Bab 20 Drama Terpopuler 4

2K 337 17
                                        

Wajah Wendy sekarang terlihat semerah kepiting rebus. Gideon tak tahu apa yang sedang dilihat Wendy di alam bawah sadarnya hingga dia terlihat seperti itu. Tapi wajah itu membuat Gideon bahkan kehabisan kata-kata.

"..."

Saat itulah scene berubah. Sekarang sedang turun hujan. Terlihat beberapa orang yang tidak menggunakan payung berlari mencari tempat berteduh. Beberapa orang dengan payung juga terlihat berjalan.

Tapi bukan mereka sorotan utamanya. Angle kamera berpindah memperlihatkan sebuah payung kuning dari atas.

Lalu saat turun hujan

Sekarang terlihat dua sejoli di bawah payung kuning. Mereka saling bertatapan. Keduanya adalah Dion dan Wendy.

Matahari itu bersembunyi malu-malu

Wajah putih Wendy tersipu dan memerah bak apel. Wajahnya terlihat sangat imut. Tapi itu tak ada apa-apanya dibandingkan Dion. Sekarang wajah tampannya sangat merah bahkan sampai telinganya ikut memerah. Siapa pun yang melihat akan gemas dan menghancurkan gedung di sekitar mereka.

Tidak, kurasa akulah yang malu

Mereka berdua mungkin hanya bertatapan, dibawah payung, disaat turun hujan. Tapi adegan ini sukses membuat jiwa muda Ayah dan Ibu Diba terbangun. Mereka merasa nostalgia ke masa muda mereka. Bukankah dulu mereka juga terlihat seperti itu?

Diba yang melihat Ayah dan Ibunya tiba-tiba memancarkan aura lovey-dovey hanya bisa melayangkan bombastis side eye-nya. Setelah terbatuk beberapa kali Ayah dan Ibu Diba kembali fokus menonton.

Bahkan saat turun hujan

Sekarang payung kuning itu bergerak turun menutupi sebagian wajah kedua sejoli. Kaki Wendy menjinjit untuk menyesuaikan tingginya dengan Dion. Begitupun Dion menunduk agar sejajar dengan Wendy.

Dia masih saja bersinar terang

Diba pun segera menggigit bantal sofa agar tak berteriak. Saat itulah lima jari tangan menutupi wajahnya. Itu adalah tangan Ayah Diba. Diba pun langsung berusaha menjauhkan tangan Ayahnya dari wajahnya. Tapi saat dia berhasil. Sekarang dia hanya bisa melihat payung kuning.

"Ayah kenapa sih?"

"Kenapa anak ini tiba-tiba melawan Ayahnya? Kau masih anak-anak tak boleh melihat yang seperti itu!"

Ayah Diba memang mengatakannya dengan lantang. Tapi wajahnya sekarang terlihat seperti anak kecil yang baru saja menjatuhkan es krimnya. Kenapa Ayahnya terlihat se-kecewa itu? Diba tentu tak tahu.

Yah itu karena Ayah Diba yang matanya terbuka lebar sekalipun tak bisa melihat apa-apa. Adegan tadi tidak menampilkan apa-apa. Hanya siluet kaki yang berjinjit dan merunduk. Seluruh wajah Wendy dan Dion tertutupi payung kuning, jadi tak ada adegan apapun yang terlihat.

'Yah, aku tak mengharapkan apapun kok. Tentu saja itu tak terjadi. Para artis itu juga masih anak-anak.'

Ayah Diba mencoba mencuci otaknya. Diba yang melihat Ayahnya bertingkah aneh ingin melaporkan ke Ibunya. Tapi anehnya Ibunya juga terlihat sangat kecewa, seperti baru saja mendapatkan berita bahwa mereka batal berlibur sehari sebelum waktu liburannya.

"Bisakah seseorang memindahkan payung itu?!"

Ibu Diba sangat geregetan dan tak bisa menahannya lagi. Tapi setelah melihat wajah bingung Diba. Dia pun segera membuang muka dan terbatuk beberapa kali.

Diba yang bingung hanya bisa menatap Ayah dan Ibunya dengan ekspresi mengernyit. Bukankah mereka sedang memikirkan hal yang tidak-tidak?

Tapi Diba mengesampingkan itu. Mari lupakan wajah tertutup payung itu. Setidaknya siluet kaki mungil yang sedang berjinjit dari seorang gadis dan kaki jenjang yang sedang merunduk dari seorang pria di bawah satu payung itu terlihat memanjakan mata layaknya lukisan hidup.

Be A SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang