02 : Lust

3.3K 428 161
                                        

Hargai karya author dengan cara menekan bintang and comment



— Unfall —

Tubuh seorang anak lelaki berusia 12 tahun itu bergetar hebat didepan dua mayat pria dan wanita paruhbaya. Mayat itu sudah setengah terbakar dan terlihat mengenaskan, di sebelah kiri anak lelaki itu ada dua polisi yang menahanya.

"Ayo kau harus ikut dengan kami kekantor polisi. Kau harus dihukum atas perbuatan mu!" Anak laki-laki itu menggeleng dan meronta. Dia menangis mencoba untuk melepaskan tangan kedua polisi itu yang menahan tangannya.

"Tidak! aku tidak bersalah! Mobil itu yang menghalangi jalan ku! Aku tidak bersalah!!"

Jerit anak laki-laki itu sembari terus meronta sekuat tenaga agar terlepas dari pegangan para polisi itu. Tak berapa lama beberapa suster dan dokter datang membawa dua anak perempuan yang terbaring di ranjang brankar rumah sakit. Kedua anak gadis itu nampak terluka cukup parah, salah satunya masih sadar dan dia menangis.

Para polisi itu lalu membawa anak laki-laki itu agar menghampiri kedua anak gadis tersebut.

"Lihat perbuatan mu, kau sudah memisahkan mereka dari orang tua mereka untuk selama-lamanya." Mata anak laki-laki itu menatap gadis yang mungkin seusia nya itu dengan tatapan takut.

"Ayo cepat minta maaf!" Berjalan dengan kaki gemetar, anak laki-laki itu mendongak menatap anak perempuan didepannya.

"Maaf..."

"Pergi! Kau sudah membunuh ayah dan ibu ku! Kau jahat! Aku membencimu! AKU MEMBENCI MU!"

Anak gadis itu menjerit histeris disertai tangisannya yang keras dan terdengar pilu, membuat para suster segera menenangkannya karena gadis itu tidak terkendali. Dokter segera datang dan memberinya obat penenang hingga tubuh kecil itu perlahan-lahan melemah dengan tangisan yang masih terdengar meskipun lirih. Mata anak laki-laki itu memanas ketika melihat tubuh mungil gadis itu di baringkan di atas brankar lain.

Tubuh gadis itu penuh dengan bercak darah dan luka yang cukup parah, ketika brankar yang membawa kedua gadis itu pergi dari sana tanpa sengaja sesuatu terjatuh dari genggaman anak gadis itu. Itu adalah boneka.

Bocah laki-laki itu mengambilnya, dia menatap brankar yang membawa tubuh kecil itu. Tatapannya terlihat sendu dengan rasa bersalah yang mendalam. Setelah semua yang terjadi hal itu telah mengubah kehidupan anak laki-laki itu 180%. Anak laki-laki itu juga berjanji akan menemukan gadis itu lagi dimanapun untuk minta pengampunan atas tindakan fatal yang telah dia lakukan.

Mata Taehyung terbuka lebar dengan napas yang tersendat, keringat dingin tampak hadir membasahi keningnya. Mimpi itu hadir lagi membawa rasa penyesalan yang menyesakkan dada seperti biasanya. Benda itu. Taehyung bangkit lalu membuka nakas dan dia meraih boneka itu.

Kalian tau kenapa alasan Taehyung menyimpan boneka ini? Itu karena Taehyung sangat merasa bersalah pada gadis itu, makan dari itu dia membawa boneka itu untuk dia simpan untuk kemudian hari mengembalikannya pada sang pemiliknya. Siapa tau nanti dia bisa menemukan gadis itu dan meminta maaf. Taehyung sudah berusaha mencari gadis itu selama bertahun-tahun, namun belum bisa menemukannya.

Taehyung rasanya bisa gila kalau dia tidak menemukan gadis itu sesegera mungkin untuk minta maaf, rasa bersalahnya pada gadis itu benar-benar menyiksanya. Dia telah menabrak mobil mereka hingga jatuh ke jurang, anak-anak itu selamat sedangkan orang tuanya tidak bisa di selamatkan. Taehyung sudah menghancurkan dua kehidupan gadis malang itu, selama ini Taehyung belum bisa memaafkan dirinya sendiri.

Unfall ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang