14

698 99 41
                                        

Kebanyakan Seniman memotret realita kehidupan manusia untuk karyanya, sekitar 60 lukisan berderet, memanjakan mata, ini adalah pertama kalinya, dia datang ke pameran lukisan, dia tidak terlalu tertarik dalam hal ini, tapi ini cukup mengagumkan, ternyata tidak seburuk itu untuk melihat sebuah pameran lukisan.

Sang Seniman berhasil membawa karyanya memiliki banyak makna, dia yang hanya melihat saja bisa merasakan rasa kegelisahan dan khawatirnya. Pameran dengan tema mental health akan sangat relate dengan kehidupan anak seumurannya.

Satu pesan masuk membuat wajahnya tersenyum, kedatangannya kesini memang untuk bertemu seseorang. Seseorang yang dia kenal lewat aplikasi Marshmallow hampir dua minggu terakhir. Pertemuan yang sudah tertunda seminggu belakangan baru bisa terealisasikan, dia cukup tidak sabar, karna dia rasa teman online nya ini cukup menarik.

"Baju warna Beige, tas cream, oke."

Setelah membaca pesan, dia bergegas, untuk berjalan mencari keberadaan temannya, satu buket bunga matahari masih dia bawa, teman online nya ini sangat menyukai bunga matahari, dia sengaja membawanya, untuk menambah kesan romantis dipertemuan pertama.

Setelah berkeliling cukup pelik, keadaan yang ramai, membuat dia jadi susah menemukan, dari jarak yang tidak terlalu jauh, dia bisa melihat seorang wanita mengenakan baju berwarna beige dan tas creamnya, sesuai apa yang teman online nya katakan. Dia beberapa kali mengerjap untuk memastikan apa yang dia lihat, matanya semakin dibuat tidak percaya saat seseorang itu, kini berbalik arah padanya.

"Sava?"

"Tsaqiv?"

Keduanya saling memandang tidak percaya, ciuman itu masih bisa mereka rasakan, mereka berdua sama-sama menghindar, tapi sekarang apa yang mereka lihat, mereka dipertemukan lagi, dengan cara yang tak pernah mereka duga.

Sana, menyadarkan dirinya sendiri sebelum Tzuyu, dia berjalan bergerak kearah laki-laki yang dia kenal dari aplikasi datting apps dua minggu terakhir.

"Lo bohong lagi?!"

Setelah sadar akan apa yang terjadi, Tzuyu akhirnya menatap Sana. Ya, Sana, dia memastikan kembali perempuan di hadapannya ini memang Sana, Sana yang dia kenal, Sana yang pernah dia curi ciumannya.

Merasa tidak terima akan apa yang Sana katakan, kening Tzuyu terlihat mengerut, "Lo juga bohong!"

Setelah saling pandang dengan sengit, keduanya saling berbalik arah, memunggungi satu sama lain, Sana membohongi Tzuyu, begitu juga Tzuyu.

Saat di Bogor dulu, saat Tzuyu menunjukan satu foto perempuan, Sana memang tidak benar-benar melihatnya, perasaan yang sudah termakan cemburu, membuat dia lebih memilih menyingkirkan tangan Tzuyu yang menunjukan foto yang sebenarnya adalah dirinya sendiri. Baik Sana ataupun Tzuyu, memang menggunakan foto profil orang lain.

Mereka memutuskan untuk saling menyimpan identitas asli di datting apps bukan tanpa alasan, Sana yang bisa dibilang kapok karna mendapatkan sosok bapak-bapak tua seperti randy, memutuskan untuk mengubah identitasnya, kali-kali, teman yang dia temui tidak sesuai ekspektasinya, dia bisa dengan mudah pergi. Sedangkan Tzuyu hanya belum terlalu percaya diri dengan status umurnya, mungkin otaknya sudah terdoktrin oleh Dahyun, dia jadi ingin terlihat dewasa dari umurnya.

Dunia maya memang tidak bisa dipercaya, banyak orang dengan mudahnya berbohong atau mungkin kita salah satu pelakunya, sebenarnya alasan itu cukup baik, karna tidak baik juga, membuka secara gamblang siapa kita pada seseorang yang tidak kita kenal.

Tzuyu berbalik terlebih dulu, dia lihat buket bunga matahari yang sudah susah payah dia beli, bunga matahari ini cukup mahal untuk kantongnya.

"Lo suka bunga matahari?"

MARSHMALLOW [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang