Hargai karya author dengan cara menekan bintang and comment
•
•
•
- Unffal -
Sudah satu minggu berlalu dan Taehyung benar-benar tidak memunculkan batang hidungnya seperti yang Jennie harapkan. Pria itu benar-benar menghilang tanpa kabar dan memang itu yang dia inginkan. Tetapi entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Jennie ketika dia memandang wajah kedua putranya saat mereka menanyakan soal Papanya. Jennie tidak tau harus menjawab apa meskipun dia bisa mengatakan banyak kebohongan pada mereka.
Satu minggu ini pun Jennie mulai menangkap perubahan buruk pada kedua putranya. Mereka sering tidak menghabiskan makanan mereka, mereka juga mulai jarang bermain dengan mainan kesayangan mereka. Padahal Jennie tahu betul jika Taeho dan Taejin tidak bisa lepas dari mainan kesukaannya.
Jennie mulai khawatir dengan perubahan itu, dan kekhawatirannya semakin menjadi ketika dia mulai menemukan makanan kedua putranya bahkan tidak di sentuh sama sekali. Mereka hanya minum susu dan menolak makan banyak. Sampai puncaknya Jennie dibuat panik setengah mati ketika dia menemukan kedua putranya demam tinggi di malam hari.
Suhu tubuh mereka sangat panas, Jennie bahkan langsung menelepon dokter dan Jongin, membuat pria yang sedang sibuk dengan rencana rapatnya harus menunda pekerjaan demi membantu Jennie. Dan kini Jennie hanya mampu terisak dalam pelukan Jongin ketika melihat kedua putranya terbaring lemas diatas kasur dengan wajah pucat. Dokter menyampaikan demam mereka tinggi, dan jika obat yang di berikan tidak mempan dan panasnya semakin tinggi itu akan menyebabkan bahaya pada mereka berdua. Jennie yang mendengar hal tersebut tentu semakin sesegukan dalam pelukan Jongin yang sedari tadi terus berusaha menangkannya.
"Papa...."
Ini sudah yang ke sekian kalinya mereka menggumamkan kata Papa. Jennie memandang dokter yang saat ini sedang memberi selang infus pada tangan mungil keduanya. Dan hati Jennie berdenyut sakit, terisak dalam ketidak berdayaan nya.
"Jong, apa yang harus aku lakukan?Aku takut terjadi sesuatu pada mereka, aku tidak bisa hidup tanpa kedua putra ku hikss..." Jongin mendesis menenangkan. Sang dokter menghela napas lalu bangkit dan menghadap Jennie serta Jongin.
"Mereka demam tinggi karena kekurangan gizi dan mereka juga kekurangan cairan dalam tubuh mereka. Mereka masih kecil dan aku takut demamnya akan semakin parah jika ini terus di biarkan. Mereka butuh perawatan insentif."
"Mereka tidak mau makan. Aku sudah berusaha untuk membujuk mereka tapi mereka keras kepala." Dokter itu menghela napas lagi sembari melepas kacamatanya.
"Mungkin mereka ingin Papa nya yang membujuk mereka saat ini. Mereka terus mengingau memanggil Papa membuat ku yakin jika Papa nya ada maka mereka akan sembuh. Percayalah apapun yang di inginkan seorang anak yang demam, besar kemungkinan mereka akan cepat sembuh. Sebaiknya kau panggil Papa mereka agar mereka mau makan. Kita coba saja dulu."
Jennie termenung memikirkan saran dari dokter. Haruskah dia mengikuti saran dokter dan datang pada Taehyung? Jennie harus melakukannya demi Taeho dan Taejin, bagaimanapun juga keselamatan mereka lebih penting saat ini. Jennie akan melakukan apapun agar kedua putranya cepat sembuh meskipun dia harus merelakan rasa sakitnya untuk sementara.
"Aku harus pergi."
"Apa? Malam-malam begini? Kau mau kemana?" Jennie mendongak menatap Jongin dengan mata berkaca-kaca namun terdapat tekad kuat disana.
"Menjemput Taehyung dan menyelamatkan kedua putra ku."
Tanpa mendengar jawaban dari Jongin lagi Jennie segera meraih mantelnya dan bergegas keluar menuju hotel dimana Taehyung menginap. Berkat key card hotel milik Taehyung yang tanpa sengaja dia lihat membuat Jennie bisa tau dimana sekarang pria itu berada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unfall ✔
Romance[M] short story | END Kebohongan Taehyung yang terungkap menghancurkan segalanya bahkan termasuk cinta diantara mereka, menciptakan benih kebencian yang teramat pada sosok Jennie hingga dia memilih untuk pergi. Namun, setelah semua yang Taehyung lak...
