07 : Pengakuan Jennie

2.7K 330 26
                                        


Hargai karya author dengan cara menekan bintang and comments



— Unfall —

Jennie berdecak ketika tangannya tidak sampai pada resleting dress yang dia kenakan. Malam ini sesuai rencana Taehyung, Jennie bersiap-siap untuk pergi ke pesta perusahaan pria itu. Awalnya Jennie tidak ingin ikut dengan alasan dia malu, tapi karena Taehyung terus membujuknya pada akhirnya Jennie mengalah.

"Kau sudah siap sayang?" Jennie terlonjak kaget mendengar suara berat Taehyung di belakangnya. Pria itu nampak sedang menyandarkan punggungnya di dinding sembari menatap Jennie intens.

"Tae, tolong bantu aku menaikan benda ini, tanganku tidak sampai."

Pria itu tersenyum lalu berjalan menghampiri Jennie dan berhenti tepat di belakang punggung gadis itu. Napas Jennie tercekat ketika merasakan napas hangat Taehyung menerpa lehernya, mengirimkan sensasi aneh yang mulai bergelenyar hingga bulu kuduknya berdiri. Tangan pria itu bergerak menyentuh resleting dress nya, lalu dengan gerakan pelan menarik benda itu keatas.

Jari-jari Taehyung menelusuri kulit punggung Jennie dengan sensual, dengan mata lurus menatap Jennie di pantulan cermin. Jennie menatap pantulan Taehyung dengan menggigit bibirnya, napasnya hampir saja lepas dari paru-parunya ketika Taehyung menunduk dan mengecup tengkuknya. Tangan Taehyung kemudian bergerak sedikit menyingkap dress yang ada di bahu Jenni, menggunakan lidahnya Taehyung menyusuri bahu putih dan lembut itu, menciptakan jejak basah yang panas

Jennie merintih dan sontak saja memegang tangan Taehyung yang berada di perutnya ketika gigit pria itu menancap dibahunya. Matanya terpejam merasakan hisapan kuat di disana hingga meninggalkan jejak. Taehyung lalu menjauhkan wajahnya dari sana dan tersenyum puas melihat bercak merah yang menghiasi bahu putih itu. Taehyung seolah tengah menandai betinanya malam ini.

Taehyung mengangkat pandangannya melihat wajah Jennie di cermin, menyeringai melihat wajah Jennie yang merah karena mulai diliputi gairah. Menarik pinggang gadis itu lalu mengecup telinganya seraya berbisik parau.

"Kau sangat sensitif, aku suka..." Gumamnya menggoda lalu menjilat leher Jennie. Gadis itu mencoba untuk mendorong tubuh Taehyung.

"Tae, hentikan kita bisa terlambat." Bukannya mendengarkan Taehyung malah membalik tubuh gadis itu lalu menyudutkannya ke dinding kamar.

"Aku tak masalah jika harus terlambat karena  ini." Ucapnya sensual lalu memeluk tubuh Jennie dan mencium lehernya.

Jennie melengguh ketika lehernya digigit dan dihisap layaknya vampir. Napasnya memburu dengan mata terpejam saat tangan Taehyung menelusup dibalik dress nya lalu naik keatas mengelus perutnya. Ketika tangan Taehyung hendak masuk kedalam celana dalamnya dengan cepat Jennie menahan tangan itu.

"Taehyung jangan, kita akan sangat terlambat. Ini pesta penting untukmu, aku tidak ingin membuat semua orang kecewa karena mereka pasti menunggu mu." Taehyung menatap Jennie dengan tatapan rasa bersalah. Taehyung lalu menghela napas.

"Maafkan aku." Jennie tersenyum.

"Lupakan, sekarang ayo kita berangkat, mereka pasti menunggu mu."

Taehyung tersenyum, dia meraih kedua tangan Jennie dan mengecupnya sayang. Mereka keluar dari kamar dan pergi dari sana dengan menggunakan mobil mewah milik Taehyung. Sesampainya di hotel dimana pesta perusahaan itu di adakan, Jennie tiba-tiba tidak bisa menahan degup jantungnya ketika melihat kamera para wartawan yang terus-menerus memotret mobil Taehyung. Seterkenal itukah Taehyung hingga banyak wartawan yang berbondong-bondong hanya untuk mendapatkan satu jepret fotonya?  Taehyung menoleh menatap Jennie lalu menggenggam tangan gadis itu yang terasa dingin.

Unfall ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang