Seperti biasa jangan lupa ya guys, FREE PALESTINE 🇵🇸
Happy reading ^^
Jangan lupa vote dan komen. Terimakasih
***
"Action!"
Setelah teriakan dari sutradara, Gita mulai berjalan. Tidak wanita itu bukan Gita lagi, dia adalah Wendy yang sedang berjalan sambil membawa kopi. Jika biasanya Wendy terlihat seperti seseorang yang kekurangan motivasi hidup. Sekarang Wendy terlihat seperti orang mati yang masih hidup. Dia telah kehilangan seluruh semangat hidupnya yang memang tak seberapa.
Tapi seolah tak memberinya waktu untuk bersedih. Sebuah bola basket terbang tepat ke arahnya. Meskipun bola itu digantung dengan alat peraga. Bola itu sukses mendarat di gelas kopi yang dibawa oleh Wendy dan dengan dramatis Wendy menyiramkan kopi dingin itu ke seluruh pakaiannya. Pergerakannya sangat mulus sehingga membuatnya terlihat tidak seperti dibuat-buat. Berkat itulah adegan ini sukses difilmkan hanya dalam satu kali take.
"Cut! Bagus sekali Gita. Mari lanjutkan scene berikutnya!"
Scene berikutnya adalah bagian dimana Rex akan berakting. Rex mulai bersiap untuk memasuki set syuting. Sekarang Rex dan Yoga, pemeran pendukung lainnya sudah berdiri di tengah lapangan.
Meskipun berada di lapangan basket, anehnya Rex malah memakai seragam sepak bola. Tapi tak ada yang memprotes, seolah itu hal wajar. Semua orang malah sibuk bersiap-siap untuk syuting yang akan segera dimulai.
Sementara itu Yoga, aktor lainnya yang sedang mengenakan seragam basket. Dia merupakan aktor veteran yang sudah sangat berpengalaman menjadi pemeran pendukung, bahkan sejak usia dini. Jika kau menonton sebuah drama, asalkan itu drama Indonesia. Mustahil jika kau tidak melihat dia.
Mulai dari peran pendukung penting seperti sahabat pemeran utama yang memiliki banyak dialog, peran pendukung kurang penting dengan sedikit dialog, bahkan hingga peran pendukung tanpa dialog dan hanya sekedar lewat. Semuanya disikat oleh Yoga. Sebegitu terobsesinya dia pada akting.
Namun, meskipun bisa dikatakan dia adalah pemilik tahta tertinggi dari pemeran pendukung, sayangnya Yoga sekalipun tak pernah mendapatkan peran utama. Seumur hidupnya belum pernah sekalipun dia menjadi pemeran utama. Padahal dia sudah menjadi aktor sejak kecil.
Tetapi, itu tidak masalah bagi Yoga. Meskipun tak pernah menjadi pemeran utama dalam drama. Yoga tetaplah aktor hebat dengan banyak penggemar. Bahkan julukannya adalah Rajanya Pemeran Pendukung. Yoga sangat puas dengan julukan itu dan berencana untuk terus mempertahankannya. Namun, tahta Yoga baru-baru ini mulai terguncang. Ini semua berkat seorang aktor pendatang baru yang tiba-tiba muncul.
Hanya dengan satu iklan yang berasal dari potongan drama, aktor itu mampu menjadikan merek kopi saset itu go internasional. Lalu tak berhenti disana. Aktor pendatang baru itu, membuat drama gagal dengan rating dibawah lapisan inti bumi menjadi meledak dalam semalam seolah habis dilanda tsunami penonton. Tapi ada hal yang paling penting yang harus digaris bawahi disini. Aktor pendatang baru itu mengukir semua sejarah itu dengan satu hal. Berperan sebagai pemeran pendukung.
Yoga tak yakin, tapi satu hal yang pasti. Sel kabar buruknya mulai menyalakan alarm peringatan. Ini bukanlah hal baik. Bukankah tahtanya akan terancam jika ini dibiarkan? Yoga tak akan menyerahkan tahtanya pada pendatang baru itu. Karena itu, disinilah dia. Menjadi pemeran pendukung di drama yang juga dibintangi oleh aktor pendatang baru itu, Rex.
Awalnya, Yoga ingin mengalahkan Rex dari segala aspek demi menunjukkan dominasinya yang absolut. Namun, setelah dia bertemu langsung dengan Rex. Yoga otomatis langsung mengurungkan niat awalnya dan segera merevisi rencananya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be A Superstar
FantasiaApa jadinya jika kau yang baru bangun tidur mendapati dirimu menjadi karakter dalam game? Itu yang terjadi pada Daffano Rex El Kaizer. Dengan kode nama Rex. Dia seorang gamer profesional yang termasuk player top global. Bahkan Top 1 diantara para to...
