15 : Tidak mengubah apapun

2.2K 249 87
                                        

⚠️SAYA TIDAK PUNYA SECOND AKUN WATTPAD AKUN WATTPAD SAYA CUMA PAPOLIPS⚠️



- Unfall -

Meja makan panjang itu terasa hampa karena tidak ada satupun percakapan antara mereka. Hanya ada suara dentingan sendok beradu piring yang mengaungi suasana mencekam itu. Ini adalah acara makan keluarga, seharusnya menjadi hal yang menyenangkan bukan? Nyonya Kang melirik putra pertamanya yang terlihat sibuk menghabiskan makanannya. Dari raut wajahnya sama sekali tidak ada aura bahagia, wanita itu berdehem untuk mencairkan suasana meja makan yang hambar.

"Bagaimana rumah tangga kalian? Apa semua baik-baik saja?" Nyonya Kang tersenyum ketika Taehyung meliriknya dengan tajam. Wanita cantik dengan dress hitamnya yang duduk di samping Taehyung itu tersenyum pada nyonya Kang.

"Semua baik-baik saja, iya kan sayang?" Wanita itu merangkul lengan Taehyung dan tersenyum menatap pria itu. Taehyung hanya bergumam sebagai jawaban. Nyonya Kang nampak senang, wanita paruhbaya itu kemudian bertanya lagi.

"Kalian sudah menikah hampir empat tahun, ibu sangat menginginkan cucu dari kalian. Yeonjun dan Yeji sudah akan memiliki anak. Kalian kapan?"

"Aku selesai." Taehyung beranjak bangkit membuat semua orang menatapnya.

"Tae, tunggu." Sang pemilik nama memilih untuk pergi tanpa mendengarkan teriakan orang-orang di meja makan itu yang memanggil namanya.

"Seharusnya kau tidak mengatakan itu Boyoung." Tuan Kang menatap istrinya.

"Apa yang salah dari pertanyaan ku?" Tuan Kang nampak menghela napas. "Jisoo dan Taehyung sudah menikah hampir empat tahun lamanya, apakah aku salah jika aku bertanya soal cucu?"

"Ibu, kami sedang mengusahakannya. Tolong bersabar." Jisoo meyakinkan. Nyonya Kang mendengus.

"Mau sampai kapan aku menunggu? Aku mengharapkan cucu dari putra pertama ku tapi sepertinya dia bahkan tidak mau menghamili mu." Jisoo menunduk dengan hati mencelos. "Aku jadi semakin yakin kalau kau madul."

"Hentikan, Boyoung. Sudah cukup." Nyonya Kang menatap kesal pada suaminya lantas pergi meninggalkan meja makan itu. Tuan Kang menghela napas jengkel.

"Tolong maafkan sikap ibu mertua mu, dia memang terlalu obsesi ingin memiliki cucu dari putra pertamanya." Jisoo tersenyum.

"Tidak apa ayah, aku mengerti. Aku akan bicara pada Taehyung untuk membahas tentang ini."

Tuan Kang menghela napas lagi sembari mengangguk. Jisoo lantas berpamit pergi meninggalkan tuan Kang seorang diri di meja makan itu. Pria paruhbaya itu sesaat terdiam dengan pikirannya yang di kembalikan pada kejadian masa lalu. Begitu gigih Taehyung masih berdiri pada pendiriannya mencari Jennie. Entah kemana sekarang wanita itu pergi, menghilang bak di telan bumi sampai Taehyung kewalahan mencarinya dan hampir gila dibuatnya selama bertahun-tahun ini.

- Unfall -

Malam itu Jisoo berkali-kali menghubungi Taehyung tetapi pemilik ponsel tidak juga mengangkat panggilannya. Khawatir terjadi sesuatu Jisoo sampai menghubungi semua teman lelaki Taehyung untuk menanyakan keberadaannya, tapi mereka semua tidak tau. Sampai jam sebelas malam Jisoo menunggu akhirnya Taehyung pulang.

Jisoo yang menunggu di sofa menahan kantuk langsung bangkit dan menghampiri Taehyung yang baru saja menutup pintu apartemen.

"Aku menghubungi mu tapi kau tidak mengangkat panggilan ku." Jisoo berdiri di depan Taehyung dan mengernyit. "Kau habis minum?"

Unfall ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang