BAB 103.Telah sampai

441 10 0
                                        

#Milik_Ketua_Geng_Motor

-Setiap kehidupan pasti akan ada jalan yang menurut kita rumit sekali dan saat kita memperbaikinya,entah kenapa jalan itu malah semakin rumit saja yang membuat kita terjebak. dan hanya Allah swt yang hanya bisa menolongmu.

Happy Reading❤️

Kini Aurel telah sampai di jakarta tepatnya di masion terbesar keluarga Bramasta dan tentu saja sudah di sambut ramah oleh para maid-maid di masion besar itu.

Tok..tokk...

Aurel mengetuk pintu.

"Kok nggak ada jawaban sih," ucap Aurel.

"Ehh lupa kalau ada bel," ucap Aurel lalu menekan bel itu.

"Iya sebentar," ucap seseorang dari dalam masion.

Ceklek...

"Eh non Aurel," ucap mbok darmi.

"Iya bik,bunda saya ada di sini enggak?" tanya Aurel.

"Oh ada-ada non silahkan masuk," jawab mbok darmi lalu Aurel pun masuk kedalam masion,masion sekarang sangat beda sekali dengan yang dulu banyak hiasan yang pasti harganya sangat mahal dan semakin mempercantik masion.

"Ih ada keranjang bayi samperin deh,"ucap Aurel lalu menghampiri keranjang bayi itu,dan ternyata ada seorang bayi laki-laki yang tak lain adalah baby Rayyan.

"Gemes banget bayi nya mirip kak Ken," ucap Aurel lalu baby Rayyan pun tersenyum kepadanya.

"Pasti anaknya kak Ken sama kak Key deh gemes banget senyum lagi," ucap Aurel lalu mengendong baby Rayyan.

"Heh..jangan sentuh baby aku," ucap Key menghampiri Aurel,ia pun mendongkak menatap Key.

"Aurel,kapan kamu pulang," ucap Key lalu memeluk Aurel.

"Baru aja kak,trus langsung nyamperin bayi ini kirain anak siapa ternyata anak kak Ken," ucap Aurel.

"Maaf ya tadi agak ngebentak," ucap Key.

"Gak papa kak,aku gerti kok,"ucap Aurel.

"Kok kamu bisa tau kalau bayi nya anak kak Ken padahal kan kamu baru sampai dan pasti nggak tau kapan dia lahir," ucap Key.

"Ya soalnya mukanya mirip kak Ken," ucap Aurel.

"Dia senyum tadi loh kak," ucap Aurel.

"Emang iya,padahal dia jarang senyum iho,kayak ayahnya aja dingin," ucap Key.

"Iya kak ganteng banget,pasti kayak ayahnya yang bakal jadi inceran deh," ucap Aurel.

"Kamu kemana aja selama ini baru pulang,setelah 8 bulan hilang tanpa kabar sedikit pun,Arthen selalu nungguin kamu loh," ucap Key.

"Oh iya,trus sekarang keadaannya gimana?"ucap Aurel.

"Dia depresi sejak kamu hilang dan katanya udah agak membaik sih,nanti kamu ke kantornya aja soalnya dia masih suka kerja walaupun agak depresi berat karena kamu," ucap Key.

"Iya kak nanti aku ke sana,bunda di mana kak," ucap Aurel.

"Di kamarnya lagi tidur," ucap Key.

"Ayah di mana kak," ucap Aurel.

"Kerja dong,jam segini pasti pada kerja lah," ucap Key.

"Bunda," teriak Aurel menuju kamar Bunda.

"Aurel sayang," ucap Bunda,mereka pun saling berpelukan.

"Akhirnya kamu kembali sayang bunda kangen banget sama kamu," ucap Bunda Renatha.

"Aku bawa uang yang banyak buat bunda," ucap Aurel.

"Bunda nggak butuh uang semua kemauan bunda selalu di turuti oleh ayahmu nak," ucap Bunda.

"Bunda tenang kamu sekarang udah kembali ke sini," ucap Bunda.

"Iya bun,Aurel janji nggak bakal gini lagi," ucap Aurel.

"Temuin Arthen sekarang sayang,setau bunda dia sempat masuk rumah sakit jiwa karena kamu,dia ada di kantornya nak," ucap Bunda.

"Iya bun,aku kesana sekarang," ucap Aurel.

•••

Arthen sedang melamun di kursinya sedang memikirkan Aurel di siang bolong ini.

"Kangen banget sama kamu Rel,kapan kamu kembali," ucap Arthen.

"Aku nggak bakal keberatan kok kalau kamu lebih mencintai Arsen di banding diriku,asal kamu kembali kepadaku biar aku yang mencintaimu dengan hebat setulus yang aku bisa dan dengan cara yang luar biasa walaupun tak sama dengan cara Arsen," ucap Arthen.

Sesampai Aurel di kantor Arsen ia langsung menghampiri sekretarisnya itu.

"Pak Kak Arthen nya ada," ucap Aurel.

"Anda siapa yah," ucap pak sekretarisnya,karena Aurel memakai masker hingga tak mengenalinya.

"Aprilia temen nya," ucap Aurel.

"Biar suprise sedikit kali yah," gumam Aurel.

"Baik masuk saja ke ruang pribadinya pak Arthen ada di dalamnya," ucap nya,lalu Aurel pun pergi dan mulai berjalan keruang pribadi Arthen.

"Sayang," ucap Aurel sembari tersenyum.

"Godain dikit gak ngaruh kali yah," ucap Aurel.

"Sayang?pasti yang gatel nih," ucap Arthen dari dalam.

"Ya masuk," ucap Arthen.

Ceklek...

"Siapa yah," tanya Arthen.

Lalu Aurel membuka maskernya.

"Aurel sayang," ucap Arthen hampir memeluknya.

"Ehh,jangan meluk belum sah tau," ucap Aurel.

"Eh iya lupa kalau belum di halalin," ucap Arthen.

"Tapi kangen yang peluk 1 jam aja gak papa deh," ucap Arthen.

"Enak aja 1 menit deh kalau gitu," ucap Aurel lalu Arthen memeluknya.

"Jangan pergi lagi sayang," ucap Arthen dalam pelukannya.

"Iya aku nggak bakal ninggalin ayang aku yang paling ganteng sedunia ini kok," ucap Aurel.

"Janji yah," ucap Arthen.

"Iya janji," ucap Aurel.

"Udah yang lepas pelukannya," ucap Aurel.

"Nggak bisa lepas loh yang nempel," ucap Arthen.

"Hmm,alesan kamu mah," ucap Aurel lalu mendorong Arthen dan akhirya bisa di lepas juga pelukannya.

"Besok nikah yah yang," ucap Arthen.

"Cepet banget," ucap Aurel.

"Biar kamu nggak kabur sama dah terlanjur meluk kamu tadi," ucap Arthen.

"Yaudah besok," ucap Aurel.

Tbc.

Next?

Milik Ketua Geng Motor(END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang