#Milik_Ketua_Geng_Motor

Vote dong jangan cuma baca doang⭐
Capek sih emang iya tapi selalu semangat kembali karena makin sini yang baca makin rame aja yah makasih banget udah temenin thor sejauh ini hampir mau ending nih tinggal beberapa part lagi.

-Sayang?Cinta?tentu aja gue sayang sama Aurel dan dia udah nggak ada di sisi gue,iya udah beda alam sama gue,tapi gue canda haha,gue belum tau dia masih ada atau enggak yang jelas gue rindu banget Sama dia

-Arthen Atmajasa Putra.

Happy Reading yah😊

Degg!!!

"Apa?tapi gue nggak mau masuk penjara," ucap Sintia.

"Tapi lo harus senasib dengan Aurel," ucap Ken.

"Jadi kalian mau bvnuh gue dengan tangan kosong gitu?heh mana mungkin gue bisa m4ti dengan itu," ucap Sintia.

"Iya gue bakal bikin lo senasib dan akan gue pastikan bahwa lo pergi dari dunia ini hari ini juga," ucap Arthen.

"Emang nya apa sih istimewa nya perempuan murahan itu?sampai kamu segini nya sama dia,cantikan juga aku dari Aurel," ucap Sintia.

"Istimewa nya dia yaitu beda dari cewek yang lain dan enggak kayak lo yang egois,sombong,dan mata duitan,gue tau kok lo sayang dan cinta sama gue hanya karena uang kan?" tanya Arthen.

"Iya sayang nyadar juga lo,dan uang yang kamu kasih ke gue dulu sebenarnya buat jalan sama selingkuhan gue," ucap Sintia.

"Iya-iya gue tau itu dan sekarang gue mau lo m4ti yah siap-siap aja," ucap Arthen.

"Owh tidak semudah itu," ucap Sintia lalu mengeluarkan sebuah p1stol.

Dorr!!!

Dor!!!

Dor!!!

Dorr!!!

Dor!!!

"Sudah cukup bermain-main nona,gue ketua Psikop4t Arsen Regazta Sonic,siap membuat anda hilang dari dunia ini," ucap Arsen yang tiba-tiba muncul di belakang Ken.

"I-itukan nama psikop4t yang paling terkenal,dan banyak banget korban yang di bvnuh dia dengan cara yang kejam," lirih Sintia berniat kabur namun sudah terlambat ia sudah terkepung oleh anak-anak Geng psikop4t.

"Dan sekarang coba tunjukan danau mana tempat hilang nya Aurel?jika tidak ingin memberi tahu maka semua senjata ini akan masuk ke tvbuh mu," ucap Arsen.

"Oke gue akan memberi tahu," ucap Sintia.

•••

Sesampai di danau itu.

"Dimana lo ngubur Aurel?" tanya Arsen.

"Gue nggak kubur dia,tapi dia gue lemparin ke danau itu dan bungkusin dia pakai kain goni," jawab Sintia.

"Oke Vian,Anton nyebur dan cari kain goni itu di kedalaman danau ini," ucap Arthen.

"Oke siap bos," ucap mereka berdua kompak.

Mereka berdua pun menyebur ke danau itu.

"Hahaha cari kemana pun nggak bakal ketemu,danau ini kan luas dan dalam banget,dan meskipun ketemu pasti udah nggak ada mana mungkin masih hidup," lirih Sintia tersenyum.

"Nggak ada kain goni deh perasaan Vian,malahan danau ini bersih banget," ucap Anton.

"Itu goni nya,pasti isi nya Aurel," ucap Vian lalu mereka pun mengangkat nya ke atas dan memberikan nya ke Arthen.

"What?kok bisa sih mereka menemukan secepat itu," lirih Sintia Kesal.

Arthen pun membuka ikatan di kain goni itu dan bertapa terkejut nya dia saat melihat pot0gan tvbvh seorang perempuan berkaos olahraga.

"Itu Aurel,dia udah tiada kan?lo udah liat sendiri itu pot0gan tvbuh dia," ucap Sintia.

Sedangkan di sisi lain.

"Akhh,sakit sekali," ucap seorang perempuan,bersama kedua pengawas

"Tahan nona,tidurkan saja jika sakit," ucap pengawas danau itu.

"Coba kita tanya kan kepada orang-orang di sana siapa tau salah satu nya keluarga perempuan  ini,"ucap pengawas yang satu nya lagi.

"Iya siapa tahu ada yang kenal saya," ucap perempuan itu yang di bungkusi kain kuning itu.

"Iya neng,nama nya siapa?" tanya pengawas itu.

"Nama saya Aurel," ucap nya.

Lalu kedua pengawas itu menghampiri Ken bersama yang lain nya yang tengah berkumpul itu.

"Nggak mungkin Aurel udah ninggalin gue," ucap Arthen.

"Maaf permisi mas,apakah di sini ada salah-satu keluarga korban yang di masukkan ke danau ini?dia bernama Aurel?" tanya pengawas itu.

"Aurel," ucap Arthen lalu menghampiri apa yang di bawa pengawas itu mukanya di tutupi oleh kain kuning itu.

"Hah masa sih dia masih hidup,padahal jelas-jelas kemarin gue liat sendiri dia di bvnuh mereka,terus dia siapa dan keliatan masih utuh," lirih Sintia karena tak bisa melihat wajah nya yang di tutupi kain di seluruh tvbuh perempuan yang pingsan itu.

Arthen membuka kain itu dan...

Part selanjut nya flash back

Tbc.

Next?

Milik Ketua Geng Motor(END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang