Dia tersenyum, pertemuannya dengan dosen pembimbing berjalan lancar, judul skripsi nya sudah disetujui, dia tutup pintu ruang dosen dengan perasaan bahagia, dia peluk erat-erat naskah skripsi, walau masih ada revisi, tapi tidak masalah, dosen nya sudah mau koperatif saja dia sudah bersyukur.
Senyumnya seketika hilang saat matanya menangkap Mina, matanya tidak salah lihat, Mina sekarang sedang bersama Tzuyu, tanpa alasan yang pasti Sana merasa kesal, mungkin karna Mina yang masih bersikap ramah pada Tzuyu yang notabennya sudah membohongi mereka, atau karna hal lain, Sana juga belum bisa menyimpulkan perasaan apa. Matanya terus menatap Tzuyu yang sekarang memakaikan helm pada Mina, Mina yang tersenyum. Sana langsung mengalihkan pandangan, dia masih harus bertemu dengan dosen lain, untuk mengejar nilai, dia tidak akan memikirkan bagaimana Mina bersikap, mungkin Mina memang benar-benar menyukai Tzuyu, dan memafkan dengan mudah.
Dia berjalan, membuka handphone nya, membaca Chat yang sejak kemaren belum dia baca.
Bokem 😠 (Tzuyu)
Lo kenapa? Marah?
Setelah mengetik kata iya, dia masukan lagi handphone nya pada kantung celana, sekarang rasanya dia memang benar-benar marah pada Tzuyu, marah untuk hal-hal yang tidak dia mengerti.
Sekarang raganya memang dikelas, tapi pikirannya trus memikirkan apa yang Tzuyu lakukan bersama Mina, bayangan Tzuyu dan Mina diparkiran tadi terus perputar di otaknya. Dia menggeleng berusaha fokus akan materi, dosen didepannya begitu bersemangat menjelaskan tentang bagaimana hubungan antar manusia, dia rasa hubungan antar manusia tidak bisa dideskripsikan dengan sederhana, hubungan antar manusia begitu rumit apalagi jika perasaan sudah ikut andil.
Suara dosen yang berpamitan, mengakhiri sesi mengajar, mungkin sekarang dia sedikit bernafas lega, karna dosen tadi hanya memberikan tugas yang ringan untuk menambah nilainya yang kurang, dia segera membereskan buku-bukunya, keluar kelas.
Sekarang dia berjalan menuju parkiran, dia tidak membawa mobil, dia akan pergi dengan Joshua. Joshua laki-laki satu fakultasnya, bedanya Joshua lebih beruntung, karna mendapatkan dosen pembimbing yang mudah dihubungi dan diajak diskusi, skripnya sudah memasuki bab 4, Joshua juga banyak memberi masukan, judul skripnya disetujui oleh dosen hari ini juga tak lepas dari campur tangan Joshua.
"Gimana? Aman?"
Suara berat Joshua langsung menyapa telinga Sana, Sana baru saja memakai sabung pengamannya, tersenyum.
"So far oke, Rudi ga banyak komentar.."
Joshua juga ikut membalas senyumnya sebelum menyalakan mobil,
"Ikut seneng dengernya.."
Joshua sesekali menoleh pada Sana, mobilnya sudah keluar area kampus. "Sebagai hadiah, gimana kalau kita sekarang ke SeaWorld?"
"Hmm oke juga, udah lama juga aku ga kesana.."
Diselingi tawa, Sana rasa tidak ada salahnya mengiyakan ajakan Joshua, perasaanya sedang tidak bisa ditebak maunya apa, mungkin dengan pergi bersama Joshua, sedikit membuat bahagia. "Mungkin terakhir pas SD.."
Sebenarnya Sana tidak terlalu dekat dengan Joshua, baru beberapa bulan terakhir dia jadi dekat dengan Joshua, karna dia dan Joshua mengikuti semester pendek dimata kuliah yang sama. Joshua dikenal pintar, dia tidak menyangka kalau Joshua juga memiliki nilai yang harus dia ulang. Mereka mendapat kelompok yang sama saat mengerjakan tugas, hingga akhirnya jadi dekat.
..
.
.
Mata Mina berbinar, mengamati ikan-ikan yang berenang, dia mendekat pada kaca tebal akuarium, melihat Mina yang terlihat bahagia membuat Tzuyu juga tersenyum.
"Ka-"
Mina menoleh, Tzuyu yang siap dengan kameranya, berhasil mengambil foto Mina. Tzuyu tersenyum dengan hasilnya, tapi Mina terlihat protes, dia mendekat pada Tzuyu.
![MARSHMALLOW [END]](https://img.wattpad.com/cover/344175643-64-k922873.jpg)