Selanjutnya adalah adegan terakhir yang akan mereka filmkan. Semua staf dan kru yang tahu apa yang akan terjadi setelah ini segera memasang mata memelas. Di adegan ini, Dion akan mati karena menyelamatkan Wendy.
Seakan-akan hati mereka dibawa terbang setinggi mungkin ke langit dan dihempaskan sekuat-kuatnya ke bumi. Semua orang di lokasi tak ingin itu terjadi. Bahkan ada staf yang membujuk penulis untuk mengganti ending drama ini.
Sutradara dan kameramen yang melihat semuanya dari dekat juga tak kuasa menahan tangis dan hanya bisa menggigit jari. Penulis yang sudah menetapkan ending drama dan menyusun plot sebaik mungkin juga ikut goyah.
Saat menulisnya Febi sudah tahu bahwa kematian Dion akan menyedihkan. Tidak, memang Febi justru merancangnya agar itu menjadi sangat menyedihkan. Karena disinilah inti dan klimaks dari drama ini. Semakin penonton tidak ingin Dion mati, maka semakin sukses alur drama ini nantinya.
Tapi apa yang terjadi sekarang. Febi pun ikut tak rela jika Dion harus mati. Kenapa dia harus menulis Dion mati?
Febi untuk pertama kalinya merasa menyesal pada naskah yang ditulisnya. Sekarang Febi ingin Dion tetap hidup karena rasanya sungguh sangat sayang dia mati seperti itu. Dion terlalu menawan hingga akan sangat menyedihkan jika Dion harus mati. Febi juga sudah bisa mendengar hinaan yang akan datang padanya jika kematian Dion ditayangkan nantinya.
Tapi tetap saja, Sudah terlambat jika ingin mengubah alur sekarang. Karena drama ini harus dirombak dari awal dan tentunya itu tidak mungkin.
Selain itu, dari sudut pandang drama yang sudah setengah berjalan, kematian Dion diperlukan untuk membuat penonton paham akan setiap sikap-sikap Wendy yang bodoh dan menjengkelkan akibat traumanya. Part kematian Dion ini diperlukan untuk membuat penonton memahami hati pemeran utama wanita, Wendy. Yang terombang-ambing antara cinta pertama dan cinta baru seperti wanita bodoh. Alasan ini juga yang membuat drama ini memiliki rating rendah, karena dianggap pemeran utama wanitanya terlalu bodoh dan tidak bisa move on dari masa lalu.
Sekarang semua orang yang menghina Wendy akan menyadari dan merasa malu, karena 100 % jika mereka menjadi Wendy mereka juga tak akan bisa move on dari Dion yang secerah matahari itu. Dan sekarang akan menjadi tantangan bagaimana pemeran utama pria, Gideon bisa membuat Wendy menghilangkan traumanya, melupakan cinta pertamanya, dan mau mencintainya tanpa terbayangi oleh Dion.
Itu semua adalah hal yang harus terjadi untuk mencapai klimaks cerita. Sejak awal Dion ditakdirkan untuk mati. Untuk alasan inilah peran Dion sangat penting. Karena itulah juga Febi sangat ketat dalam memilih aktor yang akan memerankannya. Dan Rex yang terpilih membawakan peran itu sangat baik bahkan melampaui ekspektasi penulis Febi sendiri. Saking terlalu bagusnya membuat Febi harus terombang-ambing dengan naskah yang ditulisnya sendiri. Ini semua karena Rex, dia berakting terlalu baik dan mampu memikat semua yang melihatnya.
"Sungguh, ini adalah kelahiran dari jenius akting."
***
Akhirnya set kebakaran telah disiapkan. Make up Rex juga telah selesai. Semua orang bekerja keras untuk syuting adegan terakhir hari ini. Tepatnya mereka lebih bekerja secara mental dibanding fisik. Ini semua karena adegan terakhir yang akan difilmkan. Lokasi syuting yang awalnya berwarna-warni dan memancarkan energi lovey-dovey berubah mencekam seperti lokasi uji nyali.
"Ready, action!"
Di dalam ruang kelas yang terkunci, Wendy meringkuk di bawah meja. Napasnya semakin lama semakin melemah. Tangannya berusaha menggapai sesuatu dengan putus asa. Mulutnya sudah tidak sanggup untuk meminta tolong. Beberapa saat kemudian, Wendy akhirnya kehilangan kesadarannya.
Saat itulah suara dobrakan pintu terdengar. Satu kali, dua kali, tiga kali dan braaak, pintu terbuka lebar di dobrakan keempat.
Itu adalah Dion dengan wajah khawatir yang tidak pernah ditunjukkan sebelumnya. Senyum cerahnya hilang, menyisakan wajah yang tetap tampan meski terpenuhi oleh abu dan jelaga. Saat mata Dion melihat Wendy yang tergeletak tak berdaya, bola mata indah itu segera meneteskan air mata. Air mata darah, seakan dunia ini telah hancur.
[Kartu Skill Silver
Air Mata Darah
Semua orang yang melihat air matamu akan merasa terluka, sedih dan histeris seakan dunia ikut hancur bersamamu.
Efek: Mempercepat air mata menetes
Rank: Silver
Level: 6 (4-6)
Jenis Skill: Aktif
Waktu: 60 menit
Diaktifkan]
Dion melompat ke kobaran api untuk menyelamatkan Wendy. Tanpa memperhatikan dirinya yang terluka, Dion hanya fokus untuk menyelamatkan Wendy. Di otaknya hanya ada Wendy.
Yah, harusnya di naskah begitu. Tapi baru saja Rex akan melompat ke samping kobaran api yang telah disiapkan. Semua orang yang melihat air mata Dion tiba-tiba membuat keributan. Beberapa kru dan staf bahkan berteriak histeris dan meraung kesakitan seakan merasakan panas api hanya dengan melihat Rex disamping kobaran api. Lebih parah lagi, ada beberapa staf yang berlari menuju Rex seolah ingin menghentikan Rex melompat ke api. Mereka semua terlihat kesetanan dan kehilangan akal.
Sutradara dan kameramen syok melihat pemandangan itu. Ini pertama kalinya mereka melihat kejadian seperti ini disepanjang karir mereka menyuting berbagai drama. Tapi mereka tak bisa mencibir, jika keadaan mereka tak jauh berbeda dari para kru dan staf itu. Sutradara Nino sedang menggigit bibirnya mencoba menahan tangis yang sudah meledak sejak tadi sedangkan kameramen Roy sedang sibuk menghapus air mata dan ingusnya yang menetes kemana-mana.
Kenapa syuting ini terasa sangat menghancurkan hati, mengguncang emosi, dan membombardir perasaan mereka. Tak ada seorang pun di lokasi syuting yang tak meneteskan air mata. Yah ini karena efek dari skill 'Air mata darah'.
Rex hanya bisa menggaruk pelipisnya saat melihat keadaan lokasi syuting yang nampak seperti habis tertimpa bencana alam. Meskipun ranknya hanya silver. Mungkin karena levelnya adalah 6, sehingga efek dari skill itu bisa sekuat ini.
Akibatnya syuting dihentikan sejenak. Setelah itu sutradara memerintahkan untuk menjauhkan beberapa staf dan kru yang menangis histeris dan nampak sangat syok dari lokasi syuting. Sementara mereka yang bereaksi lebih parah diperintahkan untuk pulang lebih awal. Karena itu sekarang lokasi syuting hanya berisi beberapa staf saja.
"Apa aku perlu mengganti metode akting ku?"
Rex merasa bahwa item itu terlalu kuat dan berpikir untuk berhenti mengaktifkannya. Tapi kameramen segera menggeleng hingga ingusnya terlempar kemana-mana. Sementara sutradara tak sadar berteriak dengan suara paraunya.
"Jangan. Tolong jangan ubah apapun dan pertahankan akting seperti itu!"
Yah, tentu saja. Akting hebat yang pasti akan menjadi legenda di dunia perfilman ini. Bagaimana mungkin mereka meminta untuk menggantinya. Itu adalah kejahatan terbesar abad ini. Sutradara dan kameramen yang terkena penyakit akibat kerja tentu tidak ingin melewatkan untuk menjadi bagian dari sejarah terlahirnya aktor jenius. Begitupun dengan staf yang tersisa. Dengan sekuat tenaga mereka menahan air mata dan tangisan mereka. Bahkan ada yang menyumbat mulutnya agar tidak menangis hanya demi untuk melihat akting hebat Rex sekali lagi. Rex betul-betul memukau orang-orang berkali-kali hari ini.
Sementara itu, Yuna yang harus menutup mata karena berakting pingsan tak tahu apa yang sedang terjadi. Saat dia mendengar NG dari sutradara dan membuka matanya, semua staf dan kru sudah menangis histeris disekitarnya. Jadi Yuna tak tahu apa penyebabnya. Tapi istirahat sejenak tak mungkin merugikannya jadi Yuna tak terlalu memikirkannya. Yah, Yuna tak tahu saja apa yang akan dialaminya setelah ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be A Superstar
FantasyApa jadinya jika kau yang baru bangun tidur mendapati dirimu menjadi karakter dalam game? Itu yang terjadi pada Daffano Rex El Kaizer. Dengan kode nama Rex. Dia seorang gamer profesional yang termasuk player top global. Bahkan Top 1 diantara para to...
