Jangan lupa gaungkan FREE PALESTINE 🇵🇸
Happy reading ^^
Jangan lupa vote dan komen. Terimakasih
***
"Abang cepatlah turun!"
Saat itulah panggilan kedua terdengar. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda kemarahan dalam suara itu. Tapi Rex tahu, jika sampai panggilan ketiga Rex belum menampakkan diri di ruang makan. Maka Rex akan segera didiskualifikasi. Yah, didiskualifikasi dari dunia ini. Karena itulah Rex buru-buru turun.
Disepanjang tangga Rex berdoa demi keselamatannya. Dia juga tak henti-hentinya memarahi dirinya sendiri yang terlalu fokus dengan skill barunya hingga lupa hal yang terpenting di dunia ini. Harusnya dia segera memasak setelah selesai mandi.
'Bodoh, sangat bodoh!'
Sekarang barulah Rex menyesal karena tidak membeli potion poison. Harusnya dia membelinya selagi ada kesempatan.
"Ehehe. Akhirnya Abang muncul juga. Aku memasak spesial buat Abang. Pasti Abang capek habis syuting kan? Jadi kali ini aku yang masak."
Rex hanya bisa tersenyum. Sekarang kemampuan aktingnya sangat baik untuk bisa membuatnya tersenyum disituasi ini. Tapi bukan itu yang penting sekarang. Bukankah Rex sekarang sedang melangkah menuju jurang kematian?
Sungguh, kenapa adiknya begitu perhatian? Adik siapa sih itu? Tentu saja adiknya sendiri. Entah bagaimana Rex bertahan selama ini. Jika 400 orang itu langsung tepar setelah memakan secuil saja masakan Miu. Maka bagaimana dengan Rex? Tidak usah ditanya. Setiap kali Miu mencoba memasak, Rex akan selalu menghalanginya dengan berbagai cara dan upaya. Meskipun beberapa kali kecolongan. Tetapi bukan berarti Rex terbiasa memakan masakan maut itu.
Sayangnya sekarang sudah terlalu terlambat untuk dicegah. Rex hanya bisa berdoa dan pasrah untuk hidupnya. Namun, setelah melihat penampilan masakan di meja makan yang mirip seperti penampakan. Rex si jenius segera memutar otaknya. Doa harus dibarengi dengan usaha. Maka berdoa dan berusahalah Rex.
"A, Abang cari Tiger dulu. Bukankah dia belum makan juga?"
Rex mencoba melarikan diri. Sayangnya, tentu tidak akan semudah itu.
"Abang lama sih. Jadinya Tiger makan duluan disana."
Suara Miu seharusnya terdengar sangat manis seperti permen kapas. Tapi setelah melihat arah yang ditunjuk Miu. Rex hanya bisa tersambar petir. Apakah sebongkah mayat disana adalah Tiger? Tiger terlihat seperti kartun hitam putih sekarang. Apa yang baru saja Miu lakukan pada kucing kesayangannya itu?
Sel kabar buruk Rex sudah menyalakan alarm hitam. Itu adalah alarm yang menandakan pemiliknya sedang terancam kematian. Sel perasa, sel trauma, dan sel imun Rex sedang berpegangan tangan mencoba saling menguatkan. Dari semua sel yang ada, merekalah yang paling menderita setiap kali Miu memasak.
Sementara Rex sedang berjuang mempertahankan hidupnya. Miu sedang tersenyum manis sambil menyiapkan makanan di piring Rex.
"Ini Sup ayam wortel spesial yang sehat dengan parutan keju dan coklat. Karena Abang suka coklat dan Miu suka keju."
Itu penjelasan Miu untuk menu pertama. Ayamnya untuk asupan protein dan lemak. Lalu Wortel yang kaya vitamin A untuk kesehatan mata. Itu sudah sempurna andai saja tidak ditambah campuran coklat dan keju. Siapa yang menambahkan coklat dan keju ke sup hanya karena orang suka memakannya?
Tapi bahkan dengan segala keanehan itu. Sup ini masih menjadi makanan ternormal disini. Yah, yang paling ternormal diantara semua menu lain. Memang seperti apa menu yang lain?
KAMU SEDANG MEMBACA
Be A Superstar
FantastikApa jadinya jika kau yang baru bangun tidur mendapati dirimu menjadi karakter dalam game? Itu yang terjadi pada Daffano Rex El Kaizer. Dengan kode nama Rex. Dia seorang gamer profesional yang termasuk player top global. Bahkan Top 1 diantara para to...
