Jangan lupa gaungkan FREE PALESTINE 🇵🇸
Happy reading ^^
Jangan lupa vote dan komen. Terimakasih
***
Akhirnya Yoga mencengkram tangan staf yang sedang mengangkat tandunya dan memintanya mengembalikan dirinya ke lapangan. Staf yang terkejut dan takut karena melihat Yoga tiba-tiba bangun seperti zombie mau tak mau mengikuti perintahnya.
Setibanya kembali di lokasi syuting, Yoga ingin cepat-cepat memulai syuting. Nino yang mengkhawatirkan keadaan aktornya pastinya tidak mengizinkan. Terlebih jika melihat benjolan Yoga yang bertoel-toel itu, siapa yang akan tega?
Tapi Yoga yang sudah terbutakan masih bersikeras. Memang begitulah Yoga. Selain karena visualnya, alasan lainnya dia masih bisa bertahan di dunia akting dengan akting buruknya itu adalah karena dia seorang pekerja keras. Dia tidak ingin menyerah sama sekali atas sesuatu yang diinginkannya. Yah, lebih tepatnya Yoga adalah orang yang keras kepala.
Dia sangat keras kepala dan tak ingin mendengarkan siapapun. Meskipun sekarang kepala kerasnya mendapatkan adik baru yang lebih lucu. Tapi mari abaikan itu. Akhirnya dengan berat hati Nino mengizinkan syuting kembali.
Rex yang berwajah datar sekarang sedang merasa bersalah. Meski Dia orang yang kaku dan dingin. Melukai orang lain dan bersikap acuh seperti tidak bersalah bukanlah sikap orang normal melainkan psikopat.
Rex pun berusaha meminta maaf pada Yoga. Tapi Yoga sepertinya tidak akan semudah itu memaafkan Rex. Yah, sekarang saja saat dia sedang dirias ulang oleh tim make up. Yoga tak henti-hentinya menatap Rex seolah-olah akan menelan Rex bulat-bulat.
Karena itulah Rex sedang memikirkan sesuatu. Ketika Miu, adiknya marah padanya. Tidak ada cara untuk membujuknya. Kecuali satu hal, yaitu memujinya. Rex pun menarik kesimpulan jika ingin membuat Yoga memaafkannya dia hanya perlu memujinya.
Tapi disinilah masalahnya. Sekeras apapun Rex berpikir. Si jenius itu tetap tak bisa melihat kelebihan pada diri Yoga yang bisa dipujinya. Apa dia harus berbohong dan memuji Yoga? Tentu saja tak boleh. Berbohong itu dosa iya kan. Karena itulah Rex memutar otaknya berkali-kali untuk mencari kelebihan terpendam yang mungkin dimiliki Yoga. Saat itulah sekelebat ingatan mendatangi Rex.
Itu kilas balik sebelum bola menghantam kepala Yoga. Benar sekali. Mengapa baru teringat sekarang. Disana Yoga menunjukkan keahliannya. Akhirnya Rex mendekati Yoga yang sudah siap untuk berakting kembali.
Rex akan mengatakannya sebelum syuting dimulai. Sementara itu Yoga yang masih marah tapi juga was-was pada Rex menjadi sangat berhati-hati pada Rex.
"Maaf ...."
Yoga mendongakkan kepalanya. Apa Rex baru saja meminta maaf? Yoga tak memikirkan itu. Bagaimana jika memang Rex hanya tak sengaja mengenainya?
"Tapi, sundulanmu cukup bagus."
Yah, berkat pujian Rex. Yoga yang ingin berpikiran positif seketika menjadi negatif.
'Dia memang sengaja!"
Rex tidak tahu, terkadang ada sesuatu yang tidak perlu untuk dipuji. Bukankah sekarang Rex malah menambah buruk situasi?
Sementara terjadi kesalahpahaman akibat ketidaktahuan. Masih ada satu hal yang mereka tak tahu juga. Itu adalah kamera. Sebuah kamera sudah menyuting mereka sejak tadi.
Tapi tak ada hal buruk yang akan terjadi. Justru berkat kamera itu. Adegan yang akan terjadi saat ini sukses ditayangkan sebagai behind the scene dan mendapatkan banyak sekali reaksi positif dari para penonton bahkan menarik penonton baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be A Superstar
FantasiaApa jadinya jika kau yang baru bangun tidur mendapati dirimu menjadi karakter dalam game? Itu yang terjadi pada Daffano Rex El Kaizer. Dengan kode nama Rex. Dia seorang gamer profesional yang termasuk player top global. Bahkan Top 1 diantara para to...
