Bab 44 Finding Rex 4

617 109 27
                                        

Jangan lupa gaungkan FREE PALESTINE 🇵🇸

Disclaimer sebelumnya cerita ini hanya fiktif. Tidak terjadi di dunia nyata dan tentunya tidak nyata. Mohon kebijaksanaan para pembaca.

Happy reading ^^

Jangan lupa vote dan komen. Terimakasih

***

(Mulai dari sini kata atau percakapan dengan akhiran* artinya pakai bahasa asing)

Terdengar suara hiruk-pikuk lokasi syuting. Perwakilan aliansi plus Li dan Miu akhirnya telah tiba di lokasi syuting. Evelyn yang datang sebagai aktris ditemani oleh Helena dan Li sebagai manajer dadakannya sedang dirias oleh tim make up artist dan bersiap-siap untuk syuting.

Sementara itu Miu ditemani kedua pro player lain akan bertugas untuk mencari Rex. Sayangnya ada hal aneh yang terjadi. Kedua pro player itu tiba-tiba bereaksi tidak normal.

Tubuh mereka gemetar dan napasnya tidak teratur. Jantung mereka berpacu dengan sangat cepat. Selain itu keringat dingin mulai membanjiri sekujur tubuh mereka. Jika ada yang melihat pasti otomatis berpikir semua toilet telah penuh hingga orang-orang ini harus menahan BAB agar tidak keluar ditempat yang salah. Tidak, bahkan mereka terlihat lebih kacau daripada orang diare yang sedang menunggu antrian panjang toilet.

Yah itu sepertinya reaksi normal. Mengingat tak lama lagi mereka akan bertemu Rex. Sang Kaisar, top 1 global, pemilik tahta tertinggi dari dunia E-sport dan gaming. Sosok yang menjadi panutan semua player di seluruh dunia. Itulah yang membuat mereka menjadi terlalu tegang, takut, bersemangat, dan senang disaat bersamaan.

Akibatnya tubuh mereka kebingungan sehingga mengeluarkan mekanisme pertahanan diri alaminya. Ya, berkat itulah mereka berakhir di kondisi ini. Sekarang bahkan perut mereka mulai terasa mules. Apakah sebaiknya mereka ke WC sekarang sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan?

Tidak, tentu saja tidak. Pertemuan itu akan segera terjadi. Ini benar-benar yang sebenarnya. Tidak boleh ada drama lain yang terjadi lagi. Mereka dengan keras mencoba menepis rasa melilit itu. Untuk itu mereka mengalihkan pikiran dengan mencoba memikirkan kata-kata apa yang harus diucapkan saat bertemu dengan Rex nantinya. Tapi kata-kata apa yang terpikirkan?

'Salam kepada yang mulia Kaisar yang agung. Mohon terimalah hormat kami?*' Tidak, itu terlalu berlebihan.

'Halo?*' Itu terlalu kureng.

'Halo, salam kenal kami adalah aliansi Seven Starlight yang datang untuk menemui anda. Sudikah ada meluangkan waktu sebentar?*' Terlalu kaku, mungkin.

'Yo! pakabs yang mulia, makin ganz aja nieh?*' Terlalu sokab.

'Halo panutanku, slebeww?*' Terlalu aneh.

Lalu apa? Apa yang sebaiknya mereka katakan. Otak mereka bekerja sangat keras untuk memikirkannya. Tetapi sekeras apapun mereka memikirkannya, tak ada satupun sapaan masuk akal yang berhasil terpikirkan. Lalu untuk menambah buruk keadaan. Perut mereka semakin sakit dan bahkan mulai bergemuruh. Seakan-akan ada sesuatu yang berteriak 'Keluarkan aku, keluarkan aku!'. Sepertinya itu adalah panggilan alam. Kedua orang itu harus segera mencari toilet terdekat sekarang.

***

Sementara itu dilokasi syuting yang dipenuhi hiruk pikuk.

[I Fell You

1. Dion

Pemahaman: 100 %

Peniruan: 70 % (naikkan rank status akting untuk mencapai progres yang lebih tinggi)

Be A SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang