Bab 42 Finding Rex 2

630 127 28
                                        

Jangan lupa gaungkan FREE PALESTINE 🇵🇸

Disclaimer sebelumnya cerita ini hanya fiktif. Tidak terjadi di dunia nyata dan tentunya tidak nyata. Mohon kebijaksanaan para pembaca.

Happy reading ^^

Jangan lupa vote dan komen. Terimakasih

***

(Mulai dari sini kata atau percakapan dengan akhiran* artinya pakai bahasa asing)

Sekarang terlihat 4 orang yang sedang berdiri di terminal kedatangan bandara internasional Soekarno-Hatta. Setelah penerbangan selama belasan jam, mereka akhirnya tiba di Indonesia.

Berdasarkan rapat intensif sebelumnya, ditentukan hanya 4 orang yang akan ikut dalam ekspedisi. Hal ini untuk mengefisienkan tenaga sekaligus bisa memudahkan dalam organisir anggota. Semua orang berlomba-lomba dan berjuang keras agar bisa menjadi 4 orang yang berhasil menduduki kursi kemenangan.

Orang pertama yang beruntung adalah Zen, sang wakil ketua aliansi. Merupakan top 3 global dan juga ketua guild terbaik dunia, Black Dragon. Selain itu dia orang yang pernah setidaknya bertukar pesan dengan Rex. Sangat masuk akal jika orang ini disertakan dalam ekspedisi. Lalu tak hanya itu, ada alasan lain yang membantu mengukuhkan posisi Zen sebagai orang terpilih.

"Aku blasteran Jerman-Indonesia. Ibuku asli Indonesia. Jadi aku bisa berbahasa Indonesia. Membawaku adalah kewajiban!*"

Zen baru saja mengamankan posisinya dengan kokoh tanpa bisa diganggu gugat lagi. Dia benar-benar harus langsung sungkeman dengan ibunya setelah hal ini selesai. Suatu keberuntungan dia menguasai bahasa asli dari Rex si top 1. Tentu saja dia tidak boleh menyia-nyiakannya.

Selanjutnya posisi kedua diisi oleh Helena. Orang yang bisa dikatakan pelopor rencana awal ini. Top 5 global. Wakil ketua guild Violet Viper. Selain itu dia juga adalah salah satu otak dan strategist dari aliansi. Sepertinya tidak perlu dipertanyakan jika dia yang ikut.

"Aku cepat beradaptasi. Kita selalu perlu ahli strategi saat menjalankan rencana bukan. Kalian harus membawaku!"

Posisi ketiga ditempati oleh Victor. Top 4 global. Ketua guild Crimson Griffin. Seorang anak konglomerat yang akan membiayai perjalanan ini. Meskipun sebagian besar anggota rapat juga merupakan anak orang kaya. Pria ini lebih spesial lagi ketika dia adalah satu-satunya pewaris keluarga konglomerat yang menjadi tempat bernaung sebagian besar game paling populer saat ini. Selain itu dia merupakan fans garis keras Rex. Jadi dia melaju dalam posisi ketiga.

"Biaya aku yang tanggung. Tidak perlu khawatirkan apapun. Aku akan menemukan Rex apapun yang terjadi!*"

Lalu hanya sisa satu kesempatan. Siapakah yang akan memenangkan kesempatan terakhir? Itu adalah orang yang tidak diduga siapapun.

"Aku juga harus pergi!*"

Semua orang terkejut. Apa yang baru saja dikatakan gadis ini? Bukankah kau seharusnya tidak akan ingin mengikuti ekspedisi ini bahkan jika dipaksa semua orang? Bukankah mendengar namanya saja membuatmu ingin meledak? Kenapa kau repot-repot menawarkan diri saat kau begitu tidak ingin mendengar apalagi melihatnya? Bukankah masih banyak orang lain yang ingin ikut dengan sukarela?

Tetapi tidak ada satupun orang yang bisa mengeluarkan komentar sembarangan pada top 2 dan juga ketua aliansi ini. Meskipun begitu, jika mereka diam saja maka ini akan berakhir seperti ini.

"Anda tidak perlu turun tangan ketua. Lebih baik tetap tinggal, anda juga akan kesulitan jika pergi ke negara asing.*"

Tania berkata dengan ragu-ragu, berharap gadis didepannya berubah pikiran. Tetapi balasan Evelyn secepat kilat.

Be A SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang