"Makanlah dulu, lalu tidur. Apa kau ingin menginap di rumah sakit lagi?"
Itu perkataan dari Naila. Dia adalah sahabat Febi dan juga mantan asistennya. Sekarang Naila sedang berkunjung untuk melihat keadaan Febi dan tentu sesuai perkiraannya. Febi terlihat seperti vampir.
Tidak-tidak, bukan yang keren. Itu vampir yang jelek dan menakutkan. Kantung matanya yang bisa mengangkut 2 penumpang, serta rambut acak-acakan seperti sarang burung itu memberitahu bahwa Febi sudah tak tidur sejak 2 hari lalu. Tepatnya saat dia selesai menonton video KauTube dari channel Reefilm.
Sementara itu, tak ada balasan dari Febi. Dia tetap terpaku pada laptopnya seolah akan masuk ke dalamnya. Naila menghembuskan napasnya kasar. Seperti inilah Febi setiap kali dia mendapatkan ide yang sangat bagus. Dia akan mengurung dirinya sendiri. Tak akan makan dan tidur sampai naskah itu selesai. Bahkan karena alasan itulah dia sudah berulang kali keluar masuk rumah sakit.
"Ini sudah lewat 2 hari. Apa naskah revisinya masih belum selesai?"
Masih tak ada jawaban dari Febi. Tapi benar. Bahkan meskipun itu hanya naskah revisi dan bahkan sudah dikerjakan membabi buta seperti ini. Naskah itu masih belum selesai juga hingga saat ini.
Tentu saja, menulis bukanlah hal yang bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Naskah awal The Last Moment saja ditulis Febi selama 1,5 tahun, dan setelah revisi berulang kali naskah itu rampung setelah 2 tahun dan baru bisa diproduksi. Menulis memang membutuhkan banyak sekali perjuangan. Bukan hanya pikiran yang diperas namun juga mental. Begadang adalah teman sehari-hari. Asam lambunglah yang menjadi alarm untuk makan. Lalu musuh utama pastilah Writers block. Itu adalah kehidupan normal bagi setiap penulis.
Bahkan penulis berpengalaman dan profesional seperti Febi juga masih mengalami semua masalah itu. Ide bukanlah sesuatu yang bisa terus mengalir seperti air terjun Niagara. Bahkan lebih sering penulis kesulitan mencari ide seperti mencari air di gurun Sahara. Penulis juga manusia yang butuh istirahat dan bisa lelah. Naila yang merupakan mantan asisten penulis sekaligus calon penulis baru juga tahu itu. Menjadi penulis bukan hal yang mudah.
Tapi meskipun banyak sekali kesulitan yang harus dialami, seorang penulis tetap melanjutkan menulis karena dia menyukainya. Menulis adalah pilihan hidup dari tiap penulis. Begitupun dengan Febi. Karena itulah sekarang meskipun dengan tubuh layu seperti kangkung yang baru saja direndam 7 hari 7 malam, Febi terlihat seperti orang yang paling bahagia di dunia. Yah, itu penampilan seorang penulis yang baru saja menyelesaikan karyanya dengan hasil yang sangat memuaskan.
"Selesai! Ini akhirnya sele-"
Tanpa menyelesaikan perkataannya, Febi langsung jatuh ke lantai. Naila yang melihatnya sangat syok. Tapi saat dia mengguncangkan tubuh Febi, Naila hanya bisa menepuk jidatnya. Febi bukannya pingsan, manusia itu sedang tertidur sekarang. Yah ... sepertinya dia akan tertidur untuk waktu yang lumayan lama.
Tapi tunggu! Sekarang bukan waktunya untuk tidur. Naskahnya harus segera dikirimkan pada para aktor.
"To-tolong berikan aku kopi."
Febi berbicara sambil menghadap lantai. Meskipun begitu tangannya dengan lihai membuka aplikasi KauTube dan masuk ke playlist pribadi. Hanya ada satu video di dalam. Itu adalah video penyembuhan untuk semua kelelahan dan stres yang menumpuk. Video yang wajib ditonton untuk setiap orang yang merasa kelelahan dan stres. Febi pun segera memutarnya.
[Di hari yang berat, saatnya minum Kopiku
Masalah, Stress, Tertekan
Mari lupakan semuanya dengan secangkir Kopiku ^^
Kopiku, seteguk yang mengubah segalanya]
Yah, seteguk itu mengubah segalanya.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Be A Superstar
FantasyApa jadinya jika kau yang baru bangun tidur mendapati dirimu menjadi karakter dalam game? Itu yang terjadi pada Daffano Rex El Kaizer. Dengan kode nama Rex. Dia seorang gamer profesional yang termasuk player top global. Bahkan Top 1 diantara para to...
