Hargai karya author dengan cara menekan bintang and comment
•
•
•
— Unfall —
Taehyung tersenyum dan terus menggenggam tangan mungil Jennie erat, sesekali menoleh untuk melihat wajah Jennie yang nampak kebingungan. Jennie terus bertanya-tanya kemana Taehyung akan membawanya, dan Taehyung hanya menjawab 'Tunggu saja' membuat Jennie heran. Jadi Jennie memilih untuk diam dan mengikuti kemana Taehyung membawanya, yang Jennie tau saat ini di sekitarnya cukup banyak orang.
Jennie bisa mendengar suara orang-orang yang sedang berbicara. Jennie cukup lega karena ternyata mereka tidak berdua berada di sini. Langkah mereka berhenti dan Jennie mendengar Taehyung sedang mengobrol dengan seseorang yang Jennie tak tahu siapa.
"Baik dokter song."
"Taehyung kita mau kemana?" Jennie bisa merasakan tangan Taehyung menyentuh rahangnya.
"Kau akan segera melihat, sayang." Jennie mengernyit.
"Apa maksudmu Tae?" Pipi Jennie di kecup membuat Jennie terkesiap dengan pipi memerah karena malu.
"Mata mu akan bisa melihat lagi, Jen." Terkejut. Tentu saja terkejut. Taehyung bilang dia akan bisa melihat lagi? Benarkah?
"Taehyung..." Kening mereka menyatu.
"Ya Jen, ada yang mendonorkan mata untukmu jadi kau bisa melihat lagi."
Orang baik mana yang dengan ikhlas mendonorkan matanya untuk Jennie? Dia ingin berterimakasih pada orang tersebut dan membalas jasanya. Jennie memang sangat ingin melihat lagi, dia tersiksa karena tidak bisa melihat sebab Jennie tidak mau merepotkan orang lain dan mempermalukan orang-orang yang ada didekatnya.
Taehyung sudah melakukan banyak hal untuknya, pria itu sangat baik dengan sudah menyiapkan operasi mata untuk Jennie. Taehyung mengecup puncak kepala Jennie saat sang dokter menyuntikan obat bius padanya setelah Jennie melewati beberapa tes kesehatan.
Taehyung menggenggam tangan Jennie, mengusap puncak kepala gadis itu. Menemaninya di detik-detik kesadaran gadis itu sebelum Jennie menutup mata. Taehyung mengecup keningnya lalu bangkit dan menghampiri dokter yang tengah menyiapkan alat-alat operasi.
"Lakukan sebaik mungkin, aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya karena jika sampai operasi ini gagal, kau tau kan apa yang akan terjadi setelahnya pada mu?"
Dokter pria itu menganggukkan kepalanya gugup. Taehyung menoleh pada Jennie yang kini tengah dipasangi alat-alat medis oleh para suster, setelah itu Taehyung pergi dari ruangan itu. Pria itu berjalan keluar dari rumah sakit menuju taman yang ada di samping rumah sakit. Mengambil ponsel miliknya dan nampak sedang menghubungi seseorang.
"Halo tuan."
"Apa kalian sudah menanganinya?"
"Sudah, tapi dia terus menangis dan meminta mata ganti untuk anaknya." Taehyung mengusap bibirnya.
"Kalau begitu carikan donor mata untuk anaknya itu. Suruh dia tutup mulut, kalau perlu sumpal mulutnya dengan uang sekalian. Aku sudah mengirimkan uang dengan jumlah banyak kesana."
Desisnya memerintah lalu mematikan pamggilan itu, rahangnya mengetat. Jennie tidak boleh mengetahui ini semua, tidak boleh mengetahui kalau donor mata yang gadis itu terima adalah mata hasil dari tindakannya yang tidak terpuji. Dia tau apa yang dia lakukan adalah tidak benar, tapi dia akan bertanggung jawab dan memberinya uang agar menutup mulutnya.
Taehyung memejamkan matanya lalu mendudukan dirinya di kursi yang ada di sana. Lelaki itu memijit pelipis dan mengusap wajahnya kasar. Frustrasi akan fakta yang membuat Taehyung nyaris tidak dapat bernafas. Taehyung sudah mencari tau tentang Jennie dan kenyataan menampar Taehyung dengan keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unfall ✔
Romance[M] short story | END Kebohongan Taehyung yang terungkap menghancurkan segalanya bahkan termasuk cinta diantara mereka, menciptakan benih kebencian yang teramat pada sosok Jennie hingga dia memilih untuk pergi. Namun, setelah semua yang Taehyung lak...
