Bab 41 Finding Rex

687 125 28
                                        

Jangan lupa gaungkan FREE PALESTINE 🇵🇸

Disclaimer sebelumnya cerita ini hanya fiktif. Tidak terjadi di dunia nyata dan tentunya tidak nyata. Mohon kebijaksanaan para pembaca.

Happy reading ^^

Jangan lupa vote dan komen. Terimakasih

***

(Mulai dari sini kata atau percakapan dengan akhiran* artinya pakai bahasa asing)

Saat ini sedang berlangsung sebuah rapat intensif. Rapat itu dihadiri oleh 7 orang. Meja rapat berbentuk lingkaran lonjong seperti angka 0. Menciptakan atmosfer yang sangat mencekam dibagian tengah meja.

Siapapun yang melihat pertemuan ini pasti otomatis berpikir mereka sedang menghadiri acara pemakaman. Bukankah suasananya terlalu suram dan mencekam untuk sebuah rapat? Tetapi pertemuan ini memang merupakan rapat. Tepatnya rapat antara para petinggi aliansi 'Seven Starlight' yang merupakan perwakilan dari tiap guild top internasional. Pembahasan utama dalam rapat ini tentunya seperti biasa, bagaimana langkah dan strategi mereka untuk menghentikan Dungeon Break yang akan terjadi.

"Laporkan situasi terkini!*"

Suara dingin dari gadis cantik berwajah AI, Evelyn memecahkan kesunyian.

"Strategi terakhir kita juga berakhir buruk. Kita terpukul mundur dari hutan serigala api, sungai katak beracun, dan lembah kalajengking ungu yang sebelumnya susah payah kita taklukkan. Tetapi setidaknya kita masih berhasil mempertahankan 10 area yang telah kita taklukkan dan mendapatkan 1 area baru.*"

Itu adalah berita yang sebagian besarnya buruk. Tetapi wajah para anggota rapat yang sebelumnya sangat suram terlihat cukup membaik. Ini menandakan bahwa berita ini masih lebih baik daripada berita-berita yang pernah mereka dengar selama ini. Sepertinya mereka bersyukur setidaknya masih memiliki area yang berhasil ditaklukkan.

Tapi Evelyn masih berwajah masam. Itu bukan sesuatu yang bisa membuatnya senang. Hasil dari perjuangan keras mereka tak berhasil sama sekali, dan terus saja jalan ditempat.

"Bagaimana kondisi para player?*"

"Dari total 10 tim elit yang ditempatkan di area A, hanya tersisa setengahnya yang berhasil bertahan. Tetapi sisanya juga sudah hampir mencapai batas.*"

"Hal sama untuk area B.*"

"Begitupun area C dan D.*"

"Keseluruhan area mengalami hal serupa.*"

"Bagaimana dengan tim healer?*"

"Kami kehabisan MP. Bahkan potion mulai tidak berguna. Para healer juga sangat kelelahan dan mulai mencapai batasnya.*"

Sekarang wajah para anggota rapat menjadi masam kembali. Mereka sejatinya sedang berjalan di atas es tipis. Semakin lama berjalan semakin banyak retakan yang muncul. Hanya menunggu waktu sebelum es tipis itu hancur dan menjatuhkan mereka semua. Tetapi apa yang bisa mereka lakukan? Berdiam diri bukanlah jalan keluar. Jika kau terus berdiam maka kau hanya akan terjatuh di atas es tipis yang tidak sanggup lagi menampung beban mu.

Jadi daripada hanya menunggu kehancuran pasti. Setidaknya mari mencoba berjalan diatas es tipis itu dengan kemungkinan berhasil melewatinya sebelum es itu hancur berkeping-keping. Sayangnya melakukan suatu hal tidak semudah mengatakannya.

Bahkan dengan segala cara dan upaya yang telah mereka lakukan. Semuanya tak satupun yang berhasil. Puluhan tim elit yang terdiri dari para pro player guild-guild top internasional yang tergabung dalam aliansi dibuat hancur lebur tanpa bisa berkutik. Siasat dan taktik rumit yang berasal dari gabungan dan penyatuan otak serta pemikiran dari para strategist terbaik aliansi sekalipun terpatahkan dengan mudahnya karena kesenjangan kekuatan dengan para monster dungeon. Terakhir, bahkan ketika para ketua guild yang merupakan para player top 10 global telah turun langsung sebagai Commander ke setiap pertempuran dungeon. Sama sekali tak banyak yang berubah. Mereka sama sekali tak bisa mengatasi dungeon itu.

Be A SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang