Bab 12 Payung Kuning

2K 353 14
                                        

Sekarang ini Rex sedang berusaha keras mengatur napas dan kakinya yang gemetar agar terlihat baik-baik saja.

[Berjuang lah Player Rex
Kau sangat keren tadi, bukankah akan lucu jika kamu pingsan setelah aksi memukau itu? ^^]

Tanpa diberitahu pun Rex sudah tahu itu. Entah Jendela status ini hanya senang dengan penderitaan playernya, atau dia memang sangat senang dimarahi. Untungnya Rex sangat kelelahan untuk meladeni jendela status sekarang.

[Wkwk paru-paru mu mengirimkan surat resign :⁠-⁠D]

Sekarang mata Rex mulai memancarkan sinar laser.

[:'v]

Masih terlalu cepat jutaan tahun, untuk jendela status menganggu final boss monster ini. Setelah jendela status diam, Rex yang lelah masih diganggu oleh hal lain. Mereka adalah para sayuran layu. Yah sayuran-sayuran layu itu adalah para pemain yang masih kecewa oleh jawaban Rex.

"Kalau memang begitu, tolong ajari kami!"

Meskipun mereka terlihat tak berbeda jauh dari sayuran layu yang sebentar lagi akan mati. Mata mereka semua menunjukkan binar seakan mereka tak akan menyerah jika Rex belum memberikan apa yang mereka inginkan.

"Kami adalah atlet, kami pantang menyerah!"

Karena itulah, Rex yang sekarang sudah sangat lelah menjadi semakin lelah dan juga risih. Jika biasanya Rex bisa dengan mudah mengabaikan mereka seolah tak ada yang terjadi. Sekarang Rex tidak memiliki tenaga untuk itu. Akhirnya setelah pertarungan mental selama belasan menit. Para pemain muda itu menjadi segar bugar setelah Rex dengan terpaksa berkata akan mengajarkan mereka nantinya. Sepertinya Rex bisa bernapas lega sekarang.

Sementara para aktor sibuk seperti itu. Apa yang dilakukan sutradara dan staff lainnya? Yah sekarang sutradara Nino dan kameraman Roy sedang berdansa bersama karena terlalu senang. Begitu pula dengan staf dan kru lainnya. Awalnya, sutradara mendatangkan 9 atlet muda berbakat dan merancang adegan bermain basket settingan dengan ending Rex akan memasukkan bola ke dalam ring. Ini semua demi fan service untuk penonton.

Tapi baru sutradara ingin menjelaskan adegan yang harus dilakukan saat sesi latihan. Entah mengapa sesi latihan itu telah berubah menjadi pertandingan kelas dunia. Rex bermain sangat epik bahkan melampaui sangat jauh adegan settingan yang telah dirancang sebelumnya. Ditambah lagi, Rex bermain solo melawan 9 orang sekaligus. Sekarang bahkan sutradara tak memerlukan syuting ulang, dia akan langsung memasukkan sesi latihan ini karena adegan yang dihasilkan sudah sangat sempurna.

Kameramen Roy pun tak kalah bahagianya dengan Nino. Semua adegan latihan tadi awalnya hanya direkam untuk dimasukkan di behind the scene. Tapi foila, Rex menyihir semua adegan tadi menjadi sangat epik seolah itu adalah pertandingan asli NBA. Lalu seakan tak cukup dengan itu, Rex membuatnya terlihat sangat indah, hingga pastinya akan memanjakan mata setiap orang yang menontonnya. Kameramen yang berdiri langsung di depan kamera adalah orang pertama yang matanya tercerahkan. Hasil rekaman sangat indah dan memukau, sehingga nantinya tak perlu diedit sama sekali.

Sementara itu, Penulis Febi bereaksi berbeda. Dia hanya menulis di naskah seperti ini.

'Dion bermain sangat lincah dan gesit. Dia berhasil mengelabui pemain lawan dan melesat menuju ring lawan. Setelah itu, dengan bangga Dion memasukkan bola ke ring. Membuat semua orang mau tak mau terpukau'

Naskahnya hanya seperti itu. Tapi sekarang adegannya menjadi sangat bagus dan indah hingga membuat penulis meneteskan air matanya.

Semua orang sangat puas dengan syuting kali ini. Jadi setelah istirahat sebentar, mereka lanjut ke adegan utamanya.

Be A SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang