Happy Reading guys!!
🍁🍁🍁
Alvaro dan inti Sevtara sedang latihan basket di lapangan sekolah. Hari ini memang jadwalnya berlatih. Sebentar lagi akan ada pertadingan basket antar sekolah. Jadi mereka memutuskan untuk berlatih.
Teriakan semangat dari para gadis tak membuat mereka berhenti bermain. Bahkan gadis-gadis itu rela memberikan minuman dan handuk untuk mereka.
"Anjir! Gitu doang juga gue bisa," celetuk siswa yang mendengus kesal melihat inti Sevtara.
"Alah. Badan lembek gitu gegayaan," sindir gadis disampingnya.
"Anjing lo!," umpat siswa itu pergi dari sana.
Disya dan ketiga sahabatnya baru saja selesai dari laboratorium. Mereka berjalan dikoridor dan melewati lapangan yang penuh dengan siswi-siswi yang melihat inti Sevtara.
"Sesek banget anjir," keluh Mela melihat kerumunan itu.
"Gila Mey. Cowok lo punya abs!," teriak Mela kegirangan.
"Mela!," kesal Meysa.
"Dava juga," melongo Safira melihat bagaimana Dava menaikan kaosnya.
"Sapii!," teriak Dava melompat-lompat melambaikan tangan.
"Sarap lo," dorong Bastian.
Disya terkekeh melihat rau wajah Safira. Safira ini sedikit rada polos kalu sama lelaki.
Matanya melotot kesal melihat Alvaro dan Atlas menaikan kaosnya didepan para siswi itu. Sungguh mereka sama saja.
"Darel. Liat aja lo," sebaliknya Darel tebar pesona.
"Abang lo Sya! Bagus banget badanya," kagum Mela.
"Mela ih," kesal Disya.
"Mela mah suka kayak gini," sambar Safira.
"Iyakan cuci mata ini namanya," balas Mela.
Inti Sevtara menghentikan permainan basketnya. Mereka berjalan ketribun lapangan untuk beristirahat.
Meysa melihat Darel yang akan melepas kaosnya didepan umum segera menghampiri.
"Darel! Ganti di ruang ganti sana," kesal Meysa.
"Sa?," kaget Darel.
"Sengaja ya mau tebar pesona gitu?,"
"Iya itu Sa. Putusin aja cowok kayak dia mah," ejek Cakra mengompori.
"Yang bener lo kalo ngomong," kesal Darel menendang kaki Cakra.
"Bukannya cewek suka kalo liat beginian?," tanya Bastian sambil mengangkat kaos Dava.
"Heh! Kurang ajar lo ya," tepis Dava kesal.
"Alah. Sia-sia lo yang ngegym kalau nggak lo pamerin," sahut Vino.
"Ya nggak gitu juga caranya," sebal Dava.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ladisya (Love Story)
Teen Fictioncover by pinterest Alvaro Kendrick Yudanta. Kisah cintanya yang lama ia pendam akhirnya kini ia berani ungkapan pada gadisnya. Rasa ingin melindungi semakin besar ketika melihatnya sering dalam bahaya. Persahabatan dengan anggota gengnya membuat ia...
