Bab 17 Drama Terpopuler

2K 347 4
                                        

Diba, seorang gadis berusia 17 tahun. Saat ini sukses membuat Ibu dan Ayahnya terkejut terheran-heran.

"Apa anak ini baru saja keluar kamar?"

Diba mengabaikan pertanyaan Ibunya dan berjalan ke ruang tamu untuk mencari remote TV. Ibu dan Ayahnya hanya bisa menatap Diba dengan mulut terbuka lebar. Anak yang sehari-hari hanya mengurung diri di kamarnya sekarang sedang berjalan menuju mereka. Apa ini mimpi?

Sementara itu, Diba akhirnya menemukan remote TV. Dia segera menekan tombolnya ke nomor channel ICTV. Ibunya yang sejak tadi sudah menunggu acara berita selesai dan drama favoritnya mulai tentu saja langsung protes.

"Kenapa anak ini melakukan hal-hal aneh sekarang?!"

"Tenanglah Bu! Drama ini jauh lebih bagus dibandingkan drama sebelumnya. Ibu akan menyesal jika tidak menontonnya."

Ibu Diba yang baru kali ini melihat anaknya sangat bersemangat seperti itu hanya bisa diam dan menggaruk kepalanya. Sementara Ayah Diba hanya menarik tangan istrinya agar duduk kembali.

Akhirnya setelah belasan iklan, drama pun dimulai. Diba dan Ibunya dengan kompak menatap TV lekat-lekat dan fokus menonton. Sedangkan Ayah Diba yang tidak suka menonton drama terpaksa tetap duduk karena terlanjur terjebak diantara Istri dan Anaknya.

Adegan drama pun dimulai dengan seorang wanita yang tengah berbaring. Disampingnya duduk seorang pria yang mengenakan jas dokter. Sepertinya mereka sedang melakukan hipnoterapis. Itu adalah metode pengobatan trauma dengan cara hipnosis.

"Rileks kan dirimu. Tarik napas yang dalam. Sekarang kau akan melihat sebuah tangga. Tangga yang membawamu turun ke bawah. Jauh ke dalam.

Di ujung tangga, kau akan melihat sebuah pintu. Perlahan buka pintu itu. Pintu itu berisi kenangan yang paling membahagiakan untukmu."

Wanita yang tadinya berwajah datar terlihat tersenyum lebar. Kenangan apa yang sedang dilihatnya?

"Apa yang kau lihat sekarang?"

Psikiater yang sedang bertanya adalah Gideon. Dia sangat penasaran, apa yang dilihat oleh wanita itu. Hingga dia memperlihatkan senyuman yang bahkan dirinya sendiri tak pernah lihat sebelumnya.

"Aku melihatnya. Cinta Pertamaku."

Saat itulah scene menjadi gelap. Lalu tiba-tiba terdengar suara narasi dari seorang wanita. Itu adalah suara wanita yang sama, Wendy.

Seperti apa cinta pertama ku?

Dia seperti matahari

Sekarang terlihat seorang pria sedang berdiri di lorong kelas seakan menunggu seseorang.

"Dion!"

Saat mendengar suara itu, pria itu segera berbalik. Setelah melihat wajah orang yang memanggilnya, Dion segera tersenyum lembut.

Senyumannya membuat hari-hari ku menjadi cerah

Benar, senyuman itu sukses membuat Diba dan Ibunya juga ikut tersenyum cerah. Sedangkan Ayah Diba yang sedari tadi resah gelisah karena sangat ingin pergi dari depan TV menjadi sangat anteng dan tersenyum lebar sambil menonton drama.

Sikap kecilnya terasa sangat hangat

Wanita berseragam SMA itu segera berlari menghampiri Dion. Setelah dia sampai, Dion dengan lembut mengambil tas wanita itu dan segera menyelempangnya di bahu. Wajah wanita itu tersenyum semakin lebar.
Setelah itu, mereka berjalan beriringan dengan langkah kaki senada. Pemandangan matahari terbenam dibelakang mereka membuat pasangan itu terlihat semakin indah dan memanjakan mata.

Be A SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang